Tampilkan postingan dengan label life lesson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label life lesson. Tampilkan semua postingan

Excellence vs Mediocrity

Yesterday's excellence 
is today's mediocrity


Today's excellence 
is tommorrow's mediocrity

Saya termasuk salah satu orang yang dulunya merasa kalau saya itu bukan siapa-siapa. Namun, sejak saya menemukan tujuan hidup saya, ada sesuatu yang mendesak dari dalam hati kecil saya. Sulit untuk berpangku tangan dan hidup ala kadarnya saja. Saya tahu bahwa saya dapat melakukan sesuatu untuk merubah seluruh jalan cerita di dalam kehidupan seorang saya. Dari latar belakang tersebut, tumbuhlah sebuah keyakinan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama. 


Mulailah menerima kenyataan tentang keadaan kita hari ini sebagai sebuah masalah, bukannya fakta. Ketika kita melihat keadaan kita hari ini sebagai masalah, maka kita tahu bahwa selalu ada jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi. Seringkali, kita terlalu cepat menyerah sebelum kita menemukan jalan keluarnya dan mulai menganggap masalah yang kita hadapi sebagai fakta. Akibatnya, kita tidak pernah keluar dari keadaan tersebut.


Berhentilah membandingkan diri kita dengan orang lain. Setiap orang memiliki competancy yang berbeda-beda. Tidak adil bagi diri kita kalau kita membandingkan diri kita dengan orang lain. Yang perlu kita lakukan adalah membandingkan diri kita hari ini dengan diri kita yang kemarin. Pastikan kalau kita membuat kemajuan. Mungkin, kita belum bisa memenuhi standar orang lain. Namun, jika kita telah berhasil membuat rekor baru di dalam kehidupan kita, let's celebrate =)


Setiap orang besar dan setiap orang yang kita lihat sukses hari ini, mereka pernah memulainya dari suatu tempat. Dan mungkin, tempat itu adalah tempat dimana kita sedang berdiri saat ini.  Let's start today!


Much Love,
Febryna Halim

Do u have a reason to be grateful for?


Sering banget kita mengeluh menghadapi situasi jalanan yang tidak karuan, rekan kerja yang menyebalkan, situasi kantor yang tidak menyenangkan, orang tua yang kelewat cerewet (baca:over caring), penyesuaian dengan pasangan yang sama sekali berbeda kepribadiannya, and so on. Apakah situasi di atas menciptakan warna tersendiri yang memperindah kehidupan? Atau malahan, mencuri semangat dan energi untuk menghidupi hidup?

There's always something we could be thankful for! Febryna Halim



Saya yakin berbagai situasi dan pengalaman yang tidak menyenangkan dapat memberikan kita pelajaran yang sama sekali berbeda dari yang diajarkan oleh situasi menyenangkan. Sebagai contoh, di pagi hari ketika saya bertemu dengan orang yang memasang raut wajah muram, saya tidak berpikir bahwa memang orang tersebut menyebalkan tapi mungkin ia sedang mengalami hal yang buruk. Saya lantas berpikir bahwa selalu ada suatu hal yang patut kita syukuri meskipun banyak hal yang tidak berjalan semestinya. Mengapa kita bermuram hati? Sayapun membagikan senyum agar orang tersebut dapat menyadari bahwa ya, selalu ada hal yang patut kita syukuri! Keadaan tersebut membuat saya memiliki perspektif baru terhadap kehidupan.

Selalu ada suatu hal yang patut kita syukuri meskipun banyak hal yang tidak berjalan semestinya. Febryna Halim

Banyak hal dalam kehidupan kita yang out of our control. Dan kita akan hidup distressfully jika kita berusaha mengontrol hal-hal tersebut. Jika Anda mau terbebas dari stress, berhentilah mengontrol segala sesuatunya.


Don't let the problem define who u are. Febryna Halim!


Do u have a reason to be grateful for? I tell u once, u don't need the reason. There's always something we could be grateful for! And there's always something we could learn from surroundings.

How to Change a Life?

Ada beberapa orang yang jika saya berada di sekitar mereka, mereka membuat saya merasa besar. Lewat teladan mereka, mereka mampu mendorong saya untuk naik lebih tinggi menjadi pribadi yang lebih baik.

Ada beberapa orang yang jika saya berada di sekitar mereka, mereka membuat saya merasa kecil. Dengan lantang berusaha menunjukkan siapa mereka di mata saya dan berpikir dengan begitu mereka sedang mendorong saya untuk menjadi sama dengan mereka.

Good is never enough.

Tidak semua orang dapat meng-handle saya, tidak semua orang memiliki faith terhadap diri saya. Tapi saya tetap mengucap syukur karena dengan demikian saya mampu mensyukuri yang sedikit.

Seorang sahabat sejati mengenal siapa Anda, termasuk kelemahan Anda namun tetap mengasihi Anda apa adanya. Jeffrey.R.


Many life will change if we're willing to give our unconditional love, fullest acceptance and wholehearted caring. Febryna Halim.

Live is short, it's worth to live in the fullest.
Live Yours, dear friend...

Sebelum Pacaran, Kudu Tau!!!

Gue bangun hubungan dengan pacar gue yang sekarang sudah hampir 4 tahun, sama masa PDKT kira-kira sudah 5 tahun. Membanggakan rasanya kalo mengenang kenapa dulu kita bisa jadian.

