Tampilkan postingan dengan label Life StyLe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life StyLe. Tampilkan semua postingan

The Best Thing That U CAN Do To Show Your Love

Rutinitas dan kesibukan seringkali mencuri yang kekuatan dan kemampuan terbaik dari dalam diri kita yaitu kasih. Kasih dapat mengubahkan suatu kehidupan tetapi apakah mengasihi merupakan salah satu target pencapaian dalam agenda kita pada setiap hari-hari kita? Sayangnya, bahkan mereka orang yang paling dekat dengan kita hanya menerima sisa-sisa dari waktu yang kita punya.


Seseorang pernah berkata "jika tujuan kesuksesan karir saya adalah bagi keluarga, lantas kenapa keluarga merupakan hal pertama yang saya korbankan demi tujuan tersebut?"


Sebuah perenungan bagi kita semua. Kita bisa jadi orang yang terlihat sukses tetapi memiliki kehidupan yang tidak memperkaya kehidupan orang lain. Satu-satunya cara untuk membuat anda tetap kaya dan membuat orang lain juga kaya secara bersamaan bukanlah dengan mengumpulkan harta dan membaginya kepada semua orang. Saya rasa, anda juga pasti keberatan ;)

Banyak hal sederhana dan praktis yang dapat kita lakukan untuk memperkaya kehidupan orang lain. Mungkin, hanya butuh 30 detik untuk melakukannya namun anda tidak akan pernah menyadari betapa besar dampaknya terhadap kehidupan seseorang yang anda sentuh.

Pikirkan ini, sapaan "selamat pagi" yang ramah kepada satpam kompleks anda, senyum ramah kepada orang-orang yang anda temui di jalan, sebuah pelukan hangat bagi anggota keluarga anda, sebuah sapaan hangat lewat BBM, sms kepada seorang teman.

Saya memiliki sebuah pilihan di tengah kesibukan saya sepanjang hari untuk bersikap tidak perduli atau sebaliknya. Ketika pulang dan merasa lelah, saya punya pilihan untuk menolak permintaan orang tua saya yang terkesan terlalu banyak bagi saya yang sedang lelah atau tetap melayani mereka. Ya, saya masih perlu sedikit memaksakan diri untuk melayani orang tua dan adik-adik saya dengan cara sederhana seperti memotong buah untuk mereka, pijit papa mama dan fokus pada kebutuhan-kebutuhan mereka dibandingkan kebutuhan saya sendiri. Melelahkan, ya. Menyenangkan, ya. Apa prioritas anda?


Prioritas saya untuk memiliki kehidupan yang tidak hanya memperkaya diri saya melainkan juga orang lain dan saya harus mulai dengan sebuah sikap sederhana tanpa motif pribadi, hanya ingin melayani.


Pagi ini saya sedang dalam keadaan yang terburu-buru sebenarnya. Pagi-pagi saya dapat BBM dari pacar yang nanya titipan form kliring yang dia titipin ditaruh dimana. Karna saya kerja, saya harus meninggalkannya di tempat yang sudah saya informasikan kepada dia supaya nanti dia bisa ambil kalau sempat. Saya pun membuat sebaris kalimat kecil yang bunyinya "Love (sign) you". Singkat, karna ingat? Saya sedang buru-buru ;)

Hal ini saya ceritakan bukan untuk pamer kemesraan atau kebahagiaan, percaya deh. Kami juga suka berantem, beda pendapat dan banyak hal. Tapi hari ini, saya membagikan sebuah hal sederhana tentang mengeluarkan kekuatan yang terbaik dari dalam diri kita untuk mengasihi orang lain. Terutama orang-orang yang berada dekat dengan kita.

Bahan Yang Diperlukan. Spidol dan kertas. Saya lebih suka menggunakan spidol warna-warni.

Ini sebenarnya cuma ada tulisan dengan warna pink, yang hijau-hijau itu balesan dari doi. Slip setoran itu barang yang mau doi ambil.





Sekian sharing berikut tips sederhana nya. Hari ini sebenarnya banyak cerita lain, potong buah buat Domestic Helper saya, buatin salad buat mama, potong buah untuk sekeluarga. Semua saya lakukan dalam keadaan tubuh yang extra lelah hari ini entah kenapa, mungkin mengikuti cuaca dingin. Besok-besok cerita lagi karna My Best tentu tidak akan berhenti sampai hari ini saja. I wish to hear from u too.

Happy Loving,
Febryna Halim

Keep Your Strength Under Control

Ketika kita membuka mata di pagi hari, tanpa disadari sudah ada daftar rutinitas yang kita jalani secara berurutan dari hari ke hari; minggu demi minggu atau bahkan bulan demi bulan. Dari mandi pagi, membereskan tempat tidur, memasak untuk sarapan pagi (mungkin), lalu berangkat kerja dan menghadapi kemacetan sebelum akhirnya duduk seharian di depan komputer sampai akhirnya di malam hari di penghujung hari kita , kita akan masuk ke tempat tidur sambil menyimpulkan betapa menyenangkan atau betapa menyebalkannya hari ini sembari memprediksi tentang hari esok. Buktinya, gue sering baca timeline yang isinya "besok pasti mata gue bengkak", "besok akan jadi hari yang tidak menyenangkan" dan beberapa kalimat dengan tujuan yang sama. Masa depan.

Kehidupan yang penuh dengan rentetan rutinitas serta hal-hal tidak menyenangkan yang tidak dapat dihindari setiap hari dapat membuat semangat kita surut di pertengahan minggu dan seakan di-recharge kembali pada weekend.

Apakah memang semangat hanya akan ada pada titik puncak setelah weekend atau liburan panjang? I think, it's all about what we decide. How do u think?


Saya juga mengalami hal yang di atas setiap hari, mulai dari kemacetan di pagi hari hingga berbagai kejadian yang membutuhkan kekuatan yang terkontrol dari dalam diri saya untuk menghadapinya tanpa dipengaruhi rasa tidak bersemangat.

Saya selalu percaya bahwa kesempatan bukanlah sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Kesempatan adalah waktu yang dipertemukan dengan kekuatan yang dikontrol.


Mungkin ada beberapa orang yang kelihatannya memiliki kekuatan yang lebih untuk menyelesaikan setiap tantangan yang terdapat pada sebuah kesempatan. Kita mungkin adalah orangnya, namun satu hal; jangan pernah lupakan sebuah kalimat yaitu kekuatan yang di bawah kendali anda. Artinya, anda mungkin akan mengalami hal yang buruk atau keadaan yang diluar rencana anda. Tapi, kuasailah dan kendalikanlah diri anda agar anda tidak kehilangan kesempatan-kesempatan yang baik setiap hari.

