Tampilkan postingan dengan label Character. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Character. Tampilkan semua postingan

Take The Biggest Risk in Our Life


Hidup kita bisa jadi terlalu hectic sehingga kita lupa untuk mendengarkan suara hati ketika harus mengambil keputusan di dalam hidup kita. Kenyataan hidup mengikis nilai yang kita pegang. Seiring dengan umur yang bertambah tua, kita mulai berhenti mengambil resiko dan lebih memilih untuk berlindung di balik ketakutan-yang berusaha kita abaikan keberadaannya.

Seseorang yang memutuskan untuk mencintai orang lain, memiliki resiko untuk ditolak. Lantas, apakah rasa sakit dan kecewa yang acapkali diterima menghapuskan keberadaan dari cinta yang sejati? Seseorang yang memutuskan untuk mempercayai orang lain, memiliki resiko untuk dihianati. Lantas, apakah sebuah penghianatan berarti bahwa tidak ada satu pun orang yang layak mendapatkan sebuah kepercayaan?

Setiap dari kita dapat melakukan sebuah kesalahan. Setiap dari kita memiliki sebuah area yang kita gumulkan. Setiap dari kita memiliki kebutuhan yang spesifik, melebihi kebutuhan yang lainnya. Setiap kita membutuhkan orang lain yang mampu memberikan kasih dan penerimaan yang tanpa syarat. Saya yakin setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kasih dan pengakuan. Setiap kita ingin diperlakukan sama dan tidak ingin dibedakan. Lantas, mengapa kita suka menghakimi seseorang berdasarkan perilakunya? Mengapa kita sulit untuk memberikan orang lain sebuah kesempatan kedua?

Suatu hari di tengah keramaian, saya berusaha mencermati keadaan di sekeliling saya. Tiba-tiba nurani mengingatkan sebaris kutipan yang pernah saya dengar …

“You must love your neighbor as yourself.”


My heart say, “Yes, it is!”

Hari-hari ini saya mengalami beberapa kejadian yang membuat saya berpikir banyak mengenai hal ini. Bagaimana mungkin? Orang-orang di sekeliling Anda mungkin menyarankan Anda untuk mengambil sikap yang sama. Hate your enemy and hold your forgiveness. But, come on! All of us deserve a second chance. Bring the best out of people. Bring the best out of you. Ada saatnya dimana kita membutuhkan kesempatan yang sama.

Since now, let’s take more of risk in our life. Yes, we may feel pain and hurt but yes it’s much better than to let the fear to take control in our life. It’s me, i’m taking the risk with you =)

Life That Makes All The Difference


Saya yakin setiap kita memiliki pengaruh tertentu dalam kehidupan orang lain. Tidak perlu menjadi TOP CEO atau menduduki suatu jabatan penting agar dapat memiliki kemampuan tersebut. Setiap kita tentu ingin menjalani kehidupan yang bermakna. Karena itu, dapatkah kita melewatkan hari-hari kita tanpa membuat sebuah perbedaan? Lantas, apa yang harus kita lakukan?

Make a difference
Tidak perlu menunggu sampai kita mencapai sebuah posisi atau jabatan tertentu untuk mulai membuat perbedaan. Kenyataannya, posisi atau jabatan tidak menjadikan seseorang menjadi pribadi yang lebih baik. Sikap dan karakter seharusnya menjadi 2 hal yang paling kita awasi. Segala bentuk pencapaian hanyalah hasil dari sikap, karakter, dan nilai yang kita junjung tinggi. Hal-hal sederhana yang kita temui setiap hari dapat membuat sebuah perbedaan. Dengan mengenakan sikap yang berbeda, maka kita akan mendapatkan hasil yang sama sekali berbeda.

Cara kita berpakaian, dapat membuat sebuah perbedaan.
Cara kita memperlakukan orang lain, dapat membuat sebuah perbedaan.
Cara kita memandang orang lain dan berjabat tangan dengan orang lain, dapat membuat sebuah perbedaan. Bagaimana kita menyapa orang-orang yang kita temui sepanjang hari, dapat membuat sebuah perbedaan.


Ada kalanya saya tidak merasa mood untuk berpakaian dengan baik. Ada kalanya saya mengalami hari yang buruk dan tidak merasa mood untuk bersikap ramah terhadap orang lain. Bersikap baik terhadap orang yang telah bersikap buruk? Ouch … sampai di sini lah batasan saya.

Let me tell u this …
Sometimes, u just have to fake it before you can master it. Hey, it’s not that easy man! How could we ignore our feelings? Sulit untuk bersikap seakan-akan semuanya baik-baik saja, padahal kenyataannya Anda tidak baik. Yes, i feel you. But u know what? Saya selalu berpegang pada sebuah prinsip. No matter what, saya selalu kembali kepada sebuah keputusan untuk membuat perbedaan dengan menjaga betul apa yang menjadi sikap dan nilai yang saya pegang. Like the verse say to me to keep and guard my heart. Bukan milik tetanggamu, bukan milik orang-orang yang Anda temui yang perlu Anda jaga. Take care of your own and let's make a difference!

Keep and guard your heart with all vigilance and above all that you guard, for out of it flow the springs of life.

Pelajaran Yang Saya Petik Dari Si Sukses

Berpikir tentang mereka yang bener-bener sukses dalam kehidupan. Mereka yang menciptakan suatu terobosan dan mereka yang menciptakan trend baru. Kenapa mereka jumlahnya sedikit?

Kehidupan manusia memang menarik untuk diamati. Waktu saya mempelajari kehidupan mereka yang saya sebut dengan sukses (dalam arti yang sebenarnya), saya temukan beberapa karakter unik yang jarang saya temukan pada kebanyakan orang. Hanya segelintir orang yang memilikinya. Apa sajakah karakter tersebut?

1. Mereka berani jadi diri mereka sendiri
Semua dimulai dari keyakinan diri. Saya yakin banget orang yang berani jadi diri mereka sendiri adalah mereka yang percaya sama kemampuan diri mereka. Mereka tau jelas tentang siapa diri mereka dan oleh karena itu mereka jadi tau mereka itu hidup untuk apa. Orang-orang seperti itu sering membuat keputusan yang mungkin orang pikir itu "gila". That's why kita suka menemukan mereka agak beda dan berani melawan arus.