Waktu itu baik gue maupun dia udah menjomblo selama kurang lebih 3 tahunan, dia liat gue di suatu acara training. Waktu itu gue juga bukan tipe cewek yang obral meskipun udah menjomblo 3 tahun lebih. Malahan, gue cenderung menutup diri terhadap lawan jenis. Gue cuma punya 3 sahabat lelaki. Gue termasuk tipe cewe yang menarik. Perlu di-mention kalo gue jomblo cukup lama bukan karna ngak ada yang mau. Hahahaha. Banyak yang minta kenalan dan lebih dekat tapi ngak gue tanggepin. Di benak gue pada saat itu, gue ngak perlu dekat dengan orang yang gue udah tau gue ngak mau dekat sama dia. Lagipula, gue sangat menikmati hidup gue.

I KNOW WHAT I WANT EXACTLY IN MY LIFE SO I KEEP MY SELF FROM WASTING MY TIME.

Gue rasa sangat penting buat kita, pria dan wanita untuk tahu hal ini sebelum memutuskan untuk membangun hubungan :

1. Percaya Diri.
Cape banget loch kalo lo punya pacar yang bentar-bentar tanya dia cantik atau ngak, lo sayang dia atau ngak. Jelas, dia ngak percaya sama dirinya sendiri. Gimana dia bisa percaya sama lo? Ya ngak? Repot kan kalo ngak ada kepercayaan diri. Hehehe..

Gimana dengan cowo yang cemburuan berat? Cape juga kan kalo lo ribut tiap hari cuma karna hal-hal sepele yang sebenernya problemnya di kepercayaan diri cowo lo yang ngerasa kurang keren dibanding temen kuliah lo dulu :P

Pengakuan itu ngak seharusnya datang dari orang lain. Lo harus jadi orang yang bisa menghargai diri lo sendiri. Pada akhirnya, itu nanti akan mempengaruhi cara lo berhubungan dengan orang lain. Betul kita memerlukan dukungan, betul kita memerlukan kata-kata afirmasi. Tapi salah kalo lo nilai diri lo berdasarkan cara orang lain treat lo :) Lo harus liat diri lo sebagai seorang pribadi yang bernilai. Lo diciptakan dengan apa adanya diri lo, ngak ditambah dan ngak dikurangin karna ibarat masak, rasanya itu sudah pas untuk dinikmati. So u are :) Lo dengan adanya diri lo sekarang pasti bisa do something great! But first, u have to know who you are. Dari sana lo akan punya yang namanya value.

2. Tau kenapa lo ada.
Selain kepercayaan diri, gue rasa kita juga perlu tau kalo kita tuh hidup buat apa. Soalnya kalo lo ngak tau u hidup buat apa, lo akan cenderung buang waktu lo buat hal-hal yang nantinya akan lo sesali. Kalopun di masa lalu lo udah sempat jatuh dalam hal yang sia-sia it's okay. If now u know, it means u still have time :)

Kalo lo tau lo kenapa ada, lo akan lebih mudah tau keputusan apa yang lo mau ambil. Termasuk keputusan untuk membangun hubungan dengan siapa :)

Dulu gue pernah merasa kosong karna gue ngak tau siapa gue dan gue hidup buat apa. Tapi lewat suatu pengalaman dimana gue merasa hancur hati, kehidupan gue diperbaharui secara total sama Tuhan yang gue percaya. Diawali dengan motivasi yang salah, melarikan diri kepada Tuhan untuk melupakan kejadian yang membuat gue terluka. Tapi pada akhirnya gue ketemu dua hal di atas sehingga 24 September 2007 waktu pasangan gue yang sekarang minta gue jadi pasangan dia, gue jawab YES karna YES i know who i am and i know what i want :)


Kalo ditanya apakah gue sekarang menyesal dengan keputusan gue, sama sekali ngak. Konflik pasti ada karena perbedaan karakter, latar belakang keluarga, dsb. Tapi setiap persoalan jadi lebih mudah diselesaikan karna kami punya pedomannya.

So guys, daripada sibuk nyari pacar. Mending sibukin diri untuk menjadi seorang pribadi yang utuh sehingga pada waktunya nanti, lo dan pasangan lo akan menjadi "COMPLETE" :)

Nyesel? Boleh donkk!!

Ada ngak sih suatu kejadian hidup yang buat lo nyesel setengah mati? Kalo gue, BUANYAKKK. Banyak hal yang kalo gue pikirin tuh buat gue mikir "coba kalo dulu gue....", "coba kalo kemaren gue...."

Dan guess what? Gue paling sebel deh kalo harus kepikiran gitu. Apa gunanya sih nyesel?

Emank bisa diulang lagi?
Emank bisa buat lu tuh jadi enjoy sama hari ini?
Emank gunanya apa?


Lantas gue jadi berpikir, trus gunanya penyesalan itu apa dong? Gue sampai pada kesimpulan, penyesalan itu berguna juga loch!

Penyesalan buat kita menyadari kesalahan yang sudah pernah kita buat
Penyesalan harusnya buat kita bisa mengakui kalo yang kemarin itu salah
Penyesalan harusnya memperingatkan kita apa yang salah dan membuat kita melakukan apa yang benar


Itu gunanya! Jadi nyesel boleh dong? :D

Lagi kepikiran aja,
Febryna Halim

Hidup dengan Sebuah Visi

Kalimat "Tuhan memiliki tujuan bagi kehidupan setiap orang" tidak asing di telinga saya. Bahkan, saya sering mengucapkan kalimat tersebut agar orang lain memahami betapa berharganya mereka di mata Tuhan. Ternyata, tau saya tidak cukup. Saya jadi menyadari bahwa selama ini mungkin saya terlalu nyaman dan merasa cukup hanya sampai sebatas mengetahui tujuan tersebut, namun melalui kelas pemuridan COL kemarin malam saya tersentak mengetahui bahwa visi tersebut Tuhan berikan untuk saya kerjakan.