Pemahaman yang Salah Tentang Memberi

Tindakan kita sesungguhnya banyak didasari oleh pemahaman kita akan suatu hal. Berikut adalah pemahaman yang salah tentang memberi sehingga memberi bukanlah suatu kesukaan dan kebiasaan bagi sebagian besar orang.

Memberi membuat kita menjadi miskin.
Memberi membuat kita kekurangan.
Memberi membuat kita kesusahan.
Memberi merugikan diri kita.
Memberi identik dengan materi.


Memberi seringkali identik dengan sebuah usaha atau effort yang harus dilakukan namun bagi saya, sesungguhnya memberi lahir dari ketulusan hati yang tidak mementingkan diri sendiri.

Di jaman ini dimana kebanyakan orang sibuk dengan urusannya sendiri. Ada yang sibuk menimbun kekayaan, ada yang sibuk berjuang melawan waktu, ada yang sibuk membangun masa depan dan kehidupannya sendiri, semua sibuk. Siapa yang tidak sibuk?

Sayapun sibuk, sayapun tenggelan di dalamnya dan tidak senang diinterupsi. Hal ini membuat saya mengabaikan hal-hal kecil yang dapat saya lakukan untuk membuat orang lain merasakan kebaikan Tuhan. Hari ini saya mengingatkan diri sendiri untuk terbiasa memberi dengan mengesampingkan sejenak apa yang menjadi kepentingan saya.

Pemberian kita menyenangkan hati orang lain dan juga menyenangkan hati Tuhan.

Pemberian tidaklah rumit. Kita tidak perlu mengeluarkan semua tabungan kita dan membagi-bagikannya kepada orang lain. Hanya dengan 5 menit kita dapat memperhatikan orang lain lewat text msg, dengan 5 menit kita dapat menelepon ke rumah dan berbincang sejenak dengan anak di rumah, dengan 2 menit kita dapat membantu orang tua menyeberang jalan, dengan 30 detik kita dapat mempersilahkan orang yang lebih tua untuk mengambil bangku yang kita tempati di kendaraan umum. Banyak hal yang dapat kita lakukan. Lantas, kenapa tidak melakukannnya?

Lewat pemberian kita, orang lain dapat merasakan kebaikan Tuhan.

Let's be generous :)
Febry

Sebelum Pacaran, Kudu Tau!!!

Gue bangun hubungan dengan pacar gue yang sekarang sudah hampir 4 tahun, sama masa PDKT kira-kira sudah 5 tahun. Membanggakan rasanya kalo mengenang kenapa dulu kita bisa jadian.

Waktu itu baik gue maupun dia udah menjomblo selama kurang lebih 3 tahunan, dia liat gue di suatu acara training. Waktu itu gue juga bukan tipe cewek yang obral meskipun udah menjomblo 3 tahun lebih. Malahan, gue cenderung menutup diri terhadap lawan jenis. Gue cuma punya 3 sahabat lelaki. Gue termasuk tipe cewe yang menarik. Perlu di-mention kalo gue jomblo cukup lama bukan karna ngak ada yang mau. Hahahaha. Banyak yang minta kenalan dan lebih dekat tapi ngak gue tanggepin. Di benak gue pada saat itu, gue ngak perlu dekat dengan orang yang gue udah tau gue ngak mau dekat sama dia. Lagipula, gue sangat menikmati hidup gue.

I KNOW WHAT I WANT EXACTLY IN MY LIFE SO I KEEP MY SELF FROM WASTING MY TIME.

Gue rasa sangat penting buat kita, pria dan wanita untuk tahu hal ini sebelum memutuskan untuk membangun hubungan :

1. Percaya Diri.
Cape banget loch kalo lo punya pacar yang bentar-bentar tanya dia cantik atau ngak, lo sayang dia atau ngak. Jelas, dia ngak percaya sama dirinya sendiri. Gimana dia bisa percaya sama lo? Ya ngak? Repot kan kalo ngak ada kepercayaan diri. Hehehe..

Gimana dengan cowo yang cemburuan berat? Cape juga kan kalo lo ribut tiap hari cuma karna hal-hal sepele yang sebenernya problemnya di kepercayaan diri cowo lo yang ngerasa kurang keren dibanding temen kuliah lo dulu :P

Pengakuan itu ngak seharusnya datang dari orang lain. Lo harus jadi orang yang bisa menghargai diri lo sendiri. Pada akhirnya, itu nanti akan mempengaruhi cara lo berhubungan dengan orang lain. Betul kita memerlukan dukungan, betul kita memerlukan kata-kata afirmasi. Tapi salah kalo lo nilai diri lo berdasarkan cara orang lain treat lo :) Lo harus liat diri lo sebagai seorang pribadi yang bernilai. Lo diciptakan dengan apa adanya diri lo, ngak ditambah dan ngak dikurangin karna ibarat masak, rasanya itu sudah pas untuk dinikmati. So u are :) Lo dengan adanya diri lo sekarang pasti bisa do something great! But first, u have to know who you are. Dari sana lo akan punya yang namanya value.

2. Tau kenapa lo ada.
Selain kepercayaan diri, gue rasa kita juga perlu tau kalo kita tuh hidup buat apa. Soalnya kalo lo ngak tau u hidup buat apa, lo akan cenderung buang waktu lo buat hal-hal yang nantinya akan lo sesali. Kalopun di masa lalu lo udah sempat jatuh dalam hal yang sia-sia it's okay. If now u know, it means u still have time :)

Kalo lo tau lo kenapa ada, lo akan lebih mudah tau keputusan apa yang lo mau ambil. Termasuk keputusan untuk membangun hubungan dengan siapa :)

Dulu gue pernah merasa kosong karna gue ngak tau siapa gue dan gue hidup buat apa. Tapi lewat suatu pengalaman dimana gue merasa hancur hati, kehidupan gue diperbaharui secara total sama Tuhan yang gue percaya. Diawali dengan motivasi yang salah, melarikan diri kepada Tuhan untuk melupakan kejadian yang membuat gue terluka. Tapi pada akhirnya gue ketemu dua hal di atas sehingga 24 September 2007 waktu pasangan gue yang sekarang minta gue jadi pasangan dia, gue jawab YES karna YES i know who i am and i know what i want :)


Kalo ditanya apakah gue sekarang menyesal dengan keputusan gue, sama sekali ngak. Konflik pasti ada karena perbedaan karakter, latar belakang keluarga, dsb. Tapi setiap persoalan jadi lebih mudah diselesaikan karna kami punya pedomannya.