Coba self check, "Kapan terakhir kali kita ambil resiko buat diri kita sendiri?"

2. Mereka hidup bukan buat diri mereka saja
Gampang kita temukan orang yang egois. Pokoknya saya duluan, orang lain belakangan. Orang lain mau seperti apa, terserah dia. Saya pikir cukup menghangatkan hati kalau masih ada segelintir orang yang mau berjuang untuk kepentingan orang lain. Mereka yang ngak berpikir bagaimana caranya memperkaya diri mereka sendiri tapi juga berpikir bagaimana caranya kekayaan yang mereka miliki dapat mereka gunakan untuk memperkaya orang lain.

Saya yakin banget kalau kita hidup untuk mencapai tujuan yang memuaskan diri kita sendiri aja, itu terlalu kecil untuk bisa buat kita hidup dengan cara yang luar biasa. Kalau kita menempatkan kepentingan orang banyak menjadi tujuan hidup kita, maka kita akan memiliki sense of urgency yang akhirnya buat kita ngak bisa waste any second of our life.

Kita sering dengar, katanya hidup itu ga mudah. Mungkin kamu juga pikir kalau hidup buat diri sendiri aja susah, kenapa harus mikirin orang lain. Nah, semua balik lagi ke karakter. Kalau mikirnya susah mulu maka dunia kita yah sebatas yang susah-susah aja. Saya yakin kalau Tuhan itu adil, Dia ngak kasih yang gampang-gampang. Bahkan untuk hal-hal yang kita lihat secara kasat mata itu gampang banget. Di balik itu semua pasti ada perjuangan, kerja keras dan intinya adalah karakter. Faktanya, kita semua manusia harus berjuang untuk mengerjakan kehidupan itu sendiri.

Kita ngak bisa sendiri karena kita suka merasa terbatas. Karna itu kita butuh Tuhan yang kasih kita kekuatan. Dalam hidup, pasti ada yang namanya titik terendah dalam hidup kita. Nah, kan Dia yang ciptain kita, Dia juga yang harusnya jadi sumber dari segala sesuatu di dalam kehidupan kita. Waktu kamu ngerasa ngak kuat, jangan terus-terusan ngomongin apa yang kamu ngak bisa. Intinya, stop talking about your problem. Percaya deh, ngak bakal juga ada yang nolongin kalo kamu gembar-gemborin. Apalagi kalau pengumuman di Facebook ato Twitter ;) It's not wise, friends =) IMHO

Menurut saya, orang yang ngomong kalo hidup itu susah; ya mereka yang nge gampangin hidup. Ngak mau berjuang melebihi kapasitas diri mereka yang sekarang and cuma terima nasib aja.

Inget, kamu ngak berjuang sendiri. Jutaan orang lainnya sedang berjuang sama-sama kamu, kamu aja yang ngak tau (ngak update ni ye).

Stop talking about your problem and start to act!

With Love,
Febryna Halim

Do u have a reason to be grateful for?


Sering banget kita mengeluh menghadapi situasi jalanan yang tidak karuan, rekan kerja yang menyebalkan, situasi kantor yang tidak menyenangkan, orang tua yang kelewat cerewet (baca:over caring), penyesuaian dengan pasangan yang sama sekali berbeda kepribadiannya, and so on. Apakah situasi di atas menciptakan warna tersendiri yang memperindah kehidupan? Atau malahan, mencuri semangat dan energi untuk menghidupi hidup?

There's always something we could be thankful for! Febryna Halim



Saya yakin berbagai situasi dan pengalaman yang tidak menyenangkan dapat memberikan kita pelajaran yang sama sekali berbeda dari yang diajarkan oleh situasi menyenangkan. Sebagai contoh, di pagi hari ketika saya bertemu dengan orang yang memasang raut wajah muram, saya tidak berpikir bahwa memang orang tersebut menyebalkan tapi mungkin ia sedang mengalami hal yang buruk. Saya lantas berpikir bahwa selalu ada suatu hal yang patut kita syukuri meskipun banyak hal yang tidak berjalan semestinya. Mengapa kita bermuram hati? Sayapun membagikan senyum agar orang tersebut dapat menyadari bahwa ya, selalu ada hal yang patut kita syukuri! Keadaan tersebut membuat saya memiliki perspektif baru terhadap kehidupan.

Selalu ada suatu hal yang patut kita syukuri meskipun banyak hal yang tidak berjalan semestinya. Febryna Halim

Banyak hal dalam kehidupan kita yang out of our control. Dan kita akan hidup distressfully jika kita berusaha mengontrol hal-hal tersebut. Jika Anda mau terbebas dari stress, berhentilah mengontrol segala sesuatunya.


Don't let the problem define who u are. Febryna Halim!


Do u have a reason to be grateful for? I tell u once, u don't need the reason. There's always something we could be grateful for! And there's always something we could learn from surroundings.

Semestinya saya ...


Lebih mudah bagi kita untuk complain and leave things like before daripada kita berusaha menjadi solusi dari sebuah permasalahan yang ada. Di pekerjaan, lebih mudah bagi kita untuk menuntut kolega menyelesaikan tanggung jawabnya sesuai dengan cara kita dibanding dengan berusaha berkomunikasi sesuai dengan pola kerja dan kepribadian orang tersebut. Di rumah, lebih mudah bagi kita untuk men-judge perilaku anak atau pasangan, daripada berusaha menjadi orang tua atau partner yang baik.


Mudah bagi saya untuk berpikir bahwa saya lah yang selalu benar karena kebiasaan yang saya sudah bangun selama bertahun-tahun. Orang yang sukses selalu memiliki fleksibilitas, tanpa mengorbankan value nya. Banyak orang pikir, fleksibilitas adalah tentang salah dan benar sehingga kebanyakan orang tidak dapat bersikap fleksibel karena saya yang selalu benar.


Ketika saya harus menyelesaikan pekerjaan saya dan menemukan tantangan dimana-mana, lebih mudah untuk blame on others and menunjuk perilaku orang lain sebagai penyebabnya. Agar dapat menyelesaikan tantangan dalam kehidupan, saya sangat menyadari bahwa sikap yang demikian tidak akan pernah membawa saya menjadi pribadi yang berhasil. Seringkali saya harus menempatkan diri saya di tempat yang lebih rendah dari orang lain sehingga pemikiran saya berganti dari "semestinya dia ..." menjadi "semestinya saya ..."