Sebaris pertanyaan mendorong saya untuk berpikir "Bagaimana agar tujuan tersebut dapat terlaksana dalam kehidupan saya?" Saya tau saya harus melangkah dan mulai membuat perencanaan. Hal yang dimana saya akui saya kurang namun saya harus kerjakan agar visi tersebut dapat digenapi lewat kehidupan saya. Sungguh sangat disayangkan jika saya berhenti sampai tahap mengenali apa yang menjadi kekuatan dan visi saya tanpa melihat benih yang sudah Tuhan taruh dalam diri saya bertumbuh.

Sungguh menyeramkan dalam bayangan saya jika saya nanti yang entah kapan waktunya akan meninggal TANPA menghasilkan buah sepanjang kehidupan saya :( tapi bersyukur sekali Tuhan mengijinkan saya untuk dapat melihat posisi kehidupan yang sedang saya jalani saat ini sehingga saya dapat melakukan perubahan yang diperlukan dalam kehidupan saya agar pada akhirnya saya dapat melihat visi Tuhan tergenapi.

Ini bukan tentang kehidupan yang saya inginkan melainkan kehidupan yang Tuhan inginkan.

Saya adalah seorang pengusaha yang menjadi saluran berkat bagi banyak orang di masa depan saya.
AMIN.

I created for more than NOW!

bad times? Lets praise God

Di dalam keadaan kurang menyenangkanlah seringkali :
Iman kita meningkat
Keputusan kita lebih baik
Karakter kita lebih baik
Ketahanan kita lebih baik
Kreatifitas muncul
etc etc

Jadi, ketika hari ini kamu mengalami saat-saat tidak menyenangkan... Jangan putus asa... Bersiaplah untuk tumbuh menjadi seseorang yang lebih baik... Jangan menyerah... Ketika tidak ada lagi alasan untuk berpikir positif, mendekatlah padaNya sang sumber pengharapan :)

Good or Bad, God is still

Seringkali ketika keadaan berjalan baik dan segala sesuatunya terjadi dengan menyenangkan, target terpenuhi, impian demi impian tercapai dan kita mulai menyaksikan kebaikan Tuhan. Namun nurani saya sedikit terusik, bagaimana jika kita berada dalam keadaan sebaliknya? Apakah kita akan tetap mengucap syukur?

Sayalah saksi hidup dimana setiap detik kehidupan saya dapat saya katakan tidak lebih dari kasih karunia Tuhan. Sayalah orang yang merasa terbatas dan tidak memiliki apa-apa namun Tuhan membawa saya pada pengalaman demi pengalaman dimana saya diberkati, saya mencapai impian saya, target saya, berjalan melewati saat-saat tersulit dalam kehidupan saya dan saya tidak melihat semua terjadi karna usaha saya semata-mata. Saya yang merasa terbatas, namun Tuhanlah yang mendorong saya mencapai tempat dimana saya rindu untuk berada. Saya bukan orang yang konsisten dalam mengandalkan Tuhan, saya juga bukan orang luar biasa dengan prestasi akademis luar biasa. Begitu banyak alasan saya untuk mempercayai kemustahilan saat Tuhan menaruh mimpi-mimpi besar dalam hati saya. Sehingga pada saat Tuhan senantiasa meneguhkan mimpi-mimpi saya, maka saya menjadi kuat. Sampai detik ini saya sadar jika saya ada, semua sungguh hanya kasih karunia Tuhan yang memampukan saya menjadi siapa saya hari.

Jika saya saksikan bahwa kehidupan saya sungguh karna kasih karunia Tuhan, tidak berarti saya tidak pernah melewati masa-masa sulit ketika karakter saya, iman saya diuji oleh keadaan. Keadaan tidak selalu sempurna, namun pengharapan kita pada Tuhanlah yang pada akhirnya membawa kita mencapai kemenangan serta menjadikan kita orang yang bersyukur senantiasa.

Yes, though I walk through the [deep, sunless] valley of the shadow of death, I will fear or dread no evil, for You are with me; Your rod [to protect] and Your staff [to guide], they comfort me.

Be happy [in your faith] and rejoice and be glad-hearted continually (always)

Hidup Yang Berarti

Kehidupan dapat mengajarkan kita banyak hal jika saja kita tidak terlalu berfokus pada diri kita sendiri. Saya merenungkan betapa saya melewatkan banyak hal indah jika saya menjadi seorang yang tidak mau tahu pada suatu waktu. Bayangkan betapa banyak hal yang kita lewati jika kita terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri sampai-sampai ketika kita berhenti pada suatu waktu dan sadar kalo anak sudah bertumbuh semakin besar, orang tua menjadi semakin tua, usia kita yang sudah bertambah, namun ada begitu banyak bagian yang tidak dapat kita nikmati. Sungguh disayangkan, membayangkannyapun sudah membuat saya menghela nafas :)

Saya bukan tipe orang yang tertarik dengan setiap hal yang mengusik perjalanan saya. Saya juga bukan tipe orang yang senang menghabiskan waktu untuk sekedar berbasa-basi, saya anggap itu wasting time. Buttt, pemikiran tersebut pada akhirnya saya sadari sebagai suatu perangkap yang menjebak saya menjadi orang yang lebih dari sekedar fokus tapi juga terlalu berfokus pada diri saya sendiri serta pencapaian pribadi seorang saya tanpa memperdulikan sekitar saya.

