Nonton TV bukan menjadi aktifitas favorit gue, atau tepatnya gue ngak punya waktu buat nonton TV. Secara, kalo nonton TV tuh cuma buat gue ngedumel karna hmmm... sorry to say kalo tayangannya tuh bukannya meng-entertain gue tapi malah bikin gue ngerasa "ribet" nontonnya :D Tapi tadi sambil makan, gue sambil nonton TV (yang artinya gue punya waktu bener-bener lebih alias santayy). Hehehehe.
Hal sebaliknya yang berlaku buat anggota keluarga gue yang lain. Hiburan mereka adalah TV. Dan kebetulan hari ini mereka tuh lagi nonton Drama Korea yang ada di salah satu stasiun TV. Gue-pun nimbrung lah. Kalo gue duduk di depan TV-pun gue pasti buka channel news. Tapi rupanya berbeda kali ini karna gue cuma nimbrung. Kalo gue ganti channel, bisa diamuk massa :D
Entah lagi mellow (please baca ulang, bukan melon) atau gimana. Ada adegan dimana tuh sang cewe diprediksi akan meninggal karena mengidap penyakit yang kemungkinan selamatnya kecil meskipun diobati (jangan coba-coba tebak ini film apa, nikmatin aja cerita gue, eheheh). Aduh dari situ semua omongan dan scene di film itu tuh menyentuh hati banget. Gue jadi keinget pacar gue, mau dia senyebelinnnn apapun tapi bener deh punya kesempatan bersama orang yang kita sayang itu bener-bener anugrah :) Smile on my face :)
Emank sih kalo mungkin itu cuma film, tapi dari film itu gue bisa belajar satu hal.
Ya masa iyah andai nanti kita kehilangan yang disayang kita baru mau nyesel?
Gue yakin ngak ada yang mau punya sad ending gitu, hehehe. So, selama kita ada waktu bersama orang-orang kita yang tersayang. Coba yuk appreciate mereka and spend more time with them.
Seringkali hal paling berharga yang dapat kita berikan kepada orang yang kita kasihi adalah waktu kita.
Saya, di malam minggu bersama dengan pacar di rumah masing-masing :P
Febryna Halim
Yang Paling Berharga
Love....
Saya pikir, banyak definisi cinta. Darimana asalnya? Tentu saja pandangan masing-masing orang didasarkan pada pengalaman pribadinya masing-masing. Pengalaman dapat membentuk suatu kepercayaan.
Saya, orang yang pernah merasakan pahitnya dikhianati oleh yang saya percayai. Saya juga pernah merasakan indahnya membuka pintu hati untuk memberi maaf pada orang yang saya pikir bersalah, namun sebaliknya; saya yang meminta maaf. Tidak mudah. Saya pernah merasakan begitu dicintai namun pada suatu ketika yang lain saya merasakan kehilangan cinta yang seperti itu. Saya lantas bertanya-tanya apakah cinta itu tidak abadi?
Saya percaya cinta abadi!
Karna saya percaya bahwa cinta itu bukan ketika kita memberi karna kita diberi.
Bukan juga ketika kita mengambil karna kita telah diambil.
Love is not when we give cos we've given.
Love is not when we take cos we've taken.
Firman yang saya renungkan mengajarkan saya untuk mengasihi orang lain melebihi saya mengasihi diri saya sendiri dan untuk memperlakukan orang lain sebagaimana saya ingin diperlakukan. Saya belajar. Saya terpukau atas pengajaran tersebut karna saya tau bahwa manusia seperti saya memiliki keterbatasan. Namun, teladan yang luar biasa dari sang Juru Slamat menguatkan saya setiap kali saya merasa tidak mampu.
Cinta itu adalah memberi yang terbaik dari apa yang dapat saya beri, bukan memaksakan diri untuk memberi di kala kemampuan memberi saya tidak sebesar harapan orang lain. Cinta itu memberi apa adanya tapi tidak ala kadarnya. Cinta itu waktu saya komitmen untuk berjuang bersama-sama dengan orang lain. Waktu saya ada di saat dia susah maupun senang. Cinta itu waktu saya memikirkan cara untuk menjadi jawaban bagi orang lain, daripada menuntut orang lain menjadi jawaban bagi saya. And i think the hardest part is...