Bagaimana dengan Anda?

Hentikan Kebiasaan Menunda


Beberapa hari yang lalu Jakarta diguyur hujan deras yang mengakibatkan tumbangnya pohon di beberapa ruas jalan utama. Anda mungkin sudah merencanakan meeting dengan client di hari tersebut, namun melihat kondisi Jakarta pada waktu itu yang sedang macet parah, mungkin Anda salah satu dari sekian banyak penduduk Jakarta yang terpaksa harus membatalkan meeting di hari tersebut.

Penundaan bisa terjadi karena faktor yang tidak dapat Anda prediksi, tapi bisa juga karena Anda memiliki kelemahan dalam manajemen waktu. Hal ini juga saya alami karena saya mudah terinterupsi oleh hal-hal lain diluar rencana saya sehingga "rencana saya hari ini" dapat menjadi "rencana saya besok". Hal ini tidak hanya membuat tingkat stress saya semakin tinggi karena To Do List yang tidak pernah habis. Kebiasaan ini juga mempengaruhi keseimbangan hidup saya karena saya tidak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal yang lain karena sibuk dengan target harian saya.

How To Handle It?


Fokus
Membuat rencana kerja dapat membantu Anda. Setelah menempatkan rencana kerja Anda pada urutan prioritas, Anda harus berdisiplin untuk mengikuti jadwal kerja yang sudah Anda rencanakan. Jika memang ada hal-hal urgent, tidak ada salahnya jika sesekali Anda bersikap fleksibel dengan jadwal kerja Anda.


Minta Yang Lain Untuk Menunggu
Mintalah teman atau rekan kerja Anda untuk menunggu jika Anda sedang menyelesaikan tugas tertentu. Tidak memberikan respon bukanlah cara yang baik. Kembalilah ke pekerjaan Anda setelah memberi mereka jawaban singkat. Jangan ijinkan hal-hal remeh menginterupsi jadwal Anda. Dalam hal ini, Anda perlu menentukan prioritas Anda.

Semakin sering Anda menunda, Anda membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan waktu yang sebenarnya Anda butuhkan.

Time is More Than Money
Waktu yang Anda habiskan tidak akan pernah dapat Anda tarik kembali. Waktu ibarat bom waktu yang akan segera habis kreditnya. Tidak ada seorangpun dari kita yang kelebihan waktu. Anda bahkan tidak dapat membeli waktu. Mari gunakan waktu dengan bijaksana. Semakin sering Anda menunda, Anda membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan waktu yang sebenarnya Anda butuhkan.

Kesuksesan Anda ditentukan oleh kemampuan Anda dalam mengelola waktu dan sumber daya yang Anda miliki.

Saya ingat sebuah film yang berjudul "In Time" dimana setiap penduduk kota tersebut memiliki saldo yang dinamakan waktu. Saldo tersebut dipotong untuk transaksi jual beli dan mereka diwajibkan membayar untuk setiap detik yang mereka habiskan, selain untuk bekerja. Mereka harus bekerja untuk menambah saldo atau dengan cara lain, meminjam di bank. Jika saldo mereka habis, maka hidup merekapun berakhir.

Film tersebut menginspirasi saya tentang betapa berartinya kehidupan yang kita miliki. Tidak ada yang mendesak kita untuk dapat tetap hidup. Semuanya tergantung kepada diri kita sendiri, bagaimana kita mengelola waktu dan sumber daya yang kita miliki.

Anda tidak harus kehilangan sesuatu terlebih dahulu untuk dapat menghargai apa yang Anda miliki.


Semoga kita semua dapat mengembangkan kebiasaan yang lebih baik lagi di tahun ini. Semangat!

Two Reminder To Be Much Much Better

Saya sedang memikirkan hal-hal yang lebih besar lagi yang dapat saya capai di tahun ini. Kadang-kadang kita dapat merasa bangga karena pencapaian kita. Kita mungkin patut bangga atas usaha dan kerja keras yang sudah kita lakukan sehingga keberhasilan pada akhirnya menjadi milik kita.

Keberhasilan tidak mungkin dapat kita capai tanpa kerja keras. Jika nanti saya mencapai beberapa hal yang lebih besar, saya tidak akan melupakan mereka yang ada di atas yang menarik saya naik dan mereka yang ada di bawah, yang sedang mencontoh saya. Kedua hal tersebut menjadi penyemangat agar saya tidak mudah berpuas diri dan berusaha untuk menjadi jauh lebih baik lagi.

Keberhasilan tidak mungkin dapat kita capai tanpa kerja keras.

Tumbuhkan Minat Belajar Anda


Pernahkah anda mencari tau, apa sih sebenarnya hobby dari orang-orang di sekitar anda? Salah satu hobby saya adalah membaca. Hampir tidak ada satu haripun yang saya lewatkan tanpa membaca. Ketika saya menanyakan hobby dari orang-orang yang pada umumnya baru saya kenal atau mungkin belum terlalu lama saya kenal, rasanya asyik jika saya mendapatkan kenalan tersebut memiliki hobby yang sama dengan saya. Membaca. Sayangnya, tidak semua orang memiliki minat membaca. Kurangnya minat baca dari orang-orang yang pernah saya tanya, umumnya dikarenakan panjangnya kata yang mereka harus lihat. Apa memang betul kesukaan membaca merupakan ketertarikan yang memerlukan chemistry seperti ketika kita jatuh cinta atau memang kesukaan membaca merupakan kebiasaan yang harus dipupuk sejak dini?

Membaca kisah mengenai seorang pahlawan tanpa tanda jasa Belanda asli Indonesia di situs ini membuat saya menyadari bahwa setiap kita memegang peranan penting untuk menumbuhkan minat baca. Namun sayangnya, tidak setiap dari kita menyadari peran tersebut. Bahkan, mungkin kita termasuk satu diantara sebagian orang yang masih anti dengan aktifitas yang satu ini.