Mungkin ini hanya sebagian dari kisah perjalanan saya, mungkin anda punya kisah yang berbeda. Namun jika hari ini atau mungkin nanti, hati kecil anda berbisik agar anda berhenti sejenak dari aktifitas dan merenungkan betapa berartinya sebuah kehidupan; maka berhentilah dan ikutilah hati kecil anda. Sadarilah bahwa ada kehidupan diluar lingkaran "keakuan" yang dapat kita sentuh jika saja kita bersikap lebih peka dan bijaksana dalam kehidupan.

Be blessed..

Love....

Saya pikir, banyak definisi cinta. Darimana asalnya? Tentu saja pandangan masing-masing orang didasarkan pada pengalaman pribadinya masing-masing. Pengalaman dapat membentuk suatu kepercayaan.

Saya, orang yang pernah merasakan pahitnya dikhianati oleh yang saya percayai. Saya juga pernah merasakan indahnya membuka pintu hati untuk memberi maaf pada orang yang saya pikir bersalah, namun sebaliknya; saya yang meminta maaf. Tidak mudah. Saya pernah merasakan begitu dicintai namun pada suatu ketika yang lain saya merasakan kehilangan cinta yang seperti itu. Saya lantas bertanya-tanya apakah cinta itu tidak abadi?

Saya percaya cinta abadi!

Karna saya percaya bahwa cinta itu bukan ketika kita memberi karna kita diberi.
Bukan juga ketika kita mengambil karna kita telah diambil.

Love is not when we give cos we've given.
Love is not when we take cos we've taken.


Firman yang saya renungkan mengajarkan saya untuk mengasihi orang lain melebihi saya mengasihi diri saya sendiri dan untuk memperlakukan orang lain sebagaimana saya ingin diperlakukan. Saya belajar. Saya terpukau atas pengajaran tersebut karna saya tau bahwa manusia seperti saya memiliki keterbatasan. Namun, teladan yang luar biasa dari sang Juru Slamat menguatkan saya setiap kali saya merasa tidak mampu.

Cinta itu adalah memberi yang terbaik dari apa yang dapat saya beri, bukan memaksakan diri untuk memberi di kala kemampuan memberi saya tidak sebesar harapan orang lain. Cinta itu memberi apa adanya tapi tidak ala kadarnya. Cinta itu waktu saya komitmen untuk berjuang bersama-sama dengan orang lain. Waktu saya ada di saat dia susah maupun senang. Cinta itu waktu saya memikirkan cara untuk menjadi jawaban bagi orang lain, daripada menuntut orang lain menjadi jawaban bagi saya. And i think the hardest part is...

When others don't give enough to me, i'm stop to give.

But now i know...
Love is all about giving. It does not make me look like a stupid person cos when i'm giving, i build myself.

Happy Valentines Day friends...
Have a cheerful and fabulous Day!

If you have someone who trust u :)

Jika saja saya memiliki orang yang mempercayai saya sepenuhnya meski saya seringkali gagal dan mengecewakan maka pasti orang itu adalah Tuhan. Saya lahir dari latar belakang keluarga yang saya pikir terlalu menonjolkan jika saya membuat sesuatu yang mereka anggap sebagai suatu kesalahan. Saya ingat betul saya merasa begitu tidak dihargai sehingga suatu waktu di puncak kemarahan saya, saya memutuskan meninggalkan rumah. Singkat cerita, malam itu saya kembali pulang atas dorongan seorang teman yang memberikan saya beberapa kalimat penguatan yang mengubahkan dorongan hari saya seketika itu juga. Inti dari apa yang ia bagikan adalah seperti permainan game yang akan terus naik level yang lebih tinggi begitu kita berhasil memecahkan level yang lebih rendah. Seperti kehidupan yang memberikan kita masalah-masalah untuk ditaklukkan sehingga kita menjadi seseorang yang lebih baik :)

Sejak saat itu saya memandang kehidupan dari sisi yang lain, dimana semua celotehan keluarga saya menjadi dorongan saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak untuk membuktikan diri namun lebih kepada aktualisasi diri karna saya berhasil mengembangkan diri menjadi seseorang yang lebih baik dengan menjadikan keadaan negatif sebagai sebuah dorongan dibanding mengasihani diri saya ataupun merasa pahit hati.

Pengalaman saya membuat saya menjadi orang yang anti self pity dan pro motivasi. Saya menjadi orang yang tidak menyukai orang yang tidak mau menolong dirinya sendiri, namun mengerahkan kemampuan terbaik saya untuk memberi dukungan bagi mereka yang mau menolong dirinya.

Saya percaya bahwa yang terbaik ada di dalam diri seseorang, namun jika orang itu tidak mau berhenti melihat apa yang buruk dan mulai berfokus pada apa yang baik maka mungkin tidak ada yang mampu menolong orang tersebut.

Jika saya beruntung memiliki seseorang yang mempercayai saya, maka saya pasti akan menjadi kebanggan orang tersebut. Jika di dunia ini tidak seorangpun mempercayai saya, maka saya cukup bangga karna saya berdiri mewakili pencipta saya.

Enggan

Ketika 24 jam aku rasa kurang, aku berharap aku dapat meminta tambahan waktu. Ya, aku tau bukan hanya aku yang menginginkan hal yang sama. "Beberapa dari kami membutuhkan lebih banyak waktu Tuhan," asaku berteriak memohon jika aku diijinkan. Memohon mewakili kami yang selalu merasa kekurangan waktu.