So guys, daripada sibuk nyari pacar. Mending sibukin diri untuk menjadi seorang pribadi yang utuh sehingga pada waktunya nanti, lo dan pasangan lo akan menjadi "COMPLETE" :)

Rasa Syukur Stiap Hari

Hari ini mama beliin martabak kesukaan kita (gue and adek-adek) di pasar deket rumah yang kira-kira jaraknya 5 menit jalan kaki dari rumah gue. Di keluarga gue, gue ngak pernah ngerasa bokap nyokab gue pilih kasih. Seperti yang terjadi pagi ini, nyokab beliin martabak seorang dua buat gue and ade gue. Lucu banget... Yah, itulah nyokab gue. Gue selalu bersyukur sih punya nyokab kayak mama karna anaknya ada 4 tapi dia selalu mikirin semuanya tanpa membedakan meski banyak sikap mama yang kadang gue ngak habis pikir. Mama juga selalu sediain sarapan buat kita, meskipun dia ngak masak sendiri karna pagi-pagi mama udah harus buka toko. Banyak deh perhatian mama ke anak-anaknya. Semua hal itu buat gue bersyukur punya keluarga kayak gue sekalipun juga ada banyak hal yang buat gue kurang nyaman.

Dalam hidup gue belajar, banyak hal yang membuat kita tidak nyaman dapat kita keluhkan setiap hari. Dari cuaca panas, macet, sampe-sampe bokap nyokab yang cerewet. Rasanya, banyak hal yang bisa buat kita ngak puas sama kehidupan kita.

Kenapa sih mengeluh? Bukannya memang kehidupan tidak selalu berjalan sempurna?


Sekalipun pada orang yang kita lihat secara kasat mata memenuhi kriteria "sempurna" di mata kita. Di dalam manusia sempurna idaman kita, merekapun memiliki suatu impian dan harapan yang belum kesampaian sehingga jika ditanya mungkin mereka belum puas dengan kehidupan yang mereka jalani. Sehingga perlu kita tanyakan kepada diri kita sendiri :
"Apakah kebahagiaan identik dengan sebuah pencapaian?"

Hmm, gue rasa tidak. Karna gue yakin kalo selama kita "hidup", impian dan harapan kita tidak pernah mati. Lantas, jika impian dan harapan kita belum tercapai; apakah kita mau hidup dalam kematian? Jika jawabannya TIDAK, STOP MENGELUH dan membandingkan kehidupanmu dengan manusia manapun di muka bumi sehingga kita bisa menghidupi kehidupan yang memang dimaksudkan bagi kita.




Nyesel? Boleh donkk!!

Ada ngak sih suatu kejadian hidup yang buat lo nyesel setengah mati? Kalo gue, BUANYAKKK. Banyak hal yang kalo gue pikirin tuh buat gue mikir "coba kalo dulu gue....", "coba kalo kemaren gue...."

Dan guess what? Gue paling sebel deh kalo harus kepikiran gitu. Apa gunanya sih nyesel?

Emank bisa diulang lagi?
Emank bisa buat lu tuh jadi enjoy sama hari ini?
Emank gunanya apa?


Lantas gue jadi berpikir, trus gunanya penyesalan itu apa dong? Gue sampai pada kesimpulan, penyesalan itu berguna juga loch!

Penyesalan buat kita menyadari kesalahan yang sudah pernah kita buat
Penyesalan harusnya buat kita bisa mengakui kalo yang kemarin itu salah
Penyesalan harusnya memperingatkan kita apa yang salah dan membuat kita melakukan apa yang benar


Itu gunanya! Jadi nyesel boleh dong? :D

Lagi kepikiran aja,
Febryna Halim

Terima kasih Tuhan


Tuhan, biar aku inget Kamu ngak cuma waktu keadaan lagi happy n aku ucap syukur sama Kamu tapi biar aku juga bisa lihat secercah pengharapan yang ada di dalamMu pada saat-saat sulit di dalam kehidupanku agar aku dapat menjadi orang yang senantiasa mengucap syukur.

Hidup dengan Sebuah Visi

Kalimat "Tuhan memiliki tujuan bagi kehidupan setiap orang" tidak asing di telinga saya. Bahkan, saya sering mengucapkan kalimat tersebut agar orang lain memahami betapa berharganya mereka di mata Tuhan. Ternyata, tau saya tidak cukup. Saya jadi menyadari bahwa selama ini mungkin saya terlalu nyaman dan merasa cukup hanya sampai sebatas mengetahui tujuan tersebut, namun melalui kelas pemuridan COL kemarin malam saya tersentak mengetahui bahwa visi tersebut Tuhan berikan untuk saya kerjakan.

Sebaris pertanyaan mendorong saya untuk berpikir "Bagaimana agar tujuan tersebut dapat terlaksana dalam kehidupan saya?" Saya tau saya harus melangkah dan mulai membuat perencanaan. Hal yang dimana saya akui saya kurang namun saya harus kerjakan agar visi tersebut dapat digenapi lewat kehidupan saya. Sungguh sangat disayangkan jika saya berhenti sampai tahap mengenali apa yang menjadi kekuatan dan visi saya tanpa melihat benih yang sudah Tuhan taruh dalam diri saya bertumbuh.

Sungguh menyeramkan dalam bayangan saya jika saya nanti yang entah kapan waktunya akan meninggal TANPA menghasilkan buah sepanjang kehidupan saya :( tapi bersyukur sekali Tuhan mengijinkan saya untuk dapat melihat posisi kehidupan yang sedang saya jalani saat ini sehingga saya dapat melakukan perubahan yang diperlukan dalam kehidupan saya agar pada akhirnya saya dapat melihat visi Tuhan tergenapi.

Ini bukan tentang kehidupan yang saya inginkan melainkan kehidupan yang Tuhan inginkan.

Saya adalah seorang pengusaha yang menjadi saluran berkat bagi banyak orang di masa depan saya.
AMIN.

