Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Take The Biggest Risk in Our Life


Hidup kita bisa jadi terlalu hectic sehingga kita lupa untuk mendengarkan suara hati ketika harus mengambil keputusan di dalam hidup kita. Kenyataan hidup mengikis nilai yang kita pegang. Seiring dengan umur yang bertambah tua, kita mulai berhenti mengambil resiko dan lebih memilih untuk berlindung di balik ketakutan-yang berusaha kita abaikan keberadaannya.

Seseorang yang memutuskan untuk mencintai orang lain, memiliki resiko untuk ditolak. Lantas, apakah rasa sakit dan kecewa yang acapkali diterima menghapuskan keberadaan dari cinta yang sejati? Seseorang yang memutuskan untuk mempercayai orang lain, memiliki resiko untuk dihianati. Lantas, apakah sebuah penghianatan berarti bahwa tidak ada satu pun orang yang layak mendapatkan sebuah kepercayaan?

Setiap dari kita dapat melakukan sebuah kesalahan. Setiap dari kita memiliki sebuah area yang kita gumulkan. Setiap dari kita memiliki kebutuhan yang spesifik, melebihi kebutuhan yang lainnya. Setiap kita membutuhkan orang lain yang mampu memberikan kasih dan penerimaan yang tanpa syarat. Saya yakin setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kasih dan pengakuan. Setiap kita ingin diperlakukan sama dan tidak ingin dibedakan. Lantas, mengapa kita suka menghakimi seseorang berdasarkan perilakunya? Mengapa kita sulit untuk memberikan orang lain sebuah kesempatan kedua?

Suatu hari di tengah keramaian, saya berusaha mencermati keadaan di sekeliling saya. Tiba-tiba nurani mengingatkan sebaris kutipan yang pernah saya dengar …

“You must love your neighbor as yourself.”


My heart say, “Yes, it is!”

Hari-hari ini saya mengalami beberapa kejadian yang membuat saya berpikir banyak mengenai hal ini. Bagaimana mungkin? Orang-orang di sekeliling Anda mungkin menyarankan Anda untuk mengambil sikap yang sama. Hate your enemy and hold your forgiveness. But, come on! All of us deserve a second chance. Bring the best out of people. Bring the best out of you. Ada saatnya dimana kita membutuhkan kesempatan yang sama.

Since now, let’s take more of risk in our life. Yes, we may feel pain and hurt but yes it’s much better than to let the fear to take control in our life. It’s me, i’m taking the risk with you =)

Life That Makes All The Difference


Saya yakin setiap kita memiliki pengaruh tertentu dalam kehidupan orang lain. Tidak perlu menjadi TOP CEO atau menduduki suatu jabatan penting agar dapat memiliki kemampuan tersebut. Setiap kita tentu ingin menjalani kehidupan yang bermakna. Karena itu, dapatkah kita melewatkan hari-hari kita tanpa membuat sebuah perbedaan? Lantas, apa yang harus kita lakukan?

Make a difference
Tidak perlu menunggu sampai kita mencapai sebuah posisi atau jabatan tertentu untuk mulai membuat perbedaan. Kenyataannya, posisi atau jabatan tidak menjadikan seseorang menjadi pribadi yang lebih baik. Sikap dan karakter seharusnya menjadi 2 hal yang paling kita awasi. Segala bentuk pencapaian hanyalah hasil dari sikap, karakter, dan nilai yang kita junjung tinggi. Hal-hal sederhana yang kita temui setiap hari dapat membuat sebuah perbedaan. Dengan mengenakan sikap yang berbeda, maka kita akan mendapatkan hasil yang sama sekali berbeda.

Cara kita berpakaian, dapat membuat sebuah perbedaan.
Cara kita memperlakukan orang lain, dapat membuat sebuah perbedaan.
Cara kita memandang orang lain dan berjabat tangan dengan orang lain, dapat membuat sebuah perbedaan. Bagaimana kita menyapa orang-orang yang kita temui sepanjang hari, dapat membuat sebuah perbedaan.


Ada kalanya saya tidak merasa mood untuk berpakaian dengan baik. Ada kalanya saya mengalami hari yang buruk dan tidak merasa mood untuk bersikap ramah terhadap orang lain. Bersikap baik terhadap orang yang telah bersikap buruk? Ouch … sampai di sini lah batasan saya.

Let me tell u this …
Sometimes, u just have to fake it before you can master it. Hey, it’s not that easy man! How could we ignore our feelings? Sulit untuk bersikap seakan-akan semuanya baik-baik saja, padahal kenyataannya Anda tidak baik. Yes, i feel you. But u know what? Saya selalu berpegang pada sebuah prinsip. No matter what, saya selalu kembali kepada sebuah keputusan untuk membuat perbedaan dengan menjaga betul apa yang menjadi sikap dan nilai yang saya pegang. Like the verse say to me to keep and guard my heart. Bukan milik tetanggamu, bukan milik orang-orang yang Anda temui yang perlu Anda jaga. Take care of your own and let's make a difference!

Keep and guard your heart with all vigilance and above all that you guard, for out of it flow the springs of life.

Pelajaran Yang Saya Petik Dari Si Sukses

Berpikir tentang mereka yang bener-bener sukses dalam kehidupan. Mereka yang menciptakan suatu terobosan dan mereka yang menciptakan trend baru. Kenapa mereka jumlahnya sedikit?

Kehidupan manusia memang menarik untuk diamati. Waktu saya mempelajari kehidupan mereka yang saya sebut dengan sukses (dalam arti yang sebenarnya), saya temukan beberapa karakter unik yang jarang saya temukan pada kebanyakan orang. Hanya segelintir orang yang memilikinya. Apa sajakah karakter tersebut?

1. Mereka berani jadi diri mereka sendiri
Semua dimulai dari keyakinan diri. Saya yakin banget orang yang berani jadi diri mereka sendiri adalah mereka yang percaya sama kemampuan diri mereka. Mereka tau jelas tentang siapa diri mereka dan oleh karena itu mereka jadi tau mereka itu hidup untuk apa. Orang-orang seperti itu sering membuat keputusan yang mungkin orang pikir itu "gila". That's why kita suka menemukan mereka agak beda dan berani melawan arus.

Coba self check, "Kapan terakhir kali kita ambil resiko buat diri kita sendiri?"