Seketika aku dikejutkan dengan segelintir orang yang patut dijadikan teladan, mereka sukses. Kelihatannya, dalam arti sesungguhnya aku tidak tau. Tapi segelintir orang sukses tersebut tidak termasuk di antara beberapa dari kami yang selalu berharap di dalam hati untuk memiliki tambahan waktu. Mereka adalah orang-orang yang menggunakan waktu mereka secara benar.

Ahhhh, aku lantas tersadar dari keenggananku selama ini, keengganan mengubah caraku menghabiskan waktu. Mereka dan saya punya jumlah waktu yang sama, harusnya saya yang berubah! Bukan menanti sembari berharap sesuatu akan berubah untuk saya. Yayaya, jika mereka bisa, saya juga pasti bisa.

[Febryna Halim]

Pelajaran Dari Seorang Ustad

Saya setuju ketika Pastor saya bilang kalo wisdom itu bisa didapat dimana-mana tapi sayangnya kita jadi kurang berhikmat karna kita mengabaikan didikan. Kisah saya hari ini adalah pengalaman saya ketika saya sibuk menghitung rupiah lembar demi lembar. Ada suara dari televisi yang rupanya isinya kotbah seseorang yang dinamakan ustad jika saya tidak salah sebut. Agama saya Kristen tapi saya tidak antipati dengan agama manapun. Kita semua sama-sama makan nasi dan injek bumi. So, i'm listening him :)

Kembali ke aktifitas menghitung rupiah di sela-sela suara dari televisi. Ehmmm, mungkin lebih tepat jika saya tuliskan..... Kembali ke suara dari televisi di sela-sela aktifitas saya menghitung rupiah. Tokoh agama tersebut sedang berbagi mengenai iman. Katanya kita harus jadi orang yang punya iman, jadi orang yang memiliki pengaruh dan bukannya terpengaruh. Ahh, saya suka sekali dengan statement tersebut. Pikiran sayapun bermain, mencerna kata-kata dari tokoh agama tersebut yang sangat menginspirasi.

Iman adalah sesuatu yang kita percaya atau yakini. Sedangkan apa yang kita percaya serigkali merupakan dasar dari tindakan kita. Jadi, bukan tanpa alasan kenapa tindakan kita bisa benar bisa salah. Tergantung dari apa yang kita percayai. Apakah percaya hal yang benar atau hal yang salah. Masuk akal? Mari kita lanjutkan..

1. Sumber kepercayaan
Kenapa kita percaya kalau matahari terbit di timur dan tenggelam di barat? Karna waktu SD sudah diajarin. Kenapa kita percaya kalau 1 + 1 = 2? Karna waktu TK sudah diajarin. Kenapa ada yang percaya kalau 1 + 1 = 11? My Lil Bro bilang "karna dia ngak sekolah." Nahhh, anak kecil aja tauuu. Jadi kamu harus setuju kalo kita percaya sesuatu karna kita belajar, kita dididik, ada tempat untuk kita berguru. Kehidupan kita juga secara otomatis bisa mengajarkan kita sehingga kita punya kepercayaan. Contoh : sering saya jumpai ABG-ABG koar-koar di twitter atau facebooknya dengan kalimat "Semua cowo sama aja, breng***." Guess what? Ngak jarang loch kalimat-kalimat itu dijumpai. Banyak juga yang setuju dengan statement si gadis ABG. Siapa yang salah, siapa yang benar urusan belakangan. Namun kita harus tau bahwa pengalamanpun bisa menjadi sumber kepercayaan kita. Karna si gadis punya pengalaman kurang baik sama cowo, lantas dia punya kepercayaan kalo semua cowo itu........ Dasar kepercayaannya adalah, apa yang dia alami. Masuk akal.

Dari pohon yang subur diperoleh buah yang baik, dan dari pohon yang tidak subur buah yang buruk.

Kalimat yang saya peroleh dari manual book saya mengajarkan saya satu hal, bahwa saya harus belajar dari manual book yang benar. Saya memiliki pilihan untuk mau dididik atau tidak mau dididik. Saya juga memiliki pilihan untuk memegang kepercayaan atas dasar pengalaman kehidupan saya yang artinya saya berusaha memahami segala sesuatunya sendirian. Saya pribadi, tidak mampu. Karna hidup saya, bukan tentang saya tapi tentang Dia yang menciptakan saya. Saya harus rajin baca manual book dan ngak berhenti sampai disana. Saya juga harus praktekin apa yang guru saya ajarkan disana. Yang pasti, saya harus tertanam pada pohon yang baik sehingga buah saya baik. Pengalaman hidup, pilihan untuk menerima didikan dari sembarangan orang-buku-musik-danlainlain bisa menjadikan kita tertanam pada pohon tidak baik dan buah yang dihasilkan tentunya buruk. We have to choose what we want to hear, what we want to see :) Karna semua yang kita dengan dan lihat bisa menghasilkan iman yang salah. Read your manual book and get to know your creator.

To be continue...