When others don't give enough to me, i'm stop to give.
But now i know...
Love is all about giving. It does not make me look like a stupid person cos when i'm giving, i build myself.
Happy Valentines Day friends...
Have a cheerful and fabulous Day!
Kalimat Roman Yang Tak Mau Terlupakan
Inspirasi datang tiba-tiba untuk Roman Indonesia.
Ngak perduli apa yang terjadi, asal ada kamu di samping aku. Itu udah cukup buat aku.
Ngak ada yang lebih menyedihkan dari prasaan tlah disia-siakan.
Menjadi yang terbaik, dengan atau tanpa kamu.
Enthusiasm iN Love
Sudah sejak lama ...
Seperti tidak ada usaha lagi untuk merawat cinta yang tadinya membara.
Aku sudah berusaha terlalu lama seorang diri.
Mencoba belajar mengabaikan semua rasa terabaikan.
Dan tetap memberi cinta.
Herannya rasaku tidak berubah.
Bahkan kurasakan kasih yang lebih lagi.
Kupelajari kasih adalah tentang memberi.
Meski tidak diberi.
Kasih tidak mencari keuntungannya sendiri.
Meski aku merasa sudah memberi banyak.
Kadangkala kupikir ku bodoh.
Di dunia, tidak ada yang mau sendiri.
Bayangkan, dalam dunia dua orang aku tetaplah harus menjadi seorang aku.
Ku hanya bertanya-tanya "Bagaimana jika aku adalah seorang yang rapuh? Tentunya tidak akan ada kisah diantara kita."
Ku hanya bertanya-tanya "Tidakkah terlintas di pikiranmu bahwa sebuah hubungan adalah suatu perjalanan yang akan sangat membosankan jika kamu tidak lagi mengusahakannya."
Semoga aku dapat bertahan dan menahan diri untuk bertanya.
Sesungguhnya, aku tak tahan lagi...
Takut/Nyesel Menikah??
Banyak orang takut untuk menikah. Dengan begitu banyak kenyataan pahit di dalam sebuah pernikahan yang seringkali qta dengar, mungkin dari saudara, kerabat dekat, teman...membuat qta berpikir bahwa pernikahan adalah neraka dunia. Huahahaha. Tapi hubungan tanpa komitmen itupun salah. Bagaimana dengan qta yang sudah terlanjur menikah namun tidak bisa dipungkiri qta berada di dalam neraka. Hidup dengan penuh penyesalan juga tiada berguna. Ini yang mau aku bagiin :)
Tuhan ciptain aku, kamu, qta semua . . . Bukan karna isenk :) Bukan karna Dia ngak ada kerjaan n tiba² tuing... Isenk akh, main² debu eh ciptain Adam n Hawa. Tapi Dia ciptain qta dengan sebuah tujuan :) Begitu juga dengan pernikahan. Pernikahan diciptakan Tuhan juga dengan sebuah tujuan.
Bicara pernikahan, seringkali qta pikir itu adalah sebuah perayaan yang akan berlanjut pada kehidupan dua orang yang tadinya berbeda menjadi satu. Namun pada kenyataannya setelah menghadapi realita dalam pernikahan, yang ada kebanyakan orang jadi stress. Kebahagiaannya cuma bertahan beberapa waktu saja (kata orang²). Selebihnya penderitaan >. Owh benarkah begitu? :) Banyak orang menikah tanpa mengetahui kebenaran bahwa Tuhan itu juga terlibat di dalam pernikahan qta. Siapa yang pernah pikir kalo qta menikah itu juga ada tujuan Tuhannya lowh. Kenapa qta sering liat sebuah pernikahan itu gagal? Itu karna mereka ngak tau kebenaran bahwa di dalam pernikahan mereka itu terdapat tujuan Tuhan =) yaitu :
1.Menciptakan keturunan yang akan menjadi gambar Allah.
Ada yang pikir kalo anak²nya nanti akan jadi duta² Allah yang baru di dunia ini? Atau qta pikir anak itu cuma titipan aja yang dirawat dan dibesarkan dengan caranya qta tanpa mempertimbangkan bahwa anak² qta itu adalah anak² yang sedang dipersiapkan melalui qta untuk melakukan perkara²Nya di bumi :) Jadi atau ngaknya, tergantung pohonnya loh ;)
2.Pernikahan itu bukan sekedar kebahagiaan, tetapi pertumbuhan ( begitu juga dengan hubungan ).