2. Mereka hidup bukan buat diri mereka saja
Gampang kita temukan orang yang egois. Pokoknya saya duluan, orang lain belakangan. Orang lain mau seperti apa, terserah dia. Saya pikir cukup menghangatkan hati kalau masih ada segelintir orang yang mau berjuang untuk kepentingan orang lain. Mereka yang ngak berpikir bagaimana caranya memperkaya diri mereka sendiri tapi juga berpikir bagaimana caranya kekayaan yang mereka miliki dapat mereka gunakan untuk memperkaya orang lain.

Saya yakin banget kalau kita hidup untuk mencapai tujuan yang memuaskan diri kita sendiri aja, itu terlalu kecil untuk bisa buat kita hidup dengan cara yang luar biasa. Kalau kita menempatkan kepentingan orang banyak menjadi tujuan hidup kita, maka kita akan memiliki sense of urgency yang akhirnya buat kita ngak bisa waste any second of our life.

Kita sering dengar, katanya hidup itu ga mudah. Mungkin kamu juga pikir kalau hidup buat diri sendiri aja susah, kenapa harus mikirin orang lain. Nah, semua balik lagi ke karakter. Kalau mikirnya susah mulu maka dunia kita yah sebatas yang susah-susah aja. Saya yakin kalau Tuhan itu adil, Dia ngak kasih yang gampang-gampang. Bahkan untuk hal-hal yang kita lihat secara kasat mata itu gampang banget. Di balik itu semua pasti ada perjuangan, kerja keras dan intinya adalah karakter. Faktanya, kita semua manusia harus berjuang untuk mengerjakan kehidupan itu sendiri.

Kita ngak bisa sendiri karena kita suka merasa terbatas. Karna itu kita butuh Tuhan yang kasih kita kekuatan. Dalam hidup, pasti ada yang namanya titik terendah dalam hidup kita. Nah, kan Dia yang ciptain kita, Dia juga yang harusnya jadi sumber dari segala sesuatu di dalam kehidupan kita. Waktu kamu ngerasa ngak kuat, jangan terus-terusan ngomongin apa yang kamu ngak bisa. Intinya, stop talking about your problem. Percaya deh, ngak bakal juga ada yang nolongin kalo kamu gembar-gemborin. Apalagi kalau pengumuman di Facebook ato Twitter ;) It's not wise, friends =) IMHO

Menurut saya, orang yang ngomong kalo hidup itu susah; ya mereka yang nge gampangin hidup. Ngak mau berjuang melebihi kapasitas diri mereka yang sekarang and cuma terima nasib aja.

Inget, kamu ngak berjuang sendiri. Jutaan orang lainnya sedang berjuang sama-sama kamu, kamu aja yang ngak tau (ngak update ni ye).

Stop talking about your problem and start to act!

With Love,
Febryna Halim

What is Life?


Defining Life ...

The common saying ...
Life is beautiful
Life is good because God is good all the time
Life is a mystery

The fact is ...
Life doesn't always go as planned
Life doesn't always go your way
Life doesn't always running well
And God seems not good all the time

Bill Gates once said that ...
If you born poor, it is not your mistake. BUT if you die poor, it is your mistake.


I say life is your choise ...
How you live it!
How you define it!

Life is beautiful and God is always good for those who keep their gratitude in every season of their life.

Life is like season. It changing all the time. Life doesn't get easier. Trust me, u just become stronger! U define it, u choose how to live it!

A season doesn't stay forever. Enjoy it! Learn from it!

Be strong!

Can I Start?

Hal yang paling sulit adalah memulai langkah pertama untuk memulai sesuatu. Mungkin tidak bagi Anda, tapi paling tidak hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi saya belakangan ini. Bagi saya, ada beberapa penyebabnya :

Suka menunda / malas.
Sering banget sadar harus begini dan begitu. Kadang masalahnya bukan di komitmen tapi di kebiasaan nunda dengan berpikir selalu ada hari besok. Padahal waktu di hidup kita itu kayak jam pasir. Jumlah waktu yang kita miliki selalu kurang sedikit dari yang kita miliki kemarin.

Menunggu
Menunggu segala sesuatunya sempurna. Menunggu kalau sudah waktunya. Ada aja yang ditunggu. Padahal, momentum itu menurut saya kita yang ciptakan. Nah, kalau kita menunggu segala sesuatunya sempurna baru memulai. Hmm... mungkin kita tidak akan pernah memulai. Orang-orang sering bilang kalau hal besar itu dimulai dari hal yang kecil.

Paling tidak, dua hal di atas yang selalu menjadi penghalang bagi saya. Apakah penghalang Anda? Mungkin sama ...

Mengubah Ketakutan Menjadi Sumber Kekuatan Anda


Ketakutan melumpuhkan kreatifitas Anda dan mematikan imajinasi Anda. Ketakutan membatasi Anda dari kehidupan yang lebih tinggi yang dapat Anda raih. Ketakutan merampas senyum dari wajah Anda dan kebahagiaan dari hidup Anda. Febryna Halim

Rasa takut dapat Anda jadikan alasan untuk mengambil langkah mundur atau malah maju untuk membuktikan bahwa Anda memiliki ketakutan yang tidak beralasan. Saya pikir satu-satunya cara untuk mengalahkan rasa takut Anda adalah dengan cara maju dan menghadapinya. Jangan ijinkan faktor diluar diri Anda untuk menentukan siapa diri Anda. Biarkan siapa diri Anda menentukan apa yang dapat terjadi di dalam kehidupan Anda.

Be true to yourself. Make no apologies for who you are and what you stand for. Robert Kiyosaki

Saya temukan orang-orang berhasil adalah mereka yang memiliki keyakinan diri sehingga mereka dapat berdiri teguh untuk hal-hal yang mereka yakini. Kebanyakan orang mulai mengkompromikan hal-hal yang mereka yakini untuk melindungi diri mereka dari rasa tidak aman. Mereka pikir kenyamanan dapat menjadi penambal rasa takut yang sebenarnya mereka tidak pernah hadapi.

Saya yakin masyarakat kita hari-hari ini, negara dan dunia kita membutuhkan seseorang yang berani, memiliki citra diri yang sehat, dan yang mau berdiri teguh untuk hal-hal yang mereka yakini merupakan suatu kebenaran.