[Febryna Halim]

Passion Seseorang

Kemarin saya bertemu dengan langganan mama, beliau adalah seorang wanita, pengacara sekaligus ibu gembala. Beliau masih melanjutkan studi di bidang teologia. Melihat wajah beliau yang terlihat jelas sangat lelah, saya memberanikan diri untuk bertanya

"Ibu pasti capek banget yah?"
Beliau menjawab "Iya. Tidur sehari cuma 4 jam."
Sayapun bertanya lagi "Ibu kalo kecapean gini kalo ketemu klien gimana? Ngak enak donk?"
Saya sendiri kalo udah ngantuk atau merasa lelah, aduh rasanya otak ini memerintahkan tubuh ini untuk istirahat di tempat.
Dia menjawab saya dengan sebaris kalimat biasa "Oh enggak donk deeeeeee, udah bertahun-tahun kerja jadi pengacara. Saya suka sekali. Kalo udah nanganin kasus semangat lagi."

Sekilas saya melihat binar-binar di matanya, menghapus bayang-bayang wajahnya yang kusut beberapa menit yang lalu.

Saya mendapat pelajaran dari ibu tersebut mengenai passion. Setiap orang memiliki passion, sesuatu yang membuatnya bergairah dan rela melakukannya meski tanpa dibayar. Seseorang pernah menafsirkannya dengan baik mengenai passion, saya mengingatnya kurang lebih sebagai sesuatu yang anda cintai dan pasti akan anda kerjakan jika anda tidak memikirkan masalah uang. Alias andai uang bukan menjadi masalah anda, anda pasti akan mengerjakan hal tersebut.

Dengan bahasa yang lebih ringan, maksudnya kalau kita kerja biasanya kan supaya dapat uang untuk hidup karna kita hidup di dunia yang kebutuhannya dibayar pake cash. Nah, kalo andai uang sudah tidak menjadi masalah buat kita, apa yang sekarang kita kerjain akan tetap kita kerjain atau malah kita kerjain hal lain yang sebenarnya kita suka?

Kalau anda berbaik hati bertanya "Kalo kamu gimana?" Saya akan terus terang kalau saya yakin saya belum mengerjakan passion saya, saya tidak dapat melakukan apa yang saya ingin lakukan. Intinya, ngak bisa berekspresi. Memperhatikan kesehatan mama menjadi fokus saya saat ini sehingga saya memutuskan untuk mengambil tanggung jawab yang tadinya mama kerjakan ketika mama belum divonis menderita kanker. Sekarang saya percaya mama sehat, tapi tentunya mama sudah tidak boleh beraktivitas selayaknya orang biasa.

Ketika melihat ibu itu kemarin, saya ingin sekali menjadi seperti beliau. Ibu itu dapat mengerjakan passionnya dan merasa puas dalam kehidupan karna mengerjakan apa yang dicintai dengan maksimal. Dengan keadaan toko Papa Mama yang buka dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam membuat saya kehilangan stamina serta waktu saya untuk mengembangkan diri saya. Sudah 1 tahun terakhir, laptop menjadi teman saya yang setia. Sayapun kehilangan interaksi sosial dengan mereka yang disebut teman,bersyukur teman adalah mereka yang tidak selalu kelihatan tapi kita tahu bahwa mereka selalu ada. Hmm, saya juga ngak bisa seenaknya mendapat jatah malam minggu. Bisa dihitung dengan jari. Saya paling suka hari Minggu. Seminggu sekali pergi ke tempat ibadah merupakan refreshing yang menyegarkan jasmani rohani saya. Untuk keluar rumahpun saya harus memastikan ada orang lain yang menggantikan tanggung jawab saya di rumah untuk beberapa jam saja. Itupun harus menyesuaikan dengan mood orang lain.

Situasi ini membuat saya hampir-hampir sulit melihat masa depan seperti apa yang akan saya miliki. Namun, saya tetap menaruh iman percaya saya kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah menaruh mimpi dalam hati kita untuk sekedar menjadi mimpi belaka. Seorang bijak juga menyarankan jika kita tidak dapat melakukan hal yang kita cintai, maka kita diajar untuk mencintai apa yang kita lakukan.


Saya disini masih menunggu waktunya, karna saya percaya untuk segala sesuatu ada waktunya =)Saya percaya bahwa ada kenikmatan pada setiap musim kehidupan

SeLf Image

Baru-baru ini saya menjumpai seseorang yang saya pikir gengsinya sangat tinggi. Orang semacam itu dengan mudahnya merasa tersinggung. Ada satu peristiwa yang menjelaskannya dengan baik.

KISAHKU
Malam itu saya dan papa sedang duduk di toko, ada seorang pembeli yang nongkrong di depan toko dan tiba-tiba mengangkat aqua gelas yang dipajang di depan toko. Karna papa sedang makan, lantas saya bangun dan menghampiri dia di depan. Bermaksud melayani dia. Bagi saya, sudah selayaknya bagi saya untuk menghampiri orang yang mengambil barang saya, mereka dinamakan pembeli. Namun ternyata tindakan saya ditafsirkan lain olehnya. Dia marah-marah sewot karna dia pikir saya menuduhnya maling. Bagi saya, tindakan saya adalah wajar ketika ada yang membeli maka saya melihat dan menghampiri. Bagi dia, tindakan saya merupakan penghinaan dan tindakan saya didasari oleh pikiran saya atas ketidakmampuan dia.

RESPON SAYA
Malam itu saya akui saya meresponi sudut pandang dia secara berlebihan. Karna dia ngedumel hal yang sama sekali tidak benar, lantas saya menghampiri dia untuk kedua kalinya dan bertanya apa masalah dia. Dia lantas kembali mengutarakan pandangannya secara panjang dan lebar. Saya tipe orang yang terus terang dan cenderung memiliki sudut pandang saya sendiri. Jika saya tidak bermaksud menyinggung dia, itulah saya dan apa yang saya coba jelaskan pada dia yang benar-benar tidak mau mengerti malam itu. Malam itu berakhir dengan tidak enak, dia masih marah-marah dan saya juga tidak mau menerima pikirannya yang buruk.