Saya pribadi sangat bersyukur jika saya boleh dilahirkan di generasi ini dimana pengetahuan dapat kita dapatkan dengan mudahnya asalkan kita mau mencari.


Saya dan adik-adik saya memiliki minat baca yang cukup tinggi. Adik laki-laki saya yang berumur 9 tahun tidak pernah melewatkan satu haripun tanpa membaca, sama seperti saya. Harus saya akui disini, saya lebih tidak dapat menguasai diri ketika melihat diskon di toko buku atau special privilege bagi member toko buku tempat saya berlangganan daripada melihat diskon besar-besaran produk fashion yang sering digelar di pusat perbelanjaan. Saya pribadi sangat bersyukur jika saya boleh dilahirkan di generasi ini dimana pengetahuan dapat kita dapatkan dengan mudahnya, asalkan kita mau mencari.

Jika saya ingat-ingat lagi, sebenarnya darimana sih asalnya minat membaca kami?

Kebiasaan membaca sudah ditanamkan oleh ibu saya sejak kami kecil. Orang tua saya bukan tipe orang tua yang suka berdongeng sebelum anak-anaknya tidur. Saya dan adik-adik saya tidak pernah didongengi. Kami membaca buku kami sendiri karena alasan yang sederhana, buku-buku banyak disediakan oleh orang tua saya di rumah. Ketika kami kecil, toko buku merupakan salah satu tempat wajib untuk dikunjungi jika kami jalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan. Ibu saya selalu melarang kami membeli buku yang lebih banyak gambarnya daripada tulisannya. Dengan sebuah pemahaman bahwa banyak sekali buku-buku bagus yang lebih banyak tulisannya daripada gambarnya, membuat kami puas dan asyik tenggelam menikmati buku bacaan kami sehingga kebiasaan membaca berlanjut sampai kami dewasa.

Berapa banyak orang tua yang menyadari bahwa peran orang tua sangat penting dalam menumbuhkan minat baca seorang anak? Oleh karena itu, alangkah baiknya jika para orang tua mendorong anaknya untuk membaca dan terus membaca. Peran kita di dalam masyarakat juga penting, mengingat distribusi buku pun belum merata sampai ke pelosok negri. Saya, lahir dan besar di sebuah kota besar di negri ini sehingga saya beruntung bisa dengan mudahnya mendapatkan bacaan yang saya inginkan. Tapi saya mau mendorong anda yang mungkin tidak seberuntung saya, tetap tumbuhkan minat belajar anda! Saya percaya dimana ada kemauan, pasti ada jalan.

Salam,
Febryna Halim

Agar Saya Dapat Menjadi Pengaruh


Saya yakin setiap kita ingin menjadi pengaruh dimanapun kita berada. Sayangnya, pengaruh seringkali dikait-kaitkan dengan reputasi sehingga kebayakan orang mencoba untuk eksis supaya punya reputasi yang baik. Apa yang dilakukan sepenuhnya untuk membentuk image "siapa saya di mata orang lain" dan bukan mencerminkan "siapa saya yang sebenarnya".

Mungkin anda ingin tau gimana sih caranya untuk menjadi pengaruh dengan keunikan yang anda miliki. Ijinkan saya sharing sedikit tips-nya disini :

1.Be Original
Yang pertama, anda harus menjadi diri sendiri. Anda harus tahu bahwa anda diciptakan dengan sebuah kekuatan yang dapat anda gunakan untuk menjawab kebutuhan orang lain dan anda diciptakan di abad ini untuk menjawab permasalahan di abad ini. Anda tidak dapat meniru apa yang orang lain lakukan karena hal ini berkaitan dengan kekuatan dari dalam diri anda sendiri.

Masalahnya, tidak banyak orang tau apa yang menjadi kekuatannya sehingga kebanyakan orang malahan bermain di area yang sebenarnya bukan area kekuatannya. Kegagalan demi kegagalan pun dialami, yang akhirnya membuat orang tersebut frustasi. Rasa frustasi pada akhirnya membuat seseorang putus asa dan hidup berdasarkan apa kata orang atau berusaha menjadi orang lain karena ia menganggap jati dirinya sudah hilang bersama dengan harga dirinya akibat kegagalan demi kegagalan yang terjadi.

Anda diciptakan dengan sebuah kekuatan yang dapat anda gunakan untuk menjawab kebutuhan orang lain.


2.Be Sincere
Untuk dapat menjadi pengaruh, ujian datang ketika apa yang kita lakukan tidak dihargai orang lain atau ketika kita belum melihat tidak ada perubahan yang terjadi atas apa yang kita lakukan. Darisanalah kita diuji. Apakah perbuatan kita mencerminkan siapa diri kita sebenarnya ataukah hanya tindakan manipulasi untuk membentuk reputasi kita di mata orang lain.

3.Loving, Caring, Sharing
Anda tidak mungkin jadi orang yang egois jika anda mau jadi pengaruh. Kasih harus menjadi motivasi anda, memperhatikan dan berbagi harus menjadi tindakan nyata dari kasih yang anda miliki. Anda tidak mungkin dapat menjadi pengaruh jika anda tidak belajar memperhatikan kebutuhan orang lain dan anda tidak mungkin dapat menjadi pengaruh jika anda tidak mau berbagi.

Yang pasti, seseorang yang berdampak adalah seseorang yang berani berdiri untuk suatu hal yang diyakininya sebagai sebuah kebenaran. Jangan berkompromi, apapun alasannya.

Stop Wish For A Real Friend, Be One!


Jika anda sedang merindukan keberadaan seorang teman sejati, mungkin anda perlu berhenti bertanya bagaimana agar anda dapat memiliki satu orang teman sejati dan mulai bertindak menjadi seorang teman sejati bagi orang lain. Anda harus berhenti menilai apakah orang-orang di sekitar anda atau teman yang anda miliki layak menyandang predikat sebagai teman sejati dalam hidup anda dan mulai bersikap layak memiliki seorang teman sejati.

Anda tentu tidak ingin berteman dengan seseorang yang menuntut anda menjadi seseorang yang ia inginkan bukan? Anda tentu lebih memilih untuk berteman dengan orang yang mengijinkan anda menjadi diri anda sendiri namun menjadi teman yang berani berkata apa adanya jika anda melakukan hal-hal yang "bodoh".