I created for more than NOW!

bad times? Lets praise God

Di dalam keadaan kurang menyenangkanlah seringkali :
Iman kita meningkat
Keputusan kita lebih baik
Karakter kita lebih baik
Ketahanan kita lebih baik
Kreatifitas muncul
etc etc

Jadi, ketika hari ini kamu mengalami saat-saat tidak menyenangkan... Jangan putus asa... Bersiaplah untuk tumbuh menjadi seseorang yang lebih baik... Jangan menyerah... Ketika tidak ada lagi alasan untuk berpikir positif, mendekatlah padaNya sang sumber pengharapan :)

Good or Bad, God is still

Seringkali ketika keadaan berjalan baik dan segala sesuatunya terjadi dengan menyenangkan, target terpenuhi, impian demi impian tercapai dan kita mulai menyaksikan kebaikan Tuhan. Namun nurani saya sedikit terusik, bagaimana jika kita berada dalam keadaan sebaliknya? Apakah kita akan tetap mengucap syukur?

Sayalah saksi hidup dimana setiap detik kehidupan saya dapat saya katakan tidak lebih dari kasih karunia Tuhan. Sayalah orang yang merasa terbatas dan tidak memiliki apa-apa namun Tuhan membawa saya pada pengalaman demi pengalaman dimana saya diberkati, saya mencapai impian saya, target saya, berjalan melewati saat-saat tersulit dalam kehidupan saya dan saya tidak melihat semua terjadi karna usaha saya semata-mata. Saya yang merasa terbatas, namun Tuhanlah yang mendorong saya mencapai tempat dimana saya rindu untuk berada. Saya bukan orang yang konsisten dalam mengandalkan Tuhan, saya juga bukan orang luar biasa dengan prestasi akademis luar biasa. Begitu banyak alasan saya untuk mempercayai kemustahilan saat Tuhan menaruh mimpi-mimpi besar dalam hati saya. Sehingga pada saat Tuhan senantiasa meneguhkan mimpi-mimpi saya, maka saya menjadi kuat. Sampai detik ini saya sadar jika saya ada, semua sungguh hanya kasih karunia Tuhan yang memampukan saya menjadi siapa saya hari.

Jika saya saksikan bahwa kehidupan saya sungguh karna kasih karunia Tuhan, tidak berarti saya tidak pernah melewati masa-masa sulit ketika karakter saya, iman saya diuji oleh keadaan. Keadaan tidak selalu sempurna, namun pengharapan kita pada Tuhanlah yang pada akhirnya membawa kita mencapai kemenangan serta menjadikan kita orang yang bersyukur senantiasa.

Yes, though I walk through the [deep, sunless] valley of the shadow of death, I will fear or dread no evil, for You are with me; Your rod [to protect] and Your staff [to guide], they comfort me.

Be happy [in your faith] and rejoice and be glad-hearted continually (always)

Hidup Yang Berarti

Kehidupan dapat mengajarkan kita banyak hal jika saja kita tidak terlalu berfokus pada diri kita sendiri. Saya merenungkan betapa saya melewatkan banyak hal indah jika saya menjadi seorang yang tidak mau tahu pada suatu waktu. Bayangkan betapa banyak hal yang kita lewati jika kita terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri sampai-sampai ketika kita berhenti pada suatu waktu dan sadar kalo anak sudah bertumbuh semakin besar, orang tua menjadi semakin tua, usia kita yang sudah bertambah, namun ada begitu banyak bagian yang tidak dapat kita nikmati. Sungguh disayangkan, membayangkannyapun sudah membuat saya menghela nafas :)

Saya bukan tipe orang yang tertarik dengan setiap hal yang mengusik perjalanan saya. Saya juga bukan tipe orang yang senang menghabiskan waktu untuk sekedar berbasa-basi, saya anggap itu wasting time. Buttt, pemikiran tersebut pada akhirnya saya sadari sebagai suatu perangkap yang menjebak saya menjadi orang yang lebih dari sekedar fokus tapi juga terlalu berfokus pada diri saya sendiri serta pencapaian pribadi seorang saya tanpa memperdulikan sekitar saya.

Mungkin ini hanya sebagian dari kisah perjalanan saya, mungkin anda punya kisah yang berbeda. Namun jika hari ini atau mungkin nanti, hati kecil anda berbisik agar anda berhenti sejenak dari aktifitas dan merenungkan betapa berartinya sebuah kehidupan; maka berhentilah dan ikutilah hati kecil anda. Sadarilah bahwa ada kehidupan diluar lingkaran "keakuan" yang dapat kita sentuh jika saja kita bersikap lebih peka dan bijaksana dalam kehidupan.

Be blessed..

Enggan

Ketika 24 jam aku rasa kurang, aku berharap aku dapat meminta tambahan waktu. Ya, aku tau bukan hanya aku yang menginginkan hal yang sama. "Beberapa dari kami membutuhkan lebih banyak waktu Tuhan," asaku berteriak memohon jika aku diijinkan. Memohon mewakili kami yang selalu merasa kekurangan waktu.

Seketika aku dikejutkan dengan segelintir orang yang patut dijadikan teladan, mereka sukses. Kelihatannya, dalam arti sesungguhnya aku tidak tau. Tapi segelintir orang sukses tersebut tidak termasuk di antara beberapa dari kami yang selalu berharap di dalam hati untuk memiliki tambahan waktu. Mereka adalah orang-orang yang menggunakan waktu mereka secara benar.

Ahhhh, aku lantas tersadar dari keenggananku selama ini, keengganan mengubah caraku menghabiskan waktu. Mereka dan saya punya jumlah waktu yang sama, harusnya saya yang berubah! Bukan menanti sembari berharap sesuatu akan berubah untuk saya. Yayaya, jika mereka bisa, saya juga pasti bisa.

[Febryna Halim]

Pelajaran Dari Seorang Ustad

Saya setuju ketika Pastor saya bilang kalo wisdom itu bisa didapat dimana-mana tapi sayangnya kita jadi kurang berhikmat karna kita mengabaikan didikan. Kisah saya hari ini adalah pengalaman saya ketika saya sibuk menghitung rupiah lembar demi lembar. Ada suara dari televisi yang rupanya isinya kotbah seseorang yang dinamakan ustad jika saya tidak salah sebut. Agama saya Kristen tapi saya tidak antipati dengan agama manapun. Kita semua sama-sama makan nasi dan injek bumi. So, i'm listening him :)

Kembali ke aktifitas menghitung rupiah di sela-sela suara dari televisi. Ehmmm, mungkin lebih tepat jika saya tuliskan..... Kembali ke suara dari televisi di sela-sela aktifitas saya menghitung rupiah. Tokoh agama tersebut sedang berbagi mengenai iman. Katanya kita harus jadi orang yang punya iman, jadi orang yang memiliki pengaruh dan bukannya terpengaruh. Ahh, saya suka sekali dengan statement tersebut. Pikiran sayapun bermain, mencerna kata-kata dari tokoh agama tersebut yang sangat menginspirasi.