Jika Anda memiliki ketakutan hari ini, pastikan rasa takut Anda memampukan Anda untuk berani mengambil keputusan dan tindakan yang radikal agar apa yang Anda takutkan tidak menjadi kenyataan. Trust me, ketakutan Anda akan menjadi kenyataan jika Anda berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa. Let's do something! Jadikan ketakutan Anda menjadi sumber kekuatan yang menggerakkan Anda untuk melakukan suatu perubahan.

The Greatest Achievement


Kegiatan tahun baru seringkali diwarnai dengan kegiatan menuliskan resolusi baru. Saya menemukan fakta unik mengenai kebiasaan yang satu ini. Ketika saya memfokuskan pikiran saya kepada visi atau gambaran besar yang saya mau capai di dalam kehidupan saya, langkah-langkah yang saya harus tempuh menjadi semakin jelas dalam benak saya.

Uang ataupun kekayaan bukanlah sesuatu yang kita kejar. Uang atau kekayaan hanyalah sebuah pencapaian atas usaha dan kerja keras sebagai harga yang kita bayar untuk mencapai mimpi-mimpi kita.

Apakah tujuan dari rutinitas yang Anda jalani setiap harinya?

A Very Few Great Friends


Beberapa hari lalu meditate on audio sermon by Ps.Jeffrey Rachmat yang judulnya Time & Relationship. Beliau bagiin beberapa stage relationship di dalam sermon nya. Yang saya mau bagiin adalah apa yang saya dapatkan dari perenungan saya.

Untuk orang yang suka sama hal-hal yang berhubungan dengan people, ngak sulit untuk saya memiliki banyak teman. Saya juga ngak pilih-pilih. Di satu sisi saya orang yang terbuka yang ngak sungkan membagikan apa yang saya alami di dalam kehidupan, that's why blog ini ada :) Tapi di sisi lain saya benar-benar menjaga diri untuk setiap masukan yang saya dengar. Saya yang memilih masukan siapa yang saya dengar.

Banyak tipe-tipe teman. Ada yang hanya sebatas kenal tapi saya juga ngak ingin kenal mereka lebih jauh. Ada yang jadi temen tapi ya temen biasa aja. Ada juga temen tapi ya kok rasanya ngak begitu banyak manfaat yang saya dapatkan dari mereka, temen-temen yang buat ngumpul doank gitu. Ada lagi temen yang nyari kalo lagi susah aja. Hehehe. Kalo yang ini banyak and saya ngak protes, kehormatan kalo mereka bisa nyaman untuk share dan saya yang people person tentu menyambut dengan senang hati. Tapi kalo diingat-ingat apa kamu punya temen yang kamu bisa andalkan dan bisa kamu dengar?

Kualitas kehidupan kita ditentukan dari pergaulan kita. Itu bener banget. Tanpa disadari kehidupan berpikir kita dikendalikan oleh lingkungan yang membentuk kebiasaan kita. Kalo kita bertemen sama orang yang hidupnya fun aja, hidup kita akan muter-muter seputar mencari kesenangan hidup aja. Happy Happy. Tapi, apakah kehidupan demikian adalah kehidupan yang bermakna?

Kualitas kehidupan kita ditentukan dari pergaulan kita.

Kita diciptakan dengan potensi atau talenta yang dapat kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan orang lain sehingga kehidupan kita dapat menjadi blessing buat orang lain. Seringkali kita ngak lihat potensi tersebut, tapi make sure kita dikelilingi oleh great people sehingga lewat mereka, kita bisa melihat greatness yang juga ada di dalam diri kita.

Kita diciptakan dengan potensi atau talenta yang dapat kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan orang lain sehingga kehidupan kita dapat menjadi blessing buat orang lain.

Saya menghitung hanya ada sangat sedikit teman di dalam kehidupan saya yang mampu menginspirasi saya dan terutama yang mendorong saya menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika saya renungkan sepanjang tahun ini, wajah-wajah mereka terpampang jelas di benak saya. Mereka yang udah invest di dalam diri saya. Mereka yang berbeda dari kebanyakan orang. Mereka yang memiliki faith pada diri saya, memberikan saya trust untuk menjadi bagian kehidupan mereka dan yang terlebih dahulu melihat potensi yang ada di dalam diri saya jauh sebelum saya memiliki kemampuan untuk melihatnya.

Merekalah orang-orang yang menginspirasi saya untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Merekalah tempat saya dapat memberikan trust saya karena mereka terlebih dahulu memiliki faith terhadap diri saya. Saya dapat melihat ketulusan mereka dan desire mereka untuk melihat saya menjadi seseorang yang lebih besar. Sehingga saya dapat menutup tahun ini dengan mensyukuri orang-orang yang sangat sedikit tersebut di dalam hidup saya.

Nama yang saya ngak bisa sebutkan disini satu per satu but i really thank you guys :)

Tumbuhkan Minat Belajar Anda


Pernahkah anda mencari tau, apa sih sebenarnya hobby dari orang-orang di sekitar anda? Salah satu hobby saya adalah membaca. Hampir tidak ada satu haripun yang saya lewatkan tanpa membaca. Ketika saya menanyakan hobby dari orang-orang yang pada umumnya baru saya kenal atau mungkin belum terlalu lama saya kenal, rasanya asyik jika saya mendapatkan kenalan tersebut memiliki hobby yang sama dengan saya. Membaca. Sayangnya, tidak semua orang memiliki minat membaca. Kurangnya minat baca dari orang-orang yang pernah saya tanya, umumnya dikarenakan panjangnya kata yang mereka harus lihat. Apa memang betul kesukaan membaca merupakan ketertarikan yang memerlukan chemistry seperti ketika kita jatuh cinta atau memang kesukaan membaca merupakan kebiasaan yang harus dipupuk sejak dini?

Membaca kisah mengenai seorang pahlawan tanpa tanda jasa Belanda asli Indonesia di situs ini membuat saya menyadari bahwa setiap kita memegang peranan penting untuk menumbuhkan minat baca. Namun sayangnya, tidak setiap dari kita menyadari peran tersebut. Bahkan, mungkin kita termasuk satu diantara sebagian orang yang masih anti dengan aktifitas yang satu ini.

Saya pribadi sangat bersyukur jika saya boleh dilahirkan di generasi ini dimana pengetahuan dapat kita dapatkan dengan mudahnya asalkan kita mau mencari.