Perenungan
Di malam itu sebelum tidur, saya merenungkan peristiwa yang baru saja terjadi. Lantas saya menarik kesimpulan bahwa gengsi kita seringkali berhubungan dengan harga diri dan harga diri berhubungan erat dengan cara kita memandang diri kita sendiri serta cara kita memandang orang lain. Kita bisa berpikir orang tersebut a/b/c/d, padahal dalam kenyataannya orang tersebut tidak seperti itu. Kenapa bisa? Karna seringkali kita melihat dari kacamata yang kita kenakan. Mungkin orang tersebut memiliki ketidakpercayaan diri. Dia berpikir uang bisa membeli segalanya dan harga diri dia tergantung berapa jumlah uang yang ia miliki. Mungkin juga bukan karna harga dirinya melainkan karna dia sedang mengalami masalah yang dia tidak dapat selesaikan dengan uang.

ADVICE
Saya pribadi menyadari tidak semestinya saya menghampiri dia hanya karna ego saya disinggung. Semestinya perenungan tersebut saya lakukan sebelum saya bertindak lebih jauh. Namun, tidak pernah ada yang terlambat. Peristiwa malam itu menjadi sebuah peringatan bagi saya untuk memperbaharui pikiran saya yang masih bisa salah. Tidak semua hal dapat dijelaskan melalui kata-kata, dan tidak semua hal perlu kita jelaskan. Kesalahan saya adalah seringkali saya terdorong untuk membenarkan hal-hal yang jelas salah, namun sayangnya saya harus lebih bijaksana menempatkan maksud baik saya pada waktu dan orang yang tepat. Melalui perbincangan saya dengan adik saya, saya mendapatkan banyak pembaharuan.

Bagaimana jika anda diwajibkan untuk membayar?

Di China, negri dimana adik perempuan saya belajar; ada sebuah kebiasaan yang menurut saya menarik. Di pusat perbelanjaan, pengunjung harus membayar untuk setiap kantong plastik yang digunakan untuk membungkus barang belanjaan mereka. Ada yang rela membayar karna mereka tidak mempersiapkan kantong dari rumah, ada juga yang memegang begitu saja belanjaan mereka dengan cueknya, dan ada juga yang membawa dari rumah sehingga mereka tidak perlu membayar.

Di Jakarta, saya temukan banyak sekali orang yang masih gengsi kalo bawa barang di tangan. Seperti di toko kami, banyak tetangga yang minta kantong plastik kecil hanya untuk sebungkus indomie. Lantas, hal ini menjadi sebuah perenungan bagi saya. Andaikan kita diwajibkan untuk membayar atas segala sesuatu yang kita telah boroskan, apakah perilaku kita akan berubah? Adalah suatu pemborosan jika sesuatu dimanfaatkan secara berlebihan, harusnya ngak perlu, sebenarnya ngak perlu, tapi karna kita belum merasakan dampaknya, kita lantas berpikir itu hal biasa. Kita masih segan mengubah perilaku kita hanya karna kita sudah terbiasa.

That's why saya pikir kita harus mengedukasi diri kita dan mulai berpikir untuk generasi mendatang. Bahkan, saya seringkali berkata pada adik saya yang masih berusia 8 tahun untuk memikirkan nasib anak cucunya nanti jika dia memboroskan energi dengan memakai listrik secara boros (tidak mematikan lampu kamar mandi). Saya mengajak dia berpikir untuk orang lain, karna... Kita tidak hidup sendiri ;)

Memberi pendidikan
Anda mungkin berpikir, minta kantong plastik meskipun hanya membeli satu indomie itu wajar. Anda mungkin berpikir saya yang terlalu aneh. Bagaimana jika anda mulai mencari tahu waktu yang diperlukan untuk mendaur ulang sebuah sampah plastik? Bayangkan saja sampah plastik yang dihasilkan hanya dari satu keluarga, dikali banyaknya keluarga di Jakarta, di Indonesia, di seluruh dunia. Edukasi diri anda dan mari berbagi dengan orang lain :) Step number one, we have to know what we're doing!

Selfless
Pendidikan tidak membuat seseorang memiliki kesadaran yang tinggi akan dampak atau akibat yang dapat dihasilkan, hanya orang yang perduli akan orang lain, sedikit memikirkan dirinya sendiri yang mampu berbalik arah, berkata "Ya, selama ini saya telah salah dan saya mau berubah untuk masa depan yang lebih baik."

Hemat janganlah disalahartikan sebagai pelit
Hemat itu tindakan saving
Saving itu memakai 1 juta untuk 1 bulan, yang sebelumnya 1 juta untuk 2 minggu itu boros
Masih berpikir hemat itu pelit?
Sekarang, udah ngak jaman!
Sekarang, boros itu pelit!
Ngak mau bagi, cuma pake sendiri!
Anak cucu teriak "Woiii, nasib gue gimana??"

Dunia memerlukan orang-orang yang lebih perduLi =)

[Febryna Halim]

New Lesson

Firts, i would like to give u an information. Menurut dokter gigi saya, membersihkan karang gigi harus dilakukan 6 bulan sekali, minimal 1 tahun sekali.

Akibat
Jika tidak dilakukan maka gigi kita akan mudah rapuh & menjadi goyang.