Iman adalah sesuatu yang kita percaya atau yakini. Sedangkan apa yang kita percaya serigkali merupakan dasar dari tindakan kita. Jadi, bukan tanpa alasan kenapa tindakan kita bisa benar bisa salah. Tergantung dari apa yang kita percayai. Apakah percaya hal yang benar atau hal yang salah. Masuk akal? Mari kita lanjutkan..

1. Sumber kepercayaan
Kenapa kita percaya kalau matahari terbit di timur dan tenggelam di barat? Karna waktu SD sudah diajarin. Kenapa kita percaya kalau 1 + 1 = 2? Karna waktu TK sudah diajarin. Kenapa ada yang percaya kalau 1 + 1 = 11? My Lil Bro bilang "karna dia ngak sekolah." Nahhh, anak kecil aja tauuu. Jadi kamu harus setuju kalo kita percaya sesuatu karna kita belajar, kita dididik, ada tempat untuk kita berguru. Kehidupan kita juga secara otomatis bisa mengajarkan kita sehingga kita punya kepercayaan. Contoh : sering saya jumpai ABG-ABG koar-koar di twitter atau facebooknya dengan kalimat "Semua cowo sama aja, breng***." Guess what? Ngak jarang loch kalimat-kalimat itu dijumpai. Banyak juga yang setuju dengan statement si gadis ABG. Siapa yang salah, siapa yang benar urusan belakangan. Namun kita harus tau bahwa pengalamanpun bisa menjadi sumber kepercayaan kita. Karna si gadis punya pengalaman kurang baik sama cowo, lantas dia punya kepercayaan kalo semua cowo itu........ Dasar kepercayaannya adalah, apa yang dia alami. Masuk akal.

Dari pohon yang subur diperoleh buah yang baik, dan dari pohon yang tidak subur buah yang buruk.

Kalimat yang saya peroleh dari manual book saya mengajarkan saya satu hal, bahwa saya harus belajar dari manual book yang benar. Saya memiliki pilihan untuk mau dididik atau tidak mau dididik. Saya juga memiliki pilihan untuk memegang kepercayaan atas dasar pengalaman kehidupan saya yang artinya saya berusaha memahami segala sesuatunya sendirian. Saya pribadi, tidak mampu. Karna hidup saya, bukan tentang saya tapi tentang Dia yang menciptakan saya. Saya harus rajin baca manual book dan ngak berhenti sampai disana. Saya juga harus praktekin apa yang guru saya ajarkan disana. Yang pasti, saya harus tertanam pada pohon yang baik sehingga buah saya baik. Pengalaman hidup, pilihan untuk menerima didikan dari sembarangan orang-buku-musik-danlainlain bisa menjadikan kita tertanam pada pohon tidak baik dan buah yang dihasilkan tentunya buruk. We have to choose what we want to hear, what we want to see :) Karna semua yang kita dengan dan lihat bisa menghasilkan iman yang salah. Read your manual book and get to know your creator.

To be continue...

[Febryna Halim]

Bagaimana jika anda diwajibkan untuk membayar?

Di China, negri dimana adik perempuan saya belajar; ada sebuah kebiasaan yang menurut saya menarik. Di pusat perbelanjaan, pengunjung harus membayar untuk setiap kantong plastik yang digunakan untuk membungkus barang belanjaan mereka. Ada yang rela membayar karna mereka tidak mempersiapkan kantong dari rumah, ada juga yang memegang begitu saja belanjaan mereka dengan cueknya, dan ada juga yang membawa dari rumah sehingga mereka tidak perlu membayar.

Di Jakarta, saya temukan banyak sekali orang yang masih gengsi kalo bawa barang di tangan. Seperti di toko kami, banyak tetangga yang minta kantong plastik kecil hanya untuk sebungkus indomie. Lantas, hal ini menjadi sebuah perenungan bagi saya. Andaikan kita diwajibkan untuk membayar atas segala sesuatu yang kita telah boroskan, apakah perilaku kita akan berubah? Adalah suatu pemborosan jika sesuatu dimanfaatkan secara berlebihan, harusnya ngak perlu, sebenarnya ngak perlu, tapi karna kita belum merasakan dampaknya, kita lantas berpikir itu hal biasa. Kita masih segan mengubah perilaku kita hanya karna kita sudah terbiasa.

That's why saya pikir kita harus mengedukasi diri kita dan mulai berpikir untuk generasi mendatang. Bahkan, saya seringkali berkata pada adik saya yang masih berusia 8 tahun untuk memikirkan nasib anak cucunya nanti jika dia memboroskan energi dengan memakai listrik secara boros (tidak mematikan lampu kamar mandi). Saya mengajak dia berpikir untuk orang lain, karna... Kita tidak hidup sendiri ;)

Memberi pendidikan
Anda mungkin berpikir, minta kantong plastik meskipun hanya membeli satu indomie itu wajar. Anda mungkin berpikir saya yang terlalu aneh. Bagaimana jika anda mulai mencari tahu waktu yang diperlukan untuk mendaur ulang sebuah sampah plastik? Bayangkan saja sampah plastik yang dihasilkan hanya dari satu keluarga, dikali banyaknya keluarga di Jakarta, di Indonesia, di seluruh dunia. Edukasi diri anda dan mari berbagi dengan orang lain :) Step number one, we have to know what we're doing!

Selfless
Pendidikan tidak membuat seseorang memiliki kesadaran yang tinggi akan dampak atau akibat yang dapat dihasilkan, hanya orang yang perduli akan orang lain, sedikit memikirkan dirinya sendiri yang mampu berbalik arah, berkata "Ya, selama ini saya telah salah dan saya mau berubah untuk masa depan yang lebih baik."

Hemat janganlah disalahartikan sebagai pelit
Hemat itu tindakan saving
Saving itu memakai 1 juta untuk 1 bulan, yang sebelumnya 1 juta untuk 2 minggu itu boros
Masih berpikir hemat itu pelit?
Sekarang, udah ngak jaman!
Sekarang, boros itu pelit!
Ngak mau bagi, cuma pake sendiri!
Anak cucu teriak "Woiii, nasib gue gimana??"

Dunia memerlukan orang-orang yang lebih perduLi =)

[Febryna Halim]

New Lesson

Firts, i would like to give u an information. Menurut dokter gigi saya, membersihkan karang gigi harus dilakukan 6 bulan sekali, minimal 1 tahun sekali.