Saya dan adik-adik saya memiliki minat baca yang cukup tinggi. Adik laki-laki saya yang berumur 9 tahun tidak pernah melewatkan satu haripun tanpa membaca, sama seperti saya. Harus saya akui disini, saya lebih tidak dapat menguasai diri ketika melihat diskon di toko buku atau special privilege bagi member toko buku tempat saya berlangganan daripada melihat diskon besar-besaran produk fashion yang sering digelar di pusat perbelanjaan. Saya pribadi sangat bersyukur jika saya boleh dilahirkan di generasi ini dimana pengetahuan dapat kita dapatkan dengan mudahnya, asalkan kita mau mencari.

Jika saya ingat-ingat lagi, sebenarnya darimana sih asalnya minat membaca kami?

Kebiasaan membaca sudah ditanamkan oleh ibu saya sejak kami kecil. Orang tua saya bukan tipe orang tua yang suka berdongeng sebelum anak-anaknya tidur. Saya dan adik-adik saya tidak pernah didongengi. Kami membaca buku kami sendiri karena alasan yang sederhana, buku-buku banyak disediakan oleh orang tua saya di rumah. Ketika kami kecil, toko buku merupakan salah satu tempat wajib untuk dikunjungi jika kami jalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan. Ibu saya selalu melarang kami membeli buku yang lebih banyak gambarnya daripada tulisannya. Dengan sebuah pemahaman bahwa banyak sekali buku-buku bagus yang lebih banyak tulisannya daripada gambarnya, membuat kami puas dan asyik tenggelam menikmati buku bacaan kami sehingga kebiasaan membaca berlanjut sampai kami dewasa.

Berapa banyak orang tua yang menyadari bahwa peran orang tua sangat penting dalam menumbuhkan minat baca seorang anak? Oleh karena itu, alangkah baiknya jika para orang tua mendorong anaknya untuk membaca dan terus membaca. Peran kita di dalam masyarakat juga penting, mengingat distribusi buku pun belum merata sampai ke pelosok negri. Saya, lahir dan besar di sebuah kota besar di negri ini sehingga saya beruntung bisa dengan mudahnya mendapatkan bacaan yang saya inginkan. Tapi saya mau mendorong anda yang mungkin tidak seberuntung saya, tetap tumbuhkan minat belajar anda! Saya percaya dimana ada kemauan, pasti ada jalan.

Salam,
Febryna Halim

Stop Wish For A Real Friend, Be One!


Jika anda sedang merindukan keberadaan seorang teman sejati, mungkin anda perlu berhenti bertanya bagaimana agar anda dapat memiliki satu orang teman sejati dan mulai bertindak menjadi seorang teman sejati bagi orang lain. Anda harus berhenti menilai apakah orang-orang di sekitar anda atau teman yang anda miliki layak menyandang predikat sebagai teman sejati dalam hidup anda dan mulai bersikap layak memiliki seorang teman sejati.

Anda tentu tidak ingin berteman dengan seseorang yang menuntut anda menjadi seseorang yang ia inginkan bukan? Anda tentu lebih memilih untuk berteman dengan orang yang mengijinkan anda menjadi diri anda sendiri namun menjadi teman yang berani berkata apa adanya jika anda melakukan hal-hal yang "bodoh".

Bagaimana Aku Harus Hidup?


Kita diajarkan untuk berdoa
Kita diajarkan untuk memiliki iman dan untuk tinggal di dalam pengharapan
Bagaimana jika kita sudah berdoa
Bagaimana jika kita sudah berharap
Bagaimana jika kita sudah melaksanakan ibadah kita
Namun mengapa doa-doa kita belum dijawab oleh Tuhan?

Mungkin kita sudah berhenti berdoa
Mungkin kita sudah tidak berani berharap
Mungkin ibadah kita sudah menjadi sebuah rutinitas
Dalam hati kecil kita mungkin bertanya-tanya apakah Tuhan itu sungguh ada?



Tentu saja dalam keadaan baik dengan mudahnya kita dapat menceritakan kisah yang indah untuk didengar telinga dan mengucapkan pujian dengan mulusnya dari bibir kita. Suasana hati sedang baik. Bagaimana jika hal yang buruk menimpa kita? Bagaimana dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan? Bagaimana jika ujian demi ujian bertubi-tubi datang dalam kehidupan? Apakah Tuhan masih baik?

Saya pernah ada dalam kondisi berhenti mempercayai yang lebih besar dan hanya menjalani rutinitas sambil sedikit berharap suatu ketika keadaan akan berubah. Tampaknya tidak ada hal yang salah dari menjalani kehidupan dengan cara demikian. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa kehidupan itu seperti roda yang berputar, kadang kita di atas, kadang kita di bawah. Mungkin bagi sebagian orang, tidak ada salahnya dengan menjalani kehidupan sewajarnya tanpa harapan akan sesuatu yang lebih besar. Sayapun kadang tergoda untuk menjalaninya demikian.

Suatu ketika, ada suatu hal yang mendesak hati saya yang membuat saya tidak tenang. Saya tau bahwa jauh di dalam hati saya, saya tidak ingin menjalani kehidupan yang demikian!

Saya selalu percaya bahwa kehidupan diciptakan untuk sebuah tujuan yang mulia yang lebih daripada hanya untuk menjalani hari demi hari dengan melihat kemana hidup akan membawa kita pergi.

Seringkali kehidupan berbalik melawan kita sehingga membuat asa kita terpendam dan memaksa kita hidup dengan cara yang lebih mudah seperti yang ditempuh kebanyakan orang. Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk dapat menjalani kehidupan yang lebih dari sekedar menjalani rutinitas?

Kenalilah kekuatan anda
Saya percaya tidak ada satupun orang yang mencapai hal besar tanpa keyakinan yang kuat akan kemampuan dirinya sendiri. Untuk dapat mengenali kekuatan kita, kita harus berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain dan berhenti melihat kepada apa yang kita tidak punya. Fokus terhadap kemampuan terbaik anda. Jika anda belum menemukan apa yang menjadi kekuatan anda, percayalah bahwa itu bukan berarti anda tidak punya.

You are very extraordinary, unique person.