Krisis Yang Sebenarnya


Hari-hari ini kok rasa-rasanya manusia menjadi semakin berpusat pada dirinya sendiri yah? Semua selalu tentang saya, saya dan saya. Hari-hari ini sudah biasa jika seseorang mengorbankan kepentingan banyak orang demi kepentingannya sendiri ataupun demi kepentingan sekelompok orang. Sangat sedikit orang yang mau berkorban. Sebaliknya, masing-masing berusaha sedemikian rupa untuk melindungi dirinya sendiri. Mungkin itu kenapa perpecahan terjadi dimana-mana. Dalam menjawab permasalahan global, kepentingan pribadi ditenteng ( baca : dibawa ) kemana-mana.

Saya mengerti kalau semua orang pasti memiliki permasalahan dan kepentingan masing-masing. Sulit kalo kita mau mikirin masalah yang kita sendiri tidak terkena dampaknya secara langsung sedangkan kita sendiri aja udah dibikin pusing sama masalah kita sendiri. Boro-boro mikirin orang lain. Sounds familiar, huh?

Sayapun memiliki masalah pribadi. Tapi itu bukan berarti kita boleh tutup mata terhadap permasalahan global. Bahkan menurut saya, kita itu ada untuk menjawab permasalahan global. Permasalahan global bukan hanya menjadi tanggung jawab satu atau dua orang, bukan juga hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau sebuah organisasi yang khusus didirikan untuk menjawab permasalahan yang ada.

Permasalahan global harus menjadi tanggung jawab kita bersama.


Setiap kita harus mengambil bagian dan berkontribusi terhadap sebuah kemajuan yang kita inginkan untuk terjadi.


Tampaknya kita harus bertanya pada nurani sendiri, "pantaskah kita hanya duduk diam dan melulu bersikap prihatin terhadap kondisi yang terjadi?"


Saya selalu percaya jika saya ingin melihat perubahan, saya yang harus menjadi agen perubahan itu sendiri. Perubahan selalu dimulai dari diri saya dan oleh karena itu saya selalu mengingatkan diri saya. Masalah apapun yang saya hadapi, saya memegang prinsip bahwa sayalah yang harus berubah, bukan orang lain. Memang tidak mudah, benar sekali tidak mudah. Untuk dapat melakukannya, kita harus mengorbankan banyak hal. Yang terutama adalah ego kita sendiri.

Pendekatan saya terhadap suatu masalah harus berubah
Jika sebuah permasalahan timbul, apa yang menjadi tindakan kita? Panik? Marah? Ngomel? Mengeluh? Lantas, apakah tindakan kita menjadikan permasalahan lebih baik?

Saya harus melakukan sesuatu untuk melihat perubahan
Andai suatu masalah ngak pernah selesai nich, apakah anda berharap ada seseorang yang mau berkorban atau anda yang mau berkorban untuk melihat perubahan terjadi?

Value vs Quality

Di dalam pekerjaan saya, saya diharuskan untuk berhadapan langsung dengan karyawan. Suatu ketika, karyawan menyampaikan sebuah kalimat "Kalau perusahaan mau karyawannya kerjanya excellent, perusahaan juga harus berani bayar harganya dong." Hal ini menjadi perenungan saya, apakah memang kualitas dari pekerjaan yang kita lakukan tergantung dari berapa bayaran kita untuk melakukan pekerjaan kita atau malahan sebaliknya? Berapa bayaran kita tergantung dari kualitas pekerjaan kita?

Saya tidak tau jelas nilai dari setiap orang, bisa jadi berbeda. Saya pribadi percaya bahwa kita akan mengerjakan segala sesuatunya sesuai dengan kualitas diri kita dan kualitas diri kita tidak begitu saja otomatis naik seiring dengan kenaikan value yang orang lain tetapkan bagi kita. Pertanyaannya, apakah kualitas bisa naik? Tentu saja bisa, namun hal tersebut naik seiring dengan kesadaran dan penerimaan kita akan tanggung jawab di dalam kehidupan.

The Change That We Need

Saya sering belajar bahwa kedewasaan seseorang bertumbuh seiring dengan penerimaan tanggung jawab. Saya sering mengalami titik dimana saya merasa saya ingin mencapai lebih dan pada suatu waktu lainnya saya dibuat frustasi karna apa yang saya harapkan tidak terjadi begitu saja. Lantas saya mencari tahu, apa masalah saya dan mengapa di kala saya sudah mengupayakan yang terbaik; yang saya harapkan belum tentu datang?

Perlahan saya belajar kuncinya ada pada tingkat dimana saya mau menerima tanggung jawab saya yang tidak hanya terbatas pada melakukan yang terbaik dari dalam diri saya namun juga mengadopsi suatu pola pikir baru yang mengubahkan tindakan saya/cara saya yang perlu diubah. Yah, bukankah seringkali masalahnya ada pada diri kita tapi mungkin dibutuhkan keadaan gawat darurat untuk mengubahkan kita? Saya pribadi seringkali terhalang oleh kemalasan saya untuk mengubah kebiasaan saya. Saya sadar saya harus mengubah beberapa hal tapi saya suka menunda untuk berubah karna merasa begini sudah baik. Dengan menyadari bahwa Tuhan bukan hanya ingin setiap kita hanya sekedar baik melainkan menjadi lebih baik lagi, saya mendapatkan kekuatan untuk mengambil bagian dalam perubahan yang saya rindukan untuk terjadi.

Berubah tidak selalu mudah, tapi perubahan yang kita perlukan sesungguhnya adalah perubahan dari dalam diri. Diri kita... bukan orang lain...Lets change or we'll never see something change!

God strengthen us more and more:)

Expired Date

Halo apa kabar? Semoga hari ini ada hal-hal baik yang kamu alami, meski tidak menyenangkan tapi percaya kalau semua terjadi untuk sebuah maksud kebaikan :)

Kisah saya hari ini ada hubungannya dengan expired date. Kejadiannya dua kali berhubungan dengan expired date sehingga saya diingatkan beberapa hal dari kejadian tersebut.