Akibat
Jika tidak dilakukan maka gigi kita akan mudah rapuh & menjadi goyang.

Terus terang, mendengar hal tersebut adalah kali pertama bagi seumur hidup saya. Mungkin kamu berpikir "Hello, kemana aja lu???" Ya, harus saya akui memang saya minim sekali memperhatikan kesehatan gigi saya. Menjadi pengecualian jika gigi ini sudah mulai meronta dan berteriak kesakitan ;P Sepatutnya gigi saya sangat senang dalam beberapa hari ini karna saya mulai konsen memperhatikan masalah-masalah pada gigi saya. How about yours, friend? Semoga pengalaman saya menjadi manfaat buat teman-teman sekalian. Sedia payung sebelum hujan, lebih baik mencegah daripada mengobati :)

Beberapa alasan saya malas ke dokter gigi adalah :
1. Sakitnya bukan main.
2. Gigi saya jelek bukan main.
3. Biayanya mahal.

Take a New Step
Hari ini menjadi dilema bagi saya. Setelah kemarin dokter memberitahukan saya perihal pembersihan karang gigi, saya harus memutuskan apakah memang seumur hidup saya tidak akan pernah membersihkan karang gigi atau saya memutuskan adat saya yang aware kalo sudah gawat. Hari ini, horeeee saya berhasilllll melangkah untuk membersihkan karang gigi.

Rasanya gimana?
Mungkin ada juga diantara kamu yang punya pengalaman seperti saya. Tidak pernah membersihkan karang gigi seumur hidup. Rasanyaaaa, sakitttttttttttt. Bener dehhh, sakit! Tapi karna saya sadar betul dampak yang dihasilkan jika saya cuek terhadap masalah kesehatan ini, saya mutusin saya akan disiplin dalam hal ini.

KONSEKUENSI
Seringkali dalam hidup, kita mengabaikan hal-hal kecil yang kalo kita udah sadar malah sudah keburu membesar. Saya ke dokter gigi karna saya udah kesakitan! Kamu tau? Kata dokter, gigi saya yang sakit sudah hampir jadi kista. Mengerikan bukan? Saya bersyukur saya belum terlalu terlambat. 3 alasan yang saya kemukakan tadi bisa menjadi alasan yang kuat. Dalam kehidupan, untuk mengadakan beberapa perubahan mungkin kita memiliki banyak alasan yang rasional. Butttttt, jika saya ambil contoh mengenai 3 alasan saya di atas. Jika saya menunda untuk melakukan apa yang seharusnya saya lakukan, maka saya akan lebih merasa sakit, gigi saya akan lebih jelek dan biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal. Begitu juga dalam kehidupan, ada konsekuensi yang lebih besar yang harus kita tanggung jika kita membuat pilihan-pilihan yang salah dalam kehidupan.

Ask your self WHY?
Seringkali, kita mengadakan penundaan karna kita pikir hal tersebut belum urgent. Dalam pengajarannya, Zig Ziglar pernah mengatakan bahwa setiap penjualan memiliki 5 rintangan dasar : no need, no money, no hurry, no desire, no trust. Saya pikir, kita seringkali menunda karna pertama-tama kita merasa no need. Nah, waktu need nya muncul tentu kita akan cari. Seperti makan, jika kita lapar pasti kita bergegas cari makanan atau kita akan merasa lapar dan saya yakin tidak sedikit yang tidak suka merasa lapar ;P Secara pribadi, jika kita mau jujur; banyak kebiasan positif yang harus kita bangun. Sulit tentunya, namun saya pribadi selalu merangsang need saya dengan bertanya pada diri saya sendiri "Why i have to.....?" Dan saya akan memikirkan akibat jangka panjangnya sehingga kurang lebih saya bisa memprediksi bagaimana jika saya tidak...... dan bagaimana jika saya....? Jangan ketika kita sudah menuai akibat dari pilihan yang salah, lantas we ask people or God "WHY???"

Sekali lagi, semoga pengalaman saya bisa bermanfaat bagi smua.

Im always trust that it's never to late to learn something new!
Learn is Hear --> Do --> Share


[Febryna Halim]

PembelaJaran Hidup

Lama tidak posting, aku lagi sibuk belajar :)

Aku sedang belajar banyak hal lowh hari² ini. Dari akhir tahun lalu sampe tahun ini dihajar habis²an. Tanpa sadar aku jadi orang yang kurang bersemangat gituh n mudah dikalahkan dg persoalan. Ngak setangguh dulu lah. Semangatku ada namun cepat hilang :) Aku lagi baca buku pemimpin yg sedang dibentuk Tuhan. Bgs banget lowh... Hehe. Buku itu memberkati aku banget n menjadi jawaban atas apa yang sedang aku butuhkan. Thx u untuk seorang mentor yang udah inves buku itu untuk aku^.^

Seperti yang qta ketahui, kehidupan itu ada fasenya. Nah stelah sekian lama stuck gitu, buku itu bener² ngajarin aku di fase yang sedang aku jalani sekarang yang seringkali aku juga ngak tau mau share sama siapa :) Tuhan itu baik tentunya. Kalo kata Lie, lebih dari baik. Dasyat, maha dasyat. Yah pokoknya lebih heboh daripada baik deh^.^ Hari² ini sdg sangat bersykur sama God karna ntah kenapa meski aku sering menyimpang atau berkali² jatuh ke dalam kesalahan yang sama tapi Dia tetap setia gituh, malah Dia yang kasih aku kekuatan untuk bangkit lagi bahkan di saat aku bener² udah putus asa sama diriku yang sulittttttttt banget berubah! Senang sekali rasanya n bener² diingatkan lagi untuk tau diri. Kasih setiaNya n kasih karuniaNya membuat hatiku bener² diubahkan.