Miliki perspektif yang benar
Untuk dapat bangkit dan berdiri menjadi pemenang dalam kehidupan, saya percaya diperlukan sebuah perspektif yang benar. Anda tidak bisa maju berperang dengan mental sudah pasti kalah. Kehendak dan keyakinan anda harus berjalan selaras. Anda juga perlu menjaga perspektif anda jika anda harus kalah dalam suatu waktu. Anda harus tau bahwa kekalahan bukanlah akhir dari kisah kehidupan anda. Anda harus melihat hal tersebut seperti current score dalam sebuah pertandingan. Andalah pemenangnya! Saya akan berbagi cara untuk menjaga perspektif yang benar pada tulisan yang lain.

The greatest setbacks in our life for actually the greatest setups in our life


Melangkah maju
Anda perlu melangkah untuk dapat melihat apa yang anda harapkan terjadi benar-benar terjadi. Jika tidak, harapan anda akan menjadi semu. Anda harus rela membayar harga yang diperlukan karena tidak ada segala sesuatu yang dapat terjadi dengan sendirinya. Ada sesuatu yang perlu anda usahakan dan hasil akhirnya dapat berbeda-beda tergantung berapa harga yang anda berani bayar. Anda tidak mungkin mendapat berlian jika anda hanya membayar harga untuk perak, demikian aturan mainnya.

Saya percaya, setiap dari anda dapat mencapai hal-hal yang hebat. Saya mendorong anda semua untuk hidup lebih dari sekedarnya dan mulai menghidupi suatu kehidupan yang bermakna.

May God help all of us to be a miracle even we can’t see the miracle

Siapkah Anda Memulai Terlebih Dahulu?

Di dalam kehidupan, kita akan menjumpai seringkali orang lain memperlakukan kita dengan cara yang kurang hormat. Secara umum, kita akan memperlakukan orang lain minimal sama dengan cara orang tersebut memperlakukan kita atau bahkan lebih buruk lagi.

Beberapa waktu yang lalu saya diperhadapkan dengan situasi di atas. Mungkin sebenarnya bukan maksud orang-orang yang saya temui untuk bersikap demikian, namun itulah yang saya rasakan. Saya sampai pada kesimpulan yang menjadi bahan tulisan saya hari ini. Memang wajar jika sayapun memperlakukan mereka sama seperti cara mereka memperlakukan saya. Jika orang tersebut tidak ramah, saya tidak perlu mencoba untuk bersikap ramah. Jika orang tersebut tidak bersahabat, saya tidak perlu mencoba untuk bersikap bersahabat. Itu benar jika saya ingin menjadi sama dengan mayoritas. Masalahnya, saya ingin menjadi seseorang yang berbeda. Saya perlu merubah sudut pandang saya.

Saya harus menyadari bahwa setiap orang memiliki area pergumulannya masing-masing dan hal tersebut sebenarnya tidak ada hubungannya dengan saya. Kadangkala kita mengalami hari yang begitu buruk sehingga sikap kita menjadi begitu buruk, padahal bukan maksud kita untuk bersikap seperti itu. Setiap kita bisa saja kehilangan kontrol.

Saya menarik kesimpulan demikian sehingga saya mengambil keputusan bahwa saya tidak ingin menjadi seseorang yang meresponi hal yang buruk dengan sikap yang salah. Ketika saya melihat wajah satpam penjaga yang musam, saya menyapanya dengan ramah disertai senyuman yang tulus. Hal ini tidak dapat saya lakukan pertama kali ketika mendapatkan perlakuan seperti itu, butuh waktu bagi saya untuk menentukan sikap saya sebelum akhirnya menjadi sebuah kebiasaan karena saya terlebih dahulu merubah sudut pandang saya.

Lewat kejadian yang saya alami, saya belajar untuk menjadi seorang agen perubahan dimana saya ingin melihat perubahan. Saya juga belajar bahwa saya tidak memiliki kendali atas sikap dan tindakan orang lain, namun saya memiliki kendali atas sikap saya sendiri. Ketika saya belajar mengubah sudut pandang dan tindakan saya, sikap satpam yang saya ceritakan menjadi berubah. Kami menjadi saling menyapa dengan ramah dan senyuman yang tulus.

Saya selalu percaya bahwa satu keputusan sederhana kita dapat mengubahkan kehidupan orang lain ke arah yang lebih baik. Permasalahnnya, siapkah anda untuk memulai terlebih dahulu?

2 Penghalang Besar Untuk Berada di Posisi Terhormat

Sudah menjadi hal yang umum jika biasanya kita akan memperlakukan orang lain sama seperti cara orang tersebut memperlakukan kita. Seringkali kita enggan atau gengsi untuk menghormati terlebih dahulu. Padahal sebenarnya, hal tersebut menunjukkan karakter kita yang sesungguhnya. Kenapa terlalu pusing dengan reaksi orang lain? Gengsi, iya apa iya?

Cara kita memandang diri kita sendiri memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan kita. Dalam hal ini, cara kita memandang diri kita sendiri apakah terlalu rendah atau terlalu tinggi; keduanya menghalangi kita untuk terlebih dahulu memberikan hormat. Apa sih bahaya dari keduanya?

1. Memandang rendah diri sendiri
Memandang rendah diri sendiri dapat membuat orang tersebut mendefinisikan perilaku orang lain sebagai tindakan merendahkan atau penindasan, padahal mungkin hanya perasaannya saja yang timbul akibat pola pikirnya terhadap dirinya sendiri. Hal ini memicu sikap yang buruk kepada setiap orang yang ditemuinya karna orang ini cenderung bersikap defensif untuk melindungi dirinya sendiri.

Orang yang memandang rendah dirinya sendiri juga cenderung menghormati orang lain karena dia harus. Dia bersikap seakan-akan menghormati, tapi sesungguhnya dia menghormati karena dia merasa posisi, status, jataban dari orang yang dia hormati lebih tinggi dari nya. Bahasa gaulnya, terpaksa.


2. Memandang tinggi diri sendiri
Orang tipe kedua ini cenderung memandang tinggi dirinya sendiri. Bisa jadi memang kualitas dirinya baik, ya katakanlah karna posisi atau jabatan; dia layak dihormati atau dia memang memiliki kualitas yang layak untuk dihormati. Namun hal tersebut membuat dia terus menerus mengevaluasi apakah setiap orang yang dia temui sudah memperlakukan dia dengan pantas. Bayangkan, jika fokus utama kita hanya mengevaluasi orang lain. Sama sekali bertolak belakang dengan ssalah satu definisi menghormati menurut kamus besar bahasa indonesa yaitu mengakui. Bagaimana kita bisa menghormati dengan tulus jika kita seperti mesin scanning yang berusaha melakukan scanning pada setiap orang yang kita jumpai?