Terus terang, mendengar hal tersebut adalah kali pertama bagi seumur hidup saya. Mungkin kamu berpikir "Hello, kemana aja lu???" Ya, harus saya akui memang saya minim sekali memperhatikan kesehatan gigi saya. Menjadi pengecualian jika gigi ini sudah mulai meronta dan berteriak kesakitan ;P Sepatutnya gigi saya sangat senang dalam beberapa hari ini karna saya mulai konsen memperhatikan masalah-masalah pada gigi saya. How about yours, friend? Semoga pengalaman saya menjadi manfaat buat teman-teman sekalian. Sedia payung sebelum hujan, lebih baik mencegah daripada mengobati :)

Beberapa alasan saya malas ke dokter gigi adalah :
1. Sakitnya bukan main.
2. Gigi saya jelek bukan main.
3. Biayanya mahal.

Take a New Step
Hari ini menjadi dilema bagi saya. Setelah kemarin dokter memberitahukan saya perihal pembersihan karang gigi, saya harus memutuskan apakah memang seumur hidup saya tidak akan pernah membersihkan karang gigi atau saya memutuskan adat saya yang aware kalo sudah gawat. Hari ini, horeeee saya berhasilllll melangkah untuk membersihkan karang gigi.

Rasanya gimana?
Mungkin ada juga diantara kamu yang punya pengalaman seperti saya. Tidak pernah membersihkan karang gigi seumur hidup. Rasanyaaaa, sakitttttttttttt. Bener dehhh, sakit! Tapi karna saya sadar betul dampak yang dihasilkan jika saya cuek terhadap masalah kesehatan ini, saya mutusin saya akan disiplin dalam hal ini.

KONSEKUENSI
Seringkali dalam hidup, kita mengabaikan hal-hal kecil yang kalo kita udah sadar malah sudah keburu membesar. Saya ke dokter gigi karna saya udah kesakitan! Kamu tau? Kata dokter, gigi saya yang sakit sudah hampir jadi kista. Mengerikan bukan? Saya bersyukur saya belum terlalu terlambat. 3 alasan yang saya kemukakan tadi bisa menjadi alasan yang kuat. Dalam kehidupan, untuk mengadakan beberapa perubahan mungkin kita memiliki banyak alasan yang rasional. Butttttt, jika saya ambil contoh mengenai 3 alasan saya di atas. Jika saya menunda untuk melakukan apa yang seharusnya saya lakukan, maka saya akan lebih merasa sakit, gigi saya akan lebih jelek dan biaya yang dikeluarkan akan lebih mahal. Begitu juga dalam kehidupan, ada konsekuensi yang lebih besar yang harus kita tanggung jika kita membuat pilihan-pilihan yang salah dalam kehidupan.

Ask your self WHY?
Seringkali, kita mengadakan penundaan karna kita pikir hal tersebut belum urgent. Dalam pengajarannya, Zig Ziglar pernah mengatakan bahwa setiap penjualan memiliki 5 rintangan dasar : no need, no money, no hurry, no desire, no trust. Saya pikir, kita seringkali menunda karna pertama-tama kita merasa no need. Nah, waktu need nya muncul tentu kita akan cari. Seperti makan, jika kita lapar pasti kita bergegas cari makanan atau kita akan merasa lapar dan saya yakin tidak sedikit yang tidak suka merasa lapar ;P Secara pribadi, jika kita mau jujur; banyak kebiasan positif yang harus kita bangun. Sulit tentunya, namun saya pribadi selalu merangsang need saya dengan bertanya pada diri saya sendiri "Why i have to.....?" Dan saya akan memikirkan akibat jangka panjangnya sehingga kurang lebih saya bisa memprediksi bagaimana jika saya tidak...... dan bagaimana jika saya....? Jangan ketika kita sudah menuai akibat dari pilihan yang salah, lantas we ask people or God "WHY???"

Sekali lagi, semoga pengalaman saya bisa bermanfaat bagi smua.

Im always trust that it's never to late to learn something new!
Learn is Hear --> Do --> Share


[Febryna Halim]

Change Me

Oftentimes we try until exhausted to change . . .
Our condition =)

We LiVe Like a person who Lose faith. Yeah, we say we believe God. But seems like there's no power within us. We Look down into ourself.

Today i want to remind that...
The same power that conquer the graves lives in you and me
His Love that resque the earth Lives in you and me

Lets now we pray to God
"Change me Lord so i can LiVe as u want me to LiVe"

1 John 4 : 4
Greater is He that is in you, than he that is in the world =)

Enjoy ur day^.-

5 HaL

1. Setelah semua penduduk desa memutuskan untuk berdoa untuk hujan, pada hari doa semua orang berkumpul tetapi hanya satu anak laki-laki datang dengan payung ...itulah FAITH

2. Ketika Anda melempar bayi di udara, dia tertawa karena dia tahu Anda akan menangkap dia ...
itulah TRUST

3.stiap malam kita pergi ke tempat tidur, tanpa jaminan akan hidup pada Pagi berikutnya tapi masih kita mengatur alarm di weker kami untuk bangun ...itulah HOPE

4. Kami merencanakan hal-hal besar untuk besok meskipun nol pengetahuan tentang masa depan atau memiliki kepastian dari ketidakpastian ...itulah CONFIDENCE


5. Kita melihat penderitaan dunia. Kita tahu ada banyak kemungkinan hal yang sama atau mirip terjadi pada kita. Tetapi masih saja kita terjatuh ...itulah EXPERIENCE

Sumber : Unknown