Tampilkan postingan dengan label My Faith. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Faith. Tampilkan semua postingan

What Carelessness & Complacency Did

Simpletons, don't wallow in ignorance.
Cynics, don't feed others with your cynicism.
Idiot, don't refuse to learn.

Have no a deaf ear.
Don't keep your ignorance.

Don't wait until the roof falls and your whole life goes to pieces.
Don't wait until you show rubble and ashes when the catastrophe strikes.
Don't live in your own way.

Love the knowledge with fear of God.

Carelessness kills and complacency is murder.


Source : Proverbs

Know The Real Blessings

God made sky and soil, sea and all the fish in it.

He always does what he says
He defends the wronged
He feeds the hungry
God frees prisoners
He gives sight to the blind
He lifts up the fallen

God's in charge—always.
Source : bible

Put your hope in God and know real blessing!
.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-


Dear friends,
See how beautiful He is. It made me cry.

God embraces you with His Love.
God loves you, friends.

Seseorang yang Dimenangkan

Gue mau ceritain pengalaman kehidupan gue bersama dengan Tuhan. Kalo gue ada sampai detik ini, gue percaya dan sadar kalo itu cuma karna kasih karuniaNya. Tanpa kasih karunia Tuhan, mungkin gue ngak akan ada disini hari ini.

Gue lahir sebagai anak pertama dari 4 bersaudara di tengah keluarga non-kristen. Gue menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi waktu gue duduk di bangku SMP, itupun bukan karena gue terlebih dahulu mengenal siapa pribadi Yesus. Bisa dibilang, gue terima Tuhan Yesus cuma karna ikut-ikutan temen dan kebetulan gue sekolah di sekolah Kristen. Pengalaman pribadi gue bersama dengan Tuhan Yesus justru gue dapatkan di masa-masa sulit dalam kehidupan gue.

Saat ini bisa dibilang keluarga gue merupakan keluarga yang harmonis. Kami suka hang out sama-sama, bokap nyokab gue juga bisa dibilang asik karna mereka bisa diajak hang out kemana aja n ngapain aja. Kami juga suka duduk-duduk cuma sekedar untuk ngobrol, meskipun kalau untuk hal pribadi masih sulit untuk kami menceritakannya kepada orang tua. Tapi keadaan ini sangat bertolak belakang dengan keadaan waktu gue duduk di bangku SD sampai SMA. Di waktu itu, papa mama sering sekali bertengkar di depan kami. Bertengkarnya-pun tidak hanya sekedar adu mulut di depan kami sebagai anak-anak, melainkan sampai saling melempar dengan barang pecah belah. Pernah juga beberapa kali samurai dan pisau dapur menjadi senjata mereka. Hal tersebut terjadi di depan kedua mata kami sebagai anak-anak dan dengan frekuensi yang cukup sering.

Waktu gue mulai duduk di bangku SMP, gue mulai menyadari apa yang sedang terjadi di tengah-tengah keluarga gue. Guepun bertindak sebagai pelindung bagi nyokab dan adik-adik gue. Sungguh tidak mudah karena dengan keadaan keluarga yang seperti itu tentu saja gue ngak dapatkan arahan dan perlindungan di dalam keluarga, tapi justru gue yang harus menjadi pelindung buat anggota keluarga gue. Pertanyaannya adalah :

Dari mana gue dapatkan kekuatan tersebut?

Terus terang, gue punya 1001 alasan untuk mempersalahkan Tuhan atas apa yang terjadi. Gue bisa aja komplain sama Tuhan dan tanya ke Tuhan "Kenapa harus gue?". Gue-pun memiliki pilihan untuk mempersembahkan kehidupan gue bagi kesia-siaan. Tapi itu semua ngak gue lakukan!

Justru di saat gue ngak bisa ngeliat Tuhan itu ada dan justru ketika gue ngak bisa ngerti apa rencana Tuhan di balik apa yang gue alami, gue belajar untuk hidup mengandalkan Tuhan dan belajar menyerahkan kehidupan gue sepenuhnya sama Tuhan.


Gue slalu percaya satu hal kalo Tuhan punya rencana yang unik dan spesifik bagi setiap kita. Gue punya kisah gue sendiri, semua orang punya kisahnya masing-masing.

Baik atau burukpun kisah dan latar belakang kita, satu hal yang pasti. Rancangan Tuhan atas kehidupan kita tidak pernah gagal.


Gue juga selalu percaya, untuk tampil dan keluar sebagai seorang pemenang dalam kehidupan, seringkali ada hal-hal yang harus kita lepaskan. Mungkin itu masa lalu kita, mungkin itu rasa kecewa kita, ketidakmampuan kita untuk mengampuni. Apapun itu, kita harus belajar menyerahkannya kepada Tuhan. Gue pribadi bergumul dengan siapa diri gue di mata gue. Gue tanpa sadar menyimpan "my list" dimana list tersebut berisi latar belakang gue yang buruk serta kelemahan-kelemahan gue yang seringkali gue bentangkan di hadapan Tuhan ketika Tuhan say something GREAT about me and my life and my future. Gue banyak dapatkan Tuhan berbicara buat gue lewat apa yang gue baca di bible.