Jika dari kedua tipe orang di atas anda ter-identifikasi sebagai salah satu diantaranya, tidak perlu berkecil hati. Yang perlu anda lakukan hanyalah membangun sebuah cara pandang yang benar mengenai diri sendiri.

Anda Harus Berurusan Dengan Kenyataan

Beberapa waktu belakangan saya mengalami masa-masa yang kurang menyenangkan. Kenapa saya katakan tidak menyenangkan? Karna saya diperhadapkan dengan tantangan hidup yang datang dalam bentuk keadaan-keadaan sulit dan orang-orang sulit. Kenapa bisa dikatakan sulit? Karna mungkin saya belum pernah menghadapinya, hmmm mungkin lebih tepat jika saya katakan saya belum berhasil menaklukkannya.

Saya temukan bahwa mudah bagi kita untuk melontarkan sebaris atau bahkan serentetan kalimat bijak jika ada orang sekitar kita yang sedang menghadapi hal yang tidak menyenangkan. Saya adalah salah satu orang yang diberikan karunia menasehati. Saya suka mendengarkan orang bercerita dan kemudian memberikan dukungan dan nasehat melalui perkataan saya. Pengembangan karakter dan pertumbuhan pribadi saya tidak secara otomatis terbentuk hanya karna mungkin saya dapat memberikan dukungan dan nasehat yang baik.

Karakter saya dibentuk justru ketika saya dapat memegang kendali penuh atas sikap saya dalam menghadapi keadaan dan orang-orang yang sulit karna saya menjaga pemikiran saya untuk berada pada perspektif yang benar.

Seperti yang saya katakan di atas, lebih mudah untuk berbicara. Lebih sulit untuk melakukan. Saya akui tidak mudah, anda pun pasti tau bagaimana rasanya. Mungkin anda harus sedikit memaksakan diri. Namun, itulah proses yang harus kita hadapi agar kita dapat mencapai hal-hal yang lebih besar lagi. Saya bersyukur saya memiliki pemimpin, pasangan dan teman-teman di sekitar saya yang seringkali memberikan dukungan dan pemahaman yang pada awalnya sulit untuk saya terima.

Ketika saya belajar untuk submit kepada dukungan dan ajaran tersebut (karna saya tau itulah yang benar); saat itulah pemahaman saya mulai berubah dan pendekatan saya terhadap kehidupan mulai berubah.

Saya dan mungkin anda, kita harus mengakui bahwa seringkali perasaan kitalah dan prinsip kitalah (baca : keras kepala kitalah) yang kita ijinkan memegang kendali sehingga kita melihat hal tersebut hanya dari satu sisi yaitu dari sisi dimana kita berada. Hal tersebutlah yang membuat kita menjadi tidak dapat menikmati proses karna kita hanya ingin semua hal baik-baik saja (baca : seperti yang kita inginkan).

Setiap hari, selalu ada hal-hal yang terjadi yang tidak sesuai dengan keinginan kita semua. Selalu ada dan selalu hadir dalam berbagai bentuk. Kita pun semestinya tau bahwa semua hal tersebut berada di luar kontrol kita. Namun apakah kita menyadari bahwa kitalah yang memegang kendali atas sikap kita sendiri?

3 Senjata Bagi Anda Untuk Berurusaan Dengan Kenyataan :
1. Menjaga Pemikiran Anda Tetap Pada Perspektif Yang Benar.
2. Submit Kepada Apa Yang Benar, Bukan Apa Yang Dirasakan.
3. Pegang Kendali Atas Sikap Anda Sendiri.

Come on guys, let's deal with it :) I know u can!

Ask, What is In My Heart?

When i meet someone, i can feel whether that person treat me like i'm somebody or i'm nobody. When i'm in the middle of crowd, i can feel which one is the good person and which one is the bad. The bad always be the person who treat me like i'm nobody. Only that easy to know how people value themselves by see how they value others.

Perhaps, the bad people are the people who value themselves by what can be seen by eyes. They don't trust their best, so how could they trust other's best?

Trust requires faith to see beyond what can be seen by eyes.


You can underestimate others by how u look at them, by the way u communicate to them, what sentence do u choose to communicate with them, and the most essential factor is by the way u considered them as.

I pray to God so i have that kind of love so i able to love unconditionally.
See all of people as the way God look at them.
Trust the best and invest in them.

Love need no judgement but only need the full acceptance.
And yes, i belive that our love might change that nobody to becoming somebody.
But it's start from our heart.


Ask yourself,
How i considered him/her/them as?

What is Happiness?

Pernahkah kamu berpikir bahwa Tuhan tidak adil? Jika kita melihat kehidupan dan mulai membandingkan, kita mulai mengeluh kepada Tuhan. Mungkin kita berpikir kalau hal ini hanya bagian dari kehidupan mereka yang serba berkekurangan. Menariknya, saya mendapati bahwa mereka yang hidupnya berkelimpahan juga melakukan hal yang sama.

Sebenarnya, apa yang seorang manusia cari di dalam kehidupan? Mungkinkah, kebahagiaan?


Di masyarakat hari-hari ini... kebahagiaan seseorang identik dengan harta, kekayaan, pencapaian, posisi/jabatan, kenikmatan hidup, dsb. Hari-hari ini kebahagiaan identik dengan berbagai hal yang dapat lenyap dalam sekejap mata sehingga manusia terus mengumpulkan dan berusaha mempertahankan sehingga karakter dan integritas bukan lagi sesuatu yang berharga di masyarakat.

Miliki tujuan yang mulia
Seseorang yang bahagia, adalah seseorang yang tujuannya tidak selalu berkaitan dengan pemuasan diri sendiri. Jika anda mau bahagia, belajarlah memikirkan orang lain.

Saya bukan seseorang yang terkenal di masyarakat, bukan juga orang yang terdaftar sebagai orang terkaya kesekian versi majalah forbes. Saya hanya orang biasa dengan sebuah tujuan yang luar biasa. Jika hari ini saya tetap bahagia meski hari ini saya belumlah siapa-siapa, saya tau jelas bahwa apa yang saya kerjakan hari-hari ini merupakan perjalanan saya untuk menjadi blessing bagi kehidupan banyak orang.