Banyak hal terjadi, aku bener² pengen menghindar karna aku seperti bosan dan tidak exciting lg terhadap hari²ku. Aku berusaha keras tapi aku ngak bisa membohongi diriku bahwa sebenarnya aku tidak puas dan tidak bahagia. Aku lupa gituh bahwa di setiap masa ada yang namanya pembentukan God. Aku seakan tutup mata dan tutup hati ( nga mau tau ) sama apa yang jadi maksud God di balik semuanya. Boro² ngertiin rencana God, wong jendela n pintu ketutup rapet semua. Haiks, baru sadar :) Di masa pembentukan itu memang tidak enak dan qta cenderung memutuskan untuk menyingkir ke arah yg lebih aman. Setiap qta pasti alami yang namanya masa pembentukan dan saat² dimana qta pengen lari ajah! Tapi puji THN banget aku disadarkan. Kalo ngak, ngak tau deh apa jadinya. He5. . . Lagi² semua karna kasih karuniaNya yang membuat hatiku diubahkan :)

Banyak banget yang harus diperjuangkan dalam hidup. Nga heran banyak yang nyerah n milih buat hidup biasa² aja. Wong jadi luar biasa itu jaga standarnya ribetnya minta ampun. Nga bisa dibohongi klo qta udah mulai ngak bergairah dalam hidup, qta sudah ngak lagi utamain God dalam segala hal. Hubungan dengan God juga cuma sekedar rutinitas. Itu kenapa anak² Tuhan sering ngak mempermuliakan Tuhan di dalam kesehariannya. Termasuk aku disini :) Ati² deh sama roh tradisi (rutinitas) yang membuat qta jadi ngak inofatif (bener nga yah tulisnya gini, cuma bisa nyebut. Nulisnya susah ;P ). Jd inget lagu i surrender all. Lagunya bgs bgt, buat qta sadar kl qta itu bnr² butuh Tuhan anytime, anywhere :) Betapa Dia sudah berkorban begitu banyak buat aku dan kamu :)

Aku temuin dalam hidupku, aku harus lebih banyak berkorban kalo aku mau liat hidupku maksimal. Tapi kali ini aku harus berjuang seperti yang tadi aku bilang, banyak banget yang harus diperjuangkan di dalam hidup. Sering banget deh God ingetin n bukain banyak hal tapi akunya suka membatasi diriku sendiri dengan begitu banyak alasan sehingga aku liat hidupku stuck. Padahal aku yang punya iman tanpa tindakan. Finally i realise that faith is useless without action. Xixixixi.

Aku sempat down karna aku sangat fokus sama apa yang sedang terjadi dan orang² yang ada tapi yah finally i realise that we do all for God and it's all about God. So, i don't care anything but i wish to make Daddy Smile =)

Sekian share ku pada hari ini ( kayak pidato aja >."! ). Doaku hari ini cuma biar kebaikan dan kasih setia God menyentuh hati qta dimanapun qta ada saat ini^.^Membuat qta tidak berani hidup dengan asal.

Stay bLessed and keep intimate with Our Creator

Takut/Nyesel Menikah??

Banyak orang takut untuk menikah. Dengan begitu banyak kenyataan pahit di dalam sebuah pernikahan yang seringkali qta dengar, mungkin dari saudara, kerabat dekat, teman...membuat qta berpikir bahwa pernikahan adalah neraka dunia. Huahahaha. Tapi hubungan tanpa komitmen itupun salah. Bagaimana dengan qta yang sudah terlanjur menikah namun tidak bisa dipungkiri qta berada di dalam neraka. Hidup dengan penuh penyesalan juga tiada berguna. Ini yang mau aku bagiin :)

Tuhan ciptain aku, kamu, qta semua . . . Bukan karna isenk :) Bukan karna Dia ngak ada kerjaan n tiba² tuing... Isenk akh, main² debu eh ciptain Adam n Hawa. Tapi Dia ciptain qta dengan sebuah tujuan :) Begitu juga dengan pernikahan. Pernikahan diciptakan Tuhan juga dengan sebuah tujuan.

Bicara pernikahan, seringkali qta pikir itu adalah sebuah perayaan yang akan berlanjut pada kehidupan dua orang yang tadinya berbeda menjadi satu. Namun pada kenyataannya setelah menghadapi realita dalam pernikahan, yang ada kebanyakan orang jadi stress. Kebahagiaannya cuma bertahan beberapa waktu saja (kata orang²). Selebihnya penderitaan >. Owh benarkah begitu? :) Banyak orang menikah tanpa mengetahui kebenaran bahwa Tuhan itu juga terlibat di dalam pernikahan qta. Siapa yang pernah pikir kalo qta menikah itu juga ada tujuan Tuhannya lowh. Kenapa qta sering liat sebuah pernikahan itu gagal? Itu karna mereka ngak tau kebenaran bahwa di dalam pernikahan mereka itu terdapat tujuan Tuhan =) yaitu :

1.Menciptakan keturunan yang akan menjadi gambar Allah.
Ada yang pikir kalo anak²nya nanti akan jadi duta² Allah yang baru di dunia ini? Atau qta pikir anak itu cuma titipan aja yang dirawat dan dibesarkan dengan caranya qta tanpa mempertimbangkan bahwa anak² qta itu adalah anak² yang sedang dipersiapkan melalui qta untuk melakukan perkara²Nya di bumi :) Jadi atau ngaknya, tergantung pohonnya loh ;)

2.Pernikahan itu bukan sekedar kebahagiaan, tetapi pertumbuhan ( begitu juga dengan hubungan ).
Kenapa ada segelintir orang menganggap sinis sebuah pernikahan/hubungan yang serius? Karena mereka mengejar kebahagiaan sebagai yang terutama sehingga mereka terus menerus kecewa. Kebahagiaan identik dengan kesempurnaan. Ngak enak dikit, udah ngak bahagia. Betul begitu? Aku percaya banget kalo kebahagiaan sejati itu akan qta temukan kalo kehidupan relationship qta dibangun dengan landasan cinta kasihnya Tuhan :) Pertumbuhan yang qta akan capai dalm pernikahan adalah menemukan dan menggenapi tujuan yang Tuhan telah tetapkan untuk qta. So, di dalam pernikahan qta harus saling membangun untuk qta bisa bekerja sama dalam menggenapi apa yang jadi tujuanNya Tuhan. Jadi, nikah bukan untuk seneng² n memikirkan tujuan qta yang pada umumnya adalah punya keturunan biar ada yang ngurus nanti kalo udah tua, biar ada yang ngerawat, biar ada yang sayangin ;P huekekekek.

Tiga level dalam kehidupan qta adalah :
Bertahan
Banyak orang hidup hanya sekedar bertahan. Tipe orang kayak gini tipe pasrah, udah dikasih hidup yah hidup aja. Dikasih miskin yah miskin aja. Asal hidup aja deh.

Sekedar sukses
Banyak orang yang tujuan utama dalam kehidupannya adalah mengejar kesuksesan. Dapet pengakuan dimana², ngak sulit dapet ini dan itu tapi juga tetap ngerasa hidupnya kosong. Hampa terasa. Buat apa?

Bermakna
Duh ideal banget. Happy gitu bayangin hidup begini. Inilah kehidupan yang sesungguhnya. Hidup yang bermakna itu artinya hidup dengan menyelesaikan tujuan.