Kisah yang pertama adalah ketika seorang pembeli di toko kami mengembalikan produk minuman yang dibeli karna produk tersebut sudah lewat dari masa berlakunya alias udah ngak bagus dikonsumsi. Memang saya akui, kami jarang sekali memperhatikan hal tersebut karna kami tidak pernah menumpuk stock dan barang-barang tersebut fast moving. Suatu keanehan memang, tapi kisah yang pertama mengajarkan kami untuk jauh lebih berhati-hati. Hal ini bisa terjadi karna satu dan lain hal, kami bisa saja menyalahkan supplier kami karna kami yakin betul barang tersebut new arrival tapi kami harus menerima hal yang merupakan bagian dari tanggung jawab kami yaitu melakukan pengecekan. Masuk akal jika customer tersebut komplain, puji Tuhan dia dapat memaklumi.

Kisah yang kedua adalah ketika hari ini papa membeli produk minuman instan dari SPG yang mengunjungi toko-toko. Papa beli 3 dus karna harganya cukup murah. Karna barang kamipun sebelumnya habis, maka saya mengeluarkan produk tersebut dari dusnya dan mulai menggantungnya. Berdasarkan pengalaman kisah yang pertama, maka kali ini saya mengecek expired date. Saya terkejut karna saya menemukan bahwa expired date yang tercantum sudah lewat dari bulan yang sedang berjalan. Jika kisah pertama saya berhubungan langsung dengan pembeli, kisah kedua saya berhubungan langsung dengan penjual yang dengan sengaja mencampurkan produk yang sudah kadaluarsa dan belum kadaluarsa. Beruntungnya, berbekal pengalaman pertama saya; saya mengecek produk tersebut sebelum sampai di tangan pembeli. Kisah kedua mengingatkan saya akan pengalaman saya di kisah yang pertama plus pengalaman baru tentang expired date.

Saya belajar dari penjual yang seringkali memikirkan keuntungannya sendiri meski harus mengorbankan orang lain. Dari sisi penjual, adalah sebuah kerugian jika harus menangungg produk expired date. Apalagi dalam kejadian yang saya alami, hampir semua dari isinya sudah kadaluarsa. Mudahnya, saya menjualnya saja kepada konsumen. Logikanya, kemungkinan pembeli satuan untuk memeriksa expired date itu kecil sekali.

Saya belajar . . .
1. Seringkali kita meremehkan hal-hal kecil.
Apa yang kita invest di masa kini akan kita tuai di masa mendatang, kita tentu sering dengar. Kalo kita invest hal yang positif tentu akan menuai yang positif, tapi bagaimana dengan kecil-kecil yang negatif? Kita sering ngomong "ahhh ngak apa-apa lahhh." atau memang karna kecil kita suka ngak sadar. Biasanya, kalo udah sadar udah telat. Contoh : sering ngak sih kita cek masa expired? Atau kita menganggap remeh hal kecil seperti mengecek expired date? Memang ngak apa-apa kalaupun kita mengkonsumsi yang udah kadaluarsa, tapi juga ada kemungkinan kenapa-kenapanya. Jadi, kalau ada pilihan yang ujung-ujungnya positif buat kita. Ayoklah susah sedikit, repot sedikit, yang penting positif :)

2. Saya memperlakukan sebagaimana ingin diperlakukan.
Mudahnya, saya bisa menjual produk tersebut kepada konsumen. Tapi hari-hari ini saya terus menerus diajar lewat manual book kehidupan yang saya baca. Ada sebuah kisah yang mengajarkan saya untuk memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Ngak semua orang bisa. Kenapa? Karna udah populer, hidup itu ngak adil. Nah, kita sering menanamkan di otak kalo kita menerima yang tidak adil. Kita pikir kita berhak nentuin adil atau ngak nya. Padahal yang berhak cuma sang pencipta. Wong sama-sama makan nasi loch, jadi siapa berhak ngadilin siapa? Kita sering mengukur tindakan orang lain. Yah dia juga udah jahat sama saya, yah saya jahatin balik. Kalau ngak ada kesempatan, jahatin yang lain aja. Enak ajaaa, ngak mau rugi donkkk. Ya ngak sih? Karna saya udah baca manual book, udah ngerti harusnya gimana. Pikiran yang cenderung mengarahkan saya kepada kemudahan yang ujung-ujungnya mematikan, saya belokkan kepada pikiran yang benar. Saya tentu tidak mau membeli produk yang expired, apalagi mengkonsumsinya. Meski produk tersebut gratis atau bahkan karna kelalaian saya sendiri, ogahhh. Jika saya tidak mau, apa mungkin ada manusia lain yang mau?

Dunia ini butuh seseorang yang lebih baik!

[Febryna Halim]

Gratitude



Antri busway...

Membuang waktuku di jalan kalo setiap hari saya harus mengalami hal seperti yang saya alami hari ini, menunggu berjam-jam seakan tidak ada pengaturan waktu yang baik. Tapi hari ini saya belajar bersyukur dan tidak mau mengeluh "kenapa begini dan kenapa begitu".

Saya bersyukurrrrrrr sekali bisa pulang dengan selamat , utuh sama seperti ketika saya pergi tadi pagi. Saya bersyukur ketika pulang dapat makan, mandi dan berkisah disini. Saya bersyukur saya bisa bersama dengan keluarga yang menyambut saya dan bukannya menolak saya Saya bersyukur hari ini saya diingatkan betapa buruknya mengeluh itu.

Rahasianya adalah mengeluh hanya memperkecil kekuatan kita

Apapun yang terjadi, ingat saja untuk slalu mengucap syukur. Tanda bahwa kita percaya penuh sama Dia, yang maha kuasa!

Time is MORE Than MoNey



Kurang lebih belum tepat seminggu yang lalu, saya bertemu seorang teman untuk ngobrol. Setelah ngobrol cukup lama saya lantas bertanya, "jam berapa sekarang?" Dia menjawab dan horee masih belum waktunya pulang. Kamipun melanjutkan pembicaraan. Beberapa saat kemudian saya menanyakan jam lagi. Diapun tiba² berkata " kamu tau ngak kalo lagi ketemu sama orang terus ngeliatin jam melulu itu artinya kamu pengen cepet² udahan." Hayohloh! Benar juga apa yang dia katakan. Saya tidak menyadari dan sebenarnya tidak bermaksud demikian. Waktu pertemuan kita adalah malam hari, saya perlu pulang tepat waktu. Pembicaraan kami malam itu sangat serius dan sayapun sangat menyimak apa yang dia sampaikan. Namun saya belajar pengalaman berharga malam itu, jangan sampai orang lain tidak merasa dihargai.