Kebahagiaan tidak tergantung pada pengakuan orang lain
Seseorang yang bahagia adalah seseorang yang merasa nyaman tentang dirinya sendiri. Saya tidak sedang berbicara ttg kehidupan yang semrawut dan asal-asalan yang anda putuskan bagi diri anda sendiri. Saya bicara tentang keputusan terbaik yang anda ambil di dalam kehidupan karna nilai itu sudah ada jauh di dalam diri anda ketika anda diciptakan.

Di masyarakat yang menjunjung tinggi harga, jabatan, kekuasan, dan hal lain yang saya sudah sebutkan di atas; kita harus tau betul nilai diri kita sendiri sehingga kita tidak menyandarkan nilai diri kita pada pengakuan orang lain. Selalu ada yang lebih, percayalah.. tapi belajarlah mengerti kekuatan yang terdapat dalam diri anda, syukurilah bahwa Tuhan menciptakan anda dengan sempurna. Berhentilah membandingkan kehidupan anda dan belajar mengerti bahwa nilai anda bukan lah achivement atau pencapaian anda tapi sepenuhnya tentang apa yang anda percayai ttg diri anda.

Mulailah memberi
Ketika saya duduk makan di meja makan dan menikmati makanan saya, saya menyadari bahwa di rumah saya; kami selalu kelebihan makanan sehingga untuk mengundang orang lain duduk makan bersama kami merupakan suatu gaya hidup.

Percayalah, ketika anda mulai memberi maka anda akan menyadari bahwa kehidupan anda adalah kehidupan yang kaya. Perhatian anda akan beralih dari diri sendiri kepada menjadi saluran berkat bagi orang lain. Pada saat itu, anda akan melihat kehidupan dari sisi yang lain.

Jangan pernah abaikan dorongan dalam hati anda untuk melakukan hal sekecil apapun bagi orang lain, karna anda tidak akan pernah tau bahwa tindakan kecil anda mampu mengubahkan kehidupan seseorang.


Divine your purpose, be different be you and start to be a blessing for many. Live a full life.

Xoxo,
Febryna Halim

Show Me Your Faith and I Will Throw Away My "Gengsi"

Pernah ngak sih kamu ada dalam sebuah situasi dimana kamu bisa menebak kira-kira akan gimana jadinya kalo temen kamu, sahabat kamu, keluarga kamu atau siapapun itu tetap mempertahankan keputusannya yang jelas-jelas salah?

Kita manusia diberikan suatu kemampuan yang melebihi makhluk lainnya, kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk. Setiap kita diberikanNya, tapi yang membedakannya adalah mereka yang memilih untuk mengingkariNya dan mereka yang memilih untuk mentaatiNya. Apakah posisi kita akan slalu sama? Tentu saja tidak. Kadang-kadang ada waktu dimana kita juga bisa menjadi "tidak waras" karena mungkin dipengaruhi oleh apa yang terjadi di sekitar kita.

Sedih rasanya kalo kita sebagai manusia yang sedang ada di sisi "waras" melihat kalau orang yang kita kenal sedang berjalan di sisi lainnya. Tentu kita akan melakukan berbagai macam cara agar orang tersebut mau berpindah ke sisi kita. Apalagi kalau orang tersebut adalah orang yang kita sayangi. Sayangnya, tidak semudah itu seseorang berganti haluan.

Dari sini, gue menarik kesimpulan kalo pertobatan itu hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki kelembutan hati. Kelembutan hati bukan merupakan tanda bahwa seseorang itu lemah. Kelembutan hati tidak memerlukan gengsi, karna hal tersebut menuntut kita untuk menanggalkan gengsi.

Beberapa kali, gue tau gue buat keputusan yang salah karna waktu itu gue lagi "tidak waras". Tapi bersyukur kalo ada orang-orang yang dengan lantangnya menyadarkan gue. Memang tidak enak rasanya, tapi lagi-lagi ketika logika gue mulai mencari suatu pembenaran atas sikap gue, gue tidak menemukannya.

Dari sana gue belajar untuk menerima kesalahan orang lain dengan terlebih dahulu menyadari bahwa gue juga memerlukan kesempatan untuk diterima sebagai seseorang yang sedang menjalani proses.


Kalo kita pikir kehidupan seseorang sudah berakhir hanya karna satu masa dimana ia membuat keputusan yang salah, kita salah besar. Bukankah setiap kita memerlukan orang lain yang percaya akan yang terbaik dalam diri kita sekalipun diri kita sedang berada dalam keadaan tidak percaya?

Show Me Your Faith and I Will Throw Away My "Gengsi"
:P

Seorang Pesimis Kehidupan

Beberapa kejadian yang gue alami di dalam hidup, membuat gue meragukan keberadaan teman sejati. Gue bukan termasuk tipe orang yang sulit untuk berteman, gue berteman dengan siapa saja. Hal itulah yang membuat pertanyaan akan keberadaan "nya" muncul berulang kali.

Keraguan gue berakhir pada sebuah kesimpulan bahwa ngak mungkin kalo seumur hidup, gue memelihara pemikiran yang dasarnya cuma pengalaman sama yang terjadi berulang kali. Terlalu sempit dan terbatas, tidak sesuai dengan imajinasi gue yang melebihi logika.

Seringkali di dalam kehidupan, kejadian yang berlangsung secara terus menerus membuat kita memiliki sebuah kesan yang mendalam mengenainya. Kita semua tau bahwa kita hidup di dunia dimana integritas, kejujuran, kesetiaan, ketekunan dan hal baik lainnya telah terkorup sedemikian hebatnya. Mungkin tanpa sadar, kitalah salah satu pelakunya. Lantas, kenapa semua hal itu membuat kita menjadi seorang pesimis dalam kehidupan? Bukannya kita sedang berlari pada sebuah perlombaan dengan tujuan yang sama? Kesempurnaan.

Mungkin saja suatu hari nanti kita akan mengerti kenapa kehidupan mengajarkan begitu banyak pelajaran sulit. Karna, yaa kita sedang mengejar sesuatu yang tidak biasa kawan.