History Maker

Bukanlah suatu kebetulan kalo Tuhan tempatin qta di bangsa yang ini, keluarga yang ini, sekolah yang ini, tempat kuliah dan tempat kerja yang ini. Tidak ada yang kebetulan. Dia memiliki rencana yang tidak biasa untuk aku dan kamu. RencanaNya adalah rencana yang indah, luar biasa. Bukan rencana yang biasa² saja.

Seneng banget deh dengan menyadari hal di atas membuat mataku terbuka kalo setiap qta itu ditempatkan untuk menjadi seorang history maker. Mungkin qta merasa koq sulit, koq berat, koq ngak gampang yah? Yah, untuk rencana yang besar, qta harus extra mempersiapkan diri. Untuk menjadi seorang history maker, qta ngak bisa hidup biasa. Qta harus menjadi man of excellent.

Mungkin qta berpikir bagaimana mungkin qta bisa menjadi seorang history maker di tengah situasi yang seperti ini dan itu. Aku yakin ada begitu banyak hal yang bisa qta keluhkan dan persoalkan. Namun untuk menjadi excellent or STD pilihan di tangan setiap qta. Seorang yang excellent tidak pernah mengeluhkan persoalan terus menerus karna mereka tau dengan mengeluh sebenarnya mereka sedang mengecilkan kekuatan mereka.

How to be the man of excellent? To be continue. Penasaran, mau kobok² bibLe dL O.O

Semangat yah! Tuhan ciptain kamu dengan sebagaimana adanya diri kamu. Tanpa usah ditambah²in, banggalah sama diri kamu sendiri.

Adalah suatu hal yang pasti bahwa Tuhan mau kamu jadi pengubah sejarah, di tempat dimana kamu berdiri saat ini. Lepas dari apapun yang kamu miliki dan tidak miliki.
Biar kekuatan untuk menaklukkan segala sesuatu turun ke atasmu pada hari ini.
Semangat Semangat!

Takdir

Beberapa waktu yang lalu ketika aku sedang menikmati liburan dengan menonton DVD. Mendadak aku dilemahkan oleh karna tontonan itu. Judulnya ***SenSor***. Ceritanya kraung lebih tentang seorang wanita yang beruntung banget namun sejak dia mencium seorang pria, keberuntungannya berpindah ke pria tersebut. Sang wanitapun menjadi orang yang seakan paling sial kemudian.

Setelah menonton film tersebut, aku bermain dengan pikiranku. Tampaknya film tersebut cukup mempengaruhiku. Aku jadi berpikir apakah memang Tuhan udah mentakdirkan seseorang beruntung dan seorang lagi tidak beruntung. Jadi nasib manusia digolongkan menjadi si beruntung dan si tidak beruntung. Lantas, masuk golongan manakah diriku?

Namun clinggg. Tiba² dapet hikmat. Mana ada sih namanya takdir. Sadar atau ngak, dalam satu hari itu qta diperhadapkan dengan begitu banyak pilihan. Qta mau makan atau ngak, kalau mau makan ya makan apa, kalo makannya nasi goreng mau makan nasi goreng dimana, dan kalo makan nasi goreng di pinggir jalan mau nyobain yang digoreng abang² langganan atau nyobain yang baru, dan seterusnya dan seterusnya. Berapa banyak pilihan yang qta buat setiap hari? Masakah masih dapat dikatakan bahwa semua yang qta alami merupakan takdir? Memang ada hal esensi di dalam kehidupan yang tidak dapat qta ubah, contohnya kewarganegaraan qta, keluarga qta. Mungkin qta lahir di keluarga yang berantakan, qta punya orang tua yang ngak pengertian, dsb. Yah, itulah yang dikatakan bahwa Tuhan merancangkanNya demi kebaikan setiap qta. Namun yang kebanyakan terjadi sebenarnya adalah apa yang terjadi hari ini merupakan akibat dari keputusan yang telah qta buat mungkin kemarin, mungkin juga kemarin².

Apakah takdir itu ada? Sedangkan qta memiliki tanggung jawab atas setiap keputusan² yang qta ambil setiap harinya. Gimana kalo terlanjur salah ambil keputusan? Balik lagi kepada pilihan apakah qta akan terus menjadi orang yang hidup dalam penyesalan atau menjadi orang yang mampu mengatasi kegagalan menjadi sebuah pembelajaran yang akan membawa kepada kemenangan.

Alami kuasa keputusan.
Mari putuskanlah untuk memilih hanya pilihan yang terbaik keesokan hari -.-

Putus Asa

Kemarin malam aku stress di depan komputer. Jujur, beberapa waktu belakangan pikiranku diliputi oleh pemikiran² negatif tentang diriku sendiri. Aku merasa diriku sebagai orang yang gagal dan bahkan tidak dapat melakukan apapun untuk membuat semuanya jadi lebih baik. Kemarin aku salah pencet² di blog jadinya blog ku amburadul tampilannya. Nyeremin, ungu smua boo... Hehehe. Akhirnya setelah beraktifitas, aku benahin blogku di malam hari. Koq aku ngak ngerti gimana caranya. Sedih rasanya. Padahal udah baca semua petunjuknya tapi lagi² mentok. Hiks gregetan jadinya n jadi mikir koq aku ngak bisa >.

Bersyukur banget Tuhan itu memang baik! Akhirnya 1 teman baru mengajariku dengan sabarnya dan jadilah blogku yang sekarang =) Hohohoho. Belakangan aku sadar diriku itu mudah menyerah, ketemu tantangan dan aku pikir aku ngak bisa dan karna itu aku berhenti. Ketidakadaan pengalaman membuatku berpikir memang aku tidak bisa. Yah, ternyata aku masih perlu banyak belajar. Ngak enak banget dikuasai keputusasaan. Koq kesannya qta ngak bisa ngapa²in tapi malam itu selain sedih juga dapet teguran bahwa memang belum bisa dan ngak bisa memiliki perbedaan yang sangat jauh.

Malam itu aku belajar bagaimana memiliki dua hal. Keteguhan dan ketekunan. Malam itu aku hampir memutuskan menyerah. Namun aku ngak mau. Mau sampai kapan aku mundur dan ngak bergerak, pikirku.

Kemampuan menganalisa, kemampuan menginovasi, semua datang dari adanya pengalaman.

Kehancuran dimulai dari keputusasaan dan kepercayaan seseorang bahwa dirinya telah gagal.