Hari ini saya ada janji dengan seorang teman. Saya tunggu² dia tidak kunjung datang. Padahal sms sebagai reminder sudah saya kirim dan juga sudah mendapat balasan darinya. Saya sms lagi pada waktu jam yang sudah ditentukan lewat kira² hampir 1 jam. Tidak mendapat balasan. 30 menit kemudian saya sms lagi. Dia tiba² bilang cancel karena alasan yang ngak jelas. Sontak saya kirimkan sms yang cukup tegas. Isi salah satu kalimatnya adalah " koq elu ngak bisa hargai waktu orang sih? " Tidak dibalas ( lagi ). Cape dehhhhh.

Seorang bijak pernah berkata "TIME IS MORE THAN MONEY"

Siapa Takut?

Kesadaran untuk mengembangkan diri harus dimiliki oleh setiap kita yang dianugrahkan sebuah kehidupan. Bagaimana kita mengembangkan diri? Bukan hanya dengan menyerap ilmu sebanyak²nya namun tetap melakukan hal yang biasa orang² lakukan! Oh, itu terlalu biasa untuk sebuah kehidupan yang luar biasa.

Yang ku pahami hari² ini bahwa untuk mengembangkan diri, aku butuh beranjak ( beranjak merupakan tindakan ) dari pola lamaku kepada pola yang telah diperbaharui. Tentunya hal tersebut harus masuk dalam proses penempaan dari hari ke hari. Proses pengikisan dari sebuah kebiasaan tidak sehat kepada kebiasaan tidak sehat lainnya. Yang ku maksudkan di sini adalah bahwa kita harus berani berubah.

Berkembang adalah salah satu ciri² pertumbuhan. Namun banyak yang terjebak dalam zona amannya sehingga boro² berkembang ;p terlalu takut mengambil resiko dan harus kembali mengalami kegagalan menjadi pertimbangan untuk mereka memilih hidup begini² saja, mengalir^-^! Banyak orang berpikir kenapa hidupku ngak berubah, kenapa orang² masih begitu menyebalkan, kenapa nasibku masih begitu sial, kenapa, kenapa dan kenapa. Hidup ini terlalu berarti untuk hanya diisi dengan pertanyaan² yang mengasihani diri sendiri, menjebak kita untuk tetap di tempat bahkan terjungkang jauh ke belakang.

Pikirkanlah pikiran² yang berani

Lakukanlah tindakan² yang berani

Raihlah perubahan yang kita impikan ^-^

Andai saja kita mau lebih mengambil resiko untuk berubah, dan selanjutnya berkembang. Betapa menyenangkannya sebuah kehidupan akan menjadi karena setiap harinya kita akan diperhadapkan dengan raksasa² yang harus kita kalahkan.

Seringkali yang mengecilkan kekuatan kita adalah diri kita sendiri. Permasalahan sesungguhnya bukanlah raksasa yang begitu besar namun dengan kekuatan siapa kita menjalani proses kehidupan.

Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."

Percakapan Mengenai Kesuksesan

Percakapan mengenai kesuksesan^-^!

A : kapan yah jadi orang sukses?

B : jangan pernah tanya itu kepada siapapun kecuali sama diri kita sendiri. Sekeras apa

kita mau berdoa dan berusaha?

A : kalo orang di sekitar qta kayaknya ngak mendukung, eh meragukan gitu qtanya juga

jadi down.

B : Karena itu penting untuk kita memiliki jati diri...kepribadian..Kita harus jadi orang

yang paling mengenal dan mengerti apa yang jadi titik lemah dan titik kekuatan kita. Setiap org memiliki kelemahannya sendiri² sekalipun mereka yang tampak begitu kuat di luar namun pasti ada satu sisi yang rapuh... yang tidak dapat kita lihat secara kasat mata. Kita harus berbangga atas hidup kita karena kita diciptain cuma 1 dan ngak ada pribadi seperti kita. Kita bisa sukses karena tekad, karakter kita yang ada di dalam. Penilaian org, suasana, keeadaan, kesempatan.. itu tergantung karakter yg kita miliki. Kalo kita orang yang tidak berkarakter maka kita akan dengan mudah dilemahkan keadaan, org, situasi, dsb. Jika kita udah tau titik lemah kita, ayoo bangun itu. Jadikan kelemahan kita sebagai peluang. Kesempatan untuk setiap orang itu sama. 1 hari 24 jam tapi yang membedakan orang sukses atau ngak adalah orang menggunakan 24 jam untuk bekerja keras, orang menggunakan 24 jam untuk memanjakan diri. Kesuksesan kita akan sampe mana? Ask our self “ Kita tipe org yg mana^-^ “. Gue pecaya bgttt..orang yang sekarang kita liat sukses itu pasti ada sejarahnya. Ngak ada orang yang sukses karena emank dia dilahirkan untuk sukses. Ada mereka yang dilahirkan tidak normal, namun ada diantara mereka yang berhasil. Kita semua lahir ngak bawa ap² koq, baju pun ngak ada cuma modal tubuh yang normal. Coba sadari kelengkapan tubuh kita sebagai modal yang udah THN kita anugrahin ke kita sebagai modal untuk meraih kesuksesan karena itu penting untuk kita menjadi bijak.. sehingga modal awal yang udah JC percayakan tidak jadi sia-sia. Kadang itu tampak berat. Gue pribadi sering putus asa kenapa dari dulu gue ngak menyadari hal yang baru gue sadari sekarang. Tapi tidak pernah ada kata terlambat selama kita masih dikasih kehidupan n 1 hal lagi yang terpenting jangan lupa berdoa... berdoa sblm ngapa²in.. inget.. jaga pikiran. Dasar untuk sukses adalah karakter. U mungkin bisa dengan cepat naik ke jabatan yang menurut orang² u tuh udah sukses. Dengan cara ajaib, mungkin kesempatan tapi ingetttt di atas situ ngk gampang. Kalo u punya mental tempe, u bakal cepet jatoh yang akhirnya cuma malu-maluin diri kita karena sesungguhnya kita ngak pantes ada di sana. Kenapa sekarang kita belum sukses... bukan tidak sukses...tapi belumm. Yah karena gue percaya sekarang kita lagi dipersiapkan untuk jadi orang yang kuat jika one day kita ada di atas sana. THN ngak pengen malu²in kita. Makanya sekarang..yuks kita mau dengan tekun n setia ikutin prosesnya THN^-^