Jika kamu hari ini adalah salah satu pesimis dalam kehidupan, ingatlah bahwa kamu tidak sendiri dan kamu tidak berlari seorang diri :)

PUAS!

Saya senang ketika saya dapat menaklukkan rintangan-rintangan kecil dalam perjalanan saya untuk mencapai sesuatu. Seperti malam ini ketika saya sedang menyelesaikan terjemahan untuk seorang teman, saya mengalami kesulitan untuk meratakan text yang terdapat di dalam box. Saya coba karena penasaran, coba terus dan coba terus. Hmm, proses yang cukup mengesalkan jika harus gagal terus bukan? Namun, ketika saya coba terus. Berhasil! Kepuasan tak terhingga menguasai diri saya. Saya banyak menjumpai hal-hal sepele sejenis di atas seringkali saya alami, kepuasan yang sama terus terulang meski intensitas kejadian sudah terbilang sering. Ya, saya jenis orang yang menyukai tantangan dan saya juga jenis orang yang penasaran. Namun pengecualian untuk teka-teki atau tebak-tebakan. Saya paling malas menerka-nerka :)


Seringkali terlintas dalam benak saya, bagaimana respon kita dalam menghadapi proses? Di jaman serba sosial seperti sekarang, dengan keberadaan BBM, facebook, twitter dan sejenisnya, memudahkan saya untuk melihat apa yang menjadi keluh kesah teman-teman yang terkoneksi dengan saya. Saya pun dengan susah payah mencoba menjadi makhluk sosial bijaksana, mengingat apa-apa sekarang maunya di share, entah di facebook, twitter, maupun lewat status BBM. Menjumpai status yang berisi keluhan seputar macet, hujan, panas, maupun status yang mengungkapkan sang makhluk sedang bergembira dan bersemangat membuat saya lantas berpikir bahwa kita dapat membagikan hanya dua hal; pesan negatif tanpa manfaat bagi orang lain atau pesan positif dengan kemungkinan manfaat bagi orang lain.

Lewat apa yang dishare oleh teman-teman, baik positif maupun negatif yang bagi saya itu relatif karna masing-masing tentu memiliki sudut pemikiran sendiri sehingga saya tidak dapat membatasinya disini dan bukan itu juga insight yang saya dapat. Yang saya dapatkan dari mengamati perilaku makhluk sosial yang bernama manusia dan di dalamnya terdapat diri saya sendiri adalah kontradiksi dari orang-orang yang sama-sama sedang diproses.

Banyak orang sukses, kita semua mengenal mereka yang disebut sukses karna pencapaian yang telah mereka buat di dalam kehidupan. Namun saya menyadari bahwa sesungguhnya sesorang dapat menjadi pahlawan, bukan karna pencapaian yang mereka telah capai namun oleh karna harga apa yang mereka telah bayar. Di balik setiap kisah sukses pasti ada kisah dimana mereka melewati apa yang sering kita namakan proses. Setiap kita juga pasti memiliki keinginan akan pencapaian di dalam kehidupan. Saya diajarkan bahwa setiap kita pasti memiliki tujuan kenapa kita diciptakan, namun seringkali ada proses yang harus kita lalui, ada karakter yang harus kita kembangkan, ada kedewasaan yang harus bertumbuh, ada kepercayaan diri yang diuji, dan sebagainya. Menjadikan pencapaian kita tidak kita capai dengan instan. Harus ada bagian yang dilakukan, ada banyak hal yang perlu ditaklukkan. Jadi, mari kita mengucap syukur jika hari-hari ini atau besok kita harus mengalami saat-saat sulit dimana proses sedang dikerjakan. Itulah tanda kehidupan, dimana kita terus menerus menghadapai tantangan dimana tantangan merupakan alat bagi kita untuk naik ke level yang lebih tinggi lagi.

Saya selalu ingat bahwa dimasa-masa sulit saya, jika saya dapat berdiri kuat dan teguh serta pada akhirnya mendapat reward; itu semua karna Tuhan. Jika saya pribadi, tentu saya sudah menyerah saja dan menurunkan kualitas hidup saya serta hidup dalam kehidupan yang biasa saja. Namun karna saya terus menerus diajar dan dibentuk lewat firman Tuhan, saya jadi mengerti apa yang menjadi maunya Tuhan dan berjalan mengarah kesana meski ada saat-saat dimana saya terjatuh. Disanalah komunitas hadir, ketika saya terjatuh; maka saya akan mendapatkan dorongan dari komunitas untuk menjadi bukan sekedar seseorang yang lebih dari hari ini melainkan menjadi seseorang seperti yang Tuhan kehendaki. Sayapun belajar bahwa apa yang Tuhan inginkan seringkali bertentangan dengan kehendak saya, namun ketika saya belajar satu kata TAAT; saya dapat melihat perubahan-demi perubahan yang saya rindukan mulai terjadi dalam kehidupan saya.

Don't just LET things happen, LET's MAKE things happen ...

Dimanakah Tuhan?

Banyak hal di dunia ini yang dampaknya tidak dapat kita rasakan jika dampak tersebut belum terjadi. Banyaknya hal tersebut bukannya tidak ada namun sesungguhnya mereka terabaikan. Aku tidak tahu jelas kenapa, aku rasa kebanyakan kita sudah terlatih untuk berpikir jangka pendek, dan jika boleh ku katakan... Hanya memikirkan diri sendiri.

Aku lantas berpikir "Kenapa kita tidak bisa menuai akibat yang baik di masa mendatang? Kenapa kita sekarang harus menuai akibat buruk akibat dari taburan kita di masa lalu?" Kini, kembali ditaburkan taburan-taburan yang mungkin akan menjadi tuaian buruk lagi di masa mendatang. Dipikirnya semua tuaian buruk akibat murka yang kuasa padahal kita sendiri manusia yang lagi-lagi mendiamkan nurani pribadi. Tunjuk menunjuk, berargumen, tidak ada ujung pangkalnya. Akal tidak lagi mampu memikirkan solusi. Pada akhirnya Yang Kuasa dilimpahkan sejuta doa yang hanya diingat untuk dipanjatkan ketika sengsara. Bukan Dia tidak Maha Kuasa, justru inilah caraNya menunjukkan keperkasaanNya. Supaya nurani kita tidak tercemar oleh fananya kehidupan manusia.

Aku dan nurani pribadiku
Febryna Halim