Kebiasaan gue membaca alkitab membuat gue mendapatkan identitas gue yang sejati yaitu siapa gue di mata Tuhan.


Finally, gue bisa bilang kalau seorang pemenang itu adalah mereka yang menyerahkan kehidupannya sepenuhnya sama Tuhan dan mengandalkan Tuhan di sepanjang perjalanan kehidupannya.

I Thank God for My Life

Seseorang yang dimenangkan oleh Tuhan,
Febryna Halim

My Story about finding God's will

Two are better than one, because they have a good [more satisfying] reward for their labor; For if they fall, the one will lift up his fellow. But woe to him who is alone when he falls and has not another to lift him up!

Hari-hari ini saya sedang dimuridkan di kelas yang dinamakan COL dan saya sangat diberkati. Berikut beberapa hal yang saya rindu untuk bagikan, semoga dapat menjadi berkat.

Tiga minggu lalu saya belajar dari Kisah Para Rasul mengenai topik God created us for relationship. Saya menjadi sadar betul bahwa komunitas adalah tempat yang penting agar saya dapat bertumbuh ke arah yang Tuhan inginkan dalam kehidupan saya. Sebelumnya, saya adalah orang yang sudah terlalu lama menjalani rutinitas saya dan hidup dalam kesendirian tanpa lingkungan teman-teman rohani. Saya merasa saya tidak memerlukan orang lain untuk dapat bertumbuh karena di gereja lama sayapun saya bertumbuh karna saya melakukan disiplin pribadi, bukan karena komunitas. Namun pada akhirnya, saya sampai pada titik dimana saya menyadari saya membutuhkan orang lain, terutama teman-teman seiman karena firman Tuhanpun berkata bahwa "Berdua lebih baik dari seorang diri sehingga ketika yang satu terjatuh, yang lain dapat menolong." Berbagai pikiran seperti saya harus beradaptasi dengan lingkungan dan orang-orang baru, pikiran bahwa kehidupan nyaman saya akan terusik membuat langkah saya menuju DATE BOOTH tertahan selama berbulan-bulan sebelum akhirnya saya mendaftar.

Ketetapan langkah belum saya dapatkan meski saya sudah datang ke DATE. Berulang kali saya terjebak untuk malas datang karena saya masih malas keluar dari zona nyaman seperti yang saya sudah katakan di atas. Saya nyaman menjalani rutinitas saya tanpa harus melibatkan diri di komunitas baru saya. Apalagi saya bukan orang yang cenderung cepat meleburkan diri dalam suatu lingkungan yang sama sekali baru. Namun karena dorongan yang kuat untuk bertumbuh, serta dukungan dari pasangan saya yang juga bergabung dalam DATE yang sama membuat saya belajar mendewasakan diri saya dan masuk ke dalam proses. Kini, sudah lebih dari 6 bulan sejak saya bergabung dalam DATE; melalui kelas COL saya pun menjadi menyadari apa yang firman Tuhan katakan mengenai "Berdua lebih baik daripada seorang diri."

Jenis teman seperti apa yang duduk bersama-sama dengan anda? Apakah teman yang mendorong anda untuk naik lebih tinggi atau malahan teman-teman yang menarik anda untuk jatuh lebih dalam? Pertanyaan ini penting untuk dijawab.

Yang membedakan komunitas gereja dengan komunitas di luar adalah kepenuhan yang kita alami jika kita melibatkan diri di dalamnya. Komunitas gereja mendorong kita ke arah yang Tuhan inginkan bagi kita.

Hal yang baru juga saya dapatkan di sesi Strength Finder dimana saya belajar bahwa setiap orang didesign unik, saya diberikan kekuatan yang berbeda dari orang lain sehingga saya dapat menyelesaikan tujuan khusus yang Tuhan taruh di dalam hati saya yang tentunya berbeda dengan apa yang Tuhan taruh di dalam hati orang lain. Seringkali saya tidak main di area kekuatan saya melainkan berfokus pada apa yang menjadi kelebihan orang lain sehingga saya melihat apa yang saya tidak bisa dibandingkan dengan apa yang saya bisa. Satu kalimat yang menantang saya di malam tersebut "Jika kita kuliah di jurusan yang sama, lulus pada waktu yang sama, apa yang membedakan kita dengan sarjana lainnya?" Kalimat tersebut menantang saya untuk menemukan apa yang menjadi keunikan saya sendiri dan fokus pada apa yang menjadi kelebihan saya. Mungkin banyak hal yang saya tidak bisa dan orang lain bisa, namun bukan itu cara yang Tuhan inginkan bagi saya dalam memandang diri saya sendiri.

Saya lahir dengan latar belakang keluarga non kristen. Saya anak pertama dari 4 bersaudara, karena saya anak pertama; saya dituntut untuk menjadi teladan bagi adik-adik saya. Saya merasa tidak mendapatkan arahan dari keluarga, yang ada saya malah merasa dituntut ini dan itu. Sayapun berkembang dengan pola pikir saya tidak memiliki kelebihan apa-apa. Dari kecil, adik-adik saya sering mendapatkan piala, entah dari menyanyi, menari maupun berbagai perlombaan lainnya. Berbeda dengan saya yang tidak pernah membawa piala apapun pulang ke rumah. Hal tersebut membuat saya tumbuh dengan pola pikir bahwa saya adalah manusia yang lahir tanpa bakat. Hal tersebut yang membuat saya beranjak dewasa tanpa tau jelas apa yang saya ingin lakukan dalam kehidupan saya.

Suatu hari Tuhan meletakkan mimpi dalam hati saya, saya rindu melihat perubahan terjadi di bangsa ini. Saya tidak mau orang-orang di bangsa ini hidup dalam kemiskinan dan menjadi bangsa pengemis. Saya mau orang melihat bahwa Tuhan bisa memakai kehidupan orang-orang di bangsa ini untuk menjadi berkat, bukan sekedar menjadi bangsa penerima. Sungguh mimpi yang TERLALU BESAR bagi saya. Saya mulai memaparkan pada Tuhan mengenai apa yang percaya sebagai FAKTA mengenai diri saya. Tuhan tidak menjawab pernyataan saya dalam satu malam. Seiring berjalannya waktu, saya hanya mengesampingkan mimpi saya dan meletakkannya di sudut hati yang paling dalam and keep thinking IT'S TOTALLY GRAZY and IMPOSSIBLE. Tapi saya selalu percaya bahwa Tuhan selalu punya cara untuk membawa saya kembali.

Pada satu kebaktian di JPCC yang sedang berbicara mengenai mimpi, saya ingat betul Tuhan kembali meneguhkan saya mengenai mimpi yang saya simpan rapat-rapat. Tuhan meyakinkan saya pada saat itu. Bukan hanya itu, lewat kelas-kelas pemuridan dan waktu pribadi saya membaca firman; saya belajar untuk mengenal lebih dalam lagi mengenai apa yang Tuhan katakan bagi hidup saya pribadi dan bagaimana saya dapat menggenapi apa yang menjadi rencana Tuhan bagi kehidupan saya.

Saya menyadari akhir-akhir ini, Tuhan memiliki banyak tangan untuk mengajar saya untuk mengerti arah yang Tuhan inginkan bagi hidup saya. Lewat komunitas positif bernama gereja dan DATE, saya didorong untuk bertumbuh ke arah yang Tuhan inginkan bagi saya. Saya harus membayar harga, diajar bukan hanya menjadi pendengar setia namun juga rela membayar harga untuk melakukan firman Tuhan yang seringkali bertolak belakang dengan respon alamiah saya sebagai manusia biasa. Tapi saya sangat puas menempuh perjalanan luar biasa bersama dengan Tuhan dan komunitas.

Kisah Sedih Saya

Aku dan rasaku . . .
Hari ini adalah salah satu hari tersedih dalam hidup saya dan semua berhubungan dengan papa. Ada seribu alasan bagiku untuk mengasihani diri saya sendiri. Semua yang saya lakukan adalah untuk keluarga, saya bahkan rela berkorban apa saja demi mereka. Namun, sebaliknya yang hampir-hampir selalu saya rasakan dari keluarga saya terhadap saya dimasa-masa kelam saya. Tidak adakah yang ingin mengerti dan memaklumi?

Papa, ku hanya manusia biasa
Terbiasakah aku memaklumi dan cepat melupakan luka yang diukirkan orang lain di hatiku namun sudah menjadi suatu kebiasaankah untuk mereka tetap menyakitiku dengan sikap mereka? Semua yang aku lakukan selalu salah dimata papa. Selalu ada alasan bagi papa untuk mengomentari dengan negative semua lakuku yang jelas tidak sempurna karna aku hanya tulang balut kulit, makan nasi dan kadang dikendalikan emosi, seperti manusia biasa. Lantas di dunia yang belakangan kusadari begitu keras dan kejam menghadapiku, seakan aku yang menjadi diriku apa adanya tidak diterima. Papa yang baik dimata orang-orang, termasuk teman-teman dekatku. Papa tidak jahat, hanya saja dia bukan sosok papa yang diidam-idamkan. Tentu aku bersyukur karna aku selalu membandingkannya dengan yang lebih buruk. Paling tidak aku masih ingat untuk terus beryukur dan menyangkal diriku sendiri.