Berani berubah

Aku dulunya adalah tipe orang yang memaklumi apa yang menjadi kelemahanku, aku bukan tipe orang yang keras terhadap diri sendiri dengan selalu menghakimi diri atau menyesal berlebihan, menyalah-nyalahkan diri jika aku berbuat suatu hal yang salah..tidak, aku tidak seperti itu, dengan alibi bahwa it’s me… Inilah aku dan aku tidak cukup memiliki kesadaran untuk memiliki niat untuk mengubahnya. Yahhh lagi² karena it’s me, inilah aku ;p aku terlalu belajar untuk menerima diriku apa adanya sehingga tanpa disadari aku telah mengabaikan hal² yang semestinya bisa aku ubah. Bayangkan, betapa banyak kesempatan atau peluang yang telah aku lewatkan hanya karena aku mempertahankan alibiku bahwa inilah aku, aku memanjakan diriku, aku memaksa orang lain untuk menerimaku.

Namun hari² ini aku belajar mengubahnya. Sesuatu yang ku rasa sebagai sifat alami bukanlah tameng untuk aku tidak belajar memperbaiki sesuatu yang sebenarnya kurang baik.

Aku adalah orang yang pelupa, tidak…aku tidak membuat tulisan ini untuk menyatakan pada dunia aku adalah seorang pelupa. Bukan suatu hal yang baik juga untuk aku mengatakan hal yang kurang baik dari diriku mengingat ada seseorang yang terus menerus komplain sewaktu aku menyatakan kelemahanku ;p Seseorang sedang mengajarkanku berkata² positif^-^ Aku sedang belajar untuk memperbaiki sifat pelupaku ini, karena itu dalam proses pembelajaranku aku rindu membagikan beberapa hal yang ku dapatkan^-^

Dulunya aku tidak mengganggap bahwa sifat pelupa ini adalah suatu hal yang patut dipermasalahkan. Tanpa disadari hal itu membentukku menjadi orang yang merasa tidak bertanggung jawab atas sesuatu yang sebenarnya membutuhkan pertanggungjawabanku. Jika aku berkata “ oh iya, lupa.” Kesempatan juga sudah pergi, bahkan alasan untuk menyesalpun sudah tidak tersisa karna toh sudah lewat karena kelupaanku itu. Huh… sekarang, aku tidak akan melewatkan kesempatan. Sayangggggg…….. ^-^!

Tips :

Untuk mengatasi kelupaanku itu aku belajar mencatat, aku jadi rajin” mencatat. Bukan hanya ituuu, bahkan aku menjadi orang yang terstruktur, terorganisir, terjadwal dan tidak menjadi sembarangan, tidak mengalir begitu saja karena aku membiasakan diriku untuk mencatat. Wow luar biasaaa. Dulunya aku orang yang tidak terlalu memperhatikan bahwa aku harus memiliki hidup yang teratur agar hidupku menjadi terarah tapi sekarang… sangat berbeda. Yang kedua, aku belajar berkonsentrasi. Tidak bisa dipungkiri aku sering lupa karena aku begitu sering mencampuradukkan yang ada. Jika mencatat adalah solusi untuk membantu aku menjadi seorang yang tidak pelupa, tidak berkonsentrasi & suka mencampuradukkan adalah salah satu penyebab kenapa aku bisa menjadi pelupa. Begitu menyenangkan untuk menemukan masalah yang menyebabkan penyakit ;p

Pelajaran berharga :

1. Tidak membiasakan untuk membiarkan hal² kecil karena itu membuat kita seringkali tidak menyadari bahwa kita telah berada pada titik yang tidak sehat.

2. Tidak mempertahakan paradigma yang salah hanya dengan alibi memang aku begini adanya, inilah aku^-^! karena itu artinya kita sedang membangun tembok yang menghalangi sesuatu yang mengarah kepada perbaikan yaitu perubahan paradigma, ijinkanlah diri kita dibentuk. Oleh dan lewat siapapun.. apapun..

3. Kelemahan bukanlah alasan untuk mempersalahkan diri namun adalah motivator untuk kita memperbaiki diri.

4. Gaya hidup kita mempengaruhi akan menjadi orang seperti apa diri kita, tidak pernah ada bahwa sifat adalah merupakan pembawaan dari lahir namun sifat adalah sesuatu yang terus menerus bergerak searah dengan gaya hidup yang kita anut.

5. Jangan terfokus pada akibatnya hanya untuk menemukan bahwa kita sudah menghabiskan begitu banyak waktu tanpa sebuah pergerakan ke arah yang lebih baik. Carilah penyebabnya!

Be better each day^-^!

EnJoy, Say "Not Too Bad"

Orang yang berhasil adalah orang yang dapat mengubah keadaan tidak menyenangkan menjadi menyenangkan

Hari² ini begitu banyak beban yang mampir di pundak saya, setidaknya itulah yang saya rasakan. Tanpa disadari saya menjadi orang yang cukup emosional. Ngak ngomel² mungkin tapi ngedumel dalam hati dan pikiran. Keadaan atau hal yang biasanya saya anggap angin lalu bisa mempengaruhi saya begitu saja. Sungguh merasa tidak normal. Hari ini mengajarkan saya 3 buah kata yang sederhana

Tidak

Terlalu

Buruk

^-^! Belajar memuji, belajar melihat kepositifan, belajar melihat kebaikan jauh lebih besar dari keburukan. Jadi, mulai hari ini jika saya menganggap keadaan/situasi/orang lain terlalu buruk dan rasanya sulit untuk melihat hal-hal positif, saya harus mulai dengan menambahkan kata TIDAK.