Kenapa ada segelintir orang menganggap sinis sebuah pernikahan/hubungan yang serius? Karena mereka mengejar kebahagiaan sebagai yang terutama sehingga mereka terus menerus kecewa. Kebahagiaan identik dengan kesempurnaan. Ngak enak dikit, udah ngak bahagia. Betul begitu? Aku percaya banget kalo kebahagiaan sejati itu akan qta temukan kalo kehidupan relationship qta dibangun dengan landasan cinta kasihnya Tuhan :) Pertumbuhan yang qta akan capai dalm pernikahan adalah menemukan dan menggenapi tujuan yang Tuhan telah tetapkan untuk qta. So, di dalam pernikahan qta harus saling membangun untuk qta bisa bekerja sama dalam menggenapi apa yang jadi tujuanNya Tuhan. Jadi, nikah bukan untuk seneng² n memikirkan tujuan qta yang pada umumnya adalah punya keturunan biar ada yang ngurus nanti kalo udah tua, biar ada yang ngerawat, biar ada yang sayangin ;P huekekekek.
Tiga level dalam kehidupan qta adalah :
Bertahan
Banyak orang hidup hanya sekedar bertahan. Tipe orang kayak gini tipe pasrah, udah dikasih hidup yah hidup aja. Dikasih miskin yah miskin aja. Asal hidup aja deh.
Sekedar sukses
Banyak orang yang tujuan utama dalam kehidupannya adalah mengejar kesuksesan. Dapet pengakuan dimana², ngak sulit dapet ini dan itu tapi juga tetap ngerasa hidupnya kosong. Hampa terasa. Buat apa?
Bermakna
Duh ideal banget. Happy gitu bayangin hidup begini. Inilah kehidupan yang sesungguhnya. Hidup yang bermakna itu artinya hidup dengan menyelesaikan tujuan.
Prinsip Dasar Menjaga Komitmen Suatu Hubungan
Komitmenku dan Ryu (pasanganku) sudah dimulai sejak 24 September 2007. Dari awal qta berkomitmen, emank udah jelas tujuan dari hubungan qta adalah pernikahan. Meski usiaku masih terbilang sangat muda, aku udah berpikir serius tentang masalah yang satu ini :)
Sebelumnya, masing² dari qta udah pernah bangun hubungan tapi karna satu dan lain hal hubungan qta masing² itu harus kandas di tengah jalan. Yahhh, hubungan qta dengan yang sebelumnya aku yakin juga serius n tujuannya juga sama yaitu pernikahan. Masih inget lah jamannya sedih² karna putus itu tapi secara pribadi aku selalu percaya kalo Tuhan ngak akan pernah ijinin qta menikah dengan pasangan yang tidak tepat.
Bicara pernikahan itu bicara seumur hidup. Meski aku bukan expert di bidangnya karna aku sendiripun belum nyemplung tapi aku pengen banget bisa share apa yang aku dapatkan selama ini mengenai relationship dengan lawan jenis. Aku punya pengalaman sangat menyedihkan tentang kehilangan orang yang aku kasihi dan perlu dicatat bahwa pada waktu itu aku sangat serius! Aku ngak pernah memulai sebuah hubungan dengan maksud main², tapi hampir semuanya berakhir dengan air mata :) Tapi kalo saat ini aku bisa memulai suatu hubungan yang baru tanpa dipengaruhi oleh luka² masa lalu, aku bisa bilang kalo rumusnya adalah sama. Untuk memulai suatu yang baru, qta harus bener² tinggalkan/lepaskan/copot/buang jauh² yang lama². Simpen di gudang aja udah ngak perlu :) Intinya hati qta harus beres! Karna di depan manusia qta bisa pura² yah, tapi kalo bicara hati. Itu udah paling nga bisa boong. Sengsara banget ngak sih boongin hati. Mulai suatu hubungan yang baru tapi takut ... tapi ngeri ... tapi trauma ... Apalagi dengan cap yang sering qta denger "Semua cowo/cewe" sama aja ;P Sulit buat beranjak yah. . . Apalagi menikah itu merupakan suatu keputusan penting.
Aduh jadi panjang lebar. Balik lagi ke kalimat di paragraf sebelumnya. Bicara pernikahan itu bicara seumur hidup. Di atas tadi aku sempet share bahwa Tuhan ngak pernah ijinin qta menikah dengan pasangan yang tidak tepat. Itu dalam konteks happy ending dimana qta bisa ambil pilihan yang tepat untuk ngak ngotot sama maunya qta tapi bela²in biar kehendakNya yang jadi. Kayak aku yang putus sedih² itu, bukan karna masalah sepele karna cemburu dsb tapi karna masalah yang prinsip banget. Kepercayaan yang dihianati berulang kali ( duwh jadi buka kartu deh --"! Ato malah curhat colongan ;P Apapun itu sSsssttttt loh yah) dan begitu banyak hal yang ngak bisa aku paparkan satu per satu. Tapi percayalah kalimat bahwa Tuhan ngak pernah ijinin qta menikah dengan pasangan yang tidak tepat. Kecuali hidup qta diluar Tuhan, itu bisa saja terjadi. Tapi andai² nasi sudah menjadi bubur, percaya yang kedua. Seberapapun qta telah merasa salah dan menyimpang... Percayalah bahwa rencanaNya ngak pernah berubah untuk qta =) Tinggal bagaimana qta kembali ke jalanNya yang agag susah setelah qta udah lama di "posisi" itu. Jadinya kaku. Anda mengerti apa yang saya maksud dengan kaku? Hihihi. Sulid berubah karna udah ngedekem di posisi itu² aja ( yang kurang baik untuk kesehatan pertumbuhan qta ). Emank loh buat berubah itu ngak gampang. Ibarat mesin yang udah jarang aktif, tapi tergantung pake oli apa yah ;) Jadi, sekarang... masalahnya di oli. Ayo pake oli murahan ato ...? Pake kepercayaan semu atau kebenaran kekal?
Duwh kalimat yang bicara pernikahan itu bicara seumur hidup jadi ngak selesai² (yah ciri² penulis itu mungkin pikirannya terlalu liar ;P ada yang setuju dengan saya? Zzzz mala cari pendukung ;). Bicara pernikahan itu bicara seumur hidup, jadi alangkah bijaksananya kalo qta membangun hubungan dengan cara yang benar dan tentunya hanya dapat dijalani dengan memiliki prinsip² yang benar yang bisa qta temukan di dalam firman Tuhan.
^o^WaniTa^o^
Aku unik dan berharga….Aku diciptakan untuk menjadi lebih, bahkan untuk menjadi sesuatu yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Sungguh berbeda dengan waktu dimana aku belum sungguh² mengenal penciptaku. Ya yaaaa aku mengakui bahwa DIAlah yang mengubahkan aku…penuh….sepenuh hidupku. Menjadi seorang wanita yang mempunyai citra diri yang sehat dan sungguh menyadari keberadaanku di dalamNya.
Ngak bisa dipungkiri banyak pengalaman masa laluku dalam membangun hubungan dengan lawan jenis membuatku ngak bisa benar² menjadi seorang wanita yang utuh. Aku hidup dengan pertanyaan bertubi² mengenai “ Apa memang aku wanita yang tidak layak untuk dicintai “ Namun berbeda dengan sekarang, aku menyadari keberadaanku dalamNya membuat pria yang berjalan bersamaku adalah orang yang paling beruntung karena dia mendapatkan seorang wanita yang utuh di hadapan Tuhan.
Wanita, hati²lah dalam memilih pria untuk mendampingimu karena pasanganmu bisa menjadi orang yang paling berpengaruh dalam hidupmu. Pastikan kita memilih pria yang dewasa secara karakter dan rohani karena kedewasaan itu yang akan membawa kita pada hubungan² yang meskipun tidak mulus jalannya tetapi akan menjadi perjalanan yang sangat menyenangkan karena kita menempuhnya bersama orang yang tepat.
- Lebih baik terlambat daripada menghabiskan waktu berjalan bersama orang yang tidak tepat hanya untuk mengetahui pada akhirnya dia bukanlah untukmu sementara hatimu… perasaanmu sudah menjadi korban ketidaksabaranmu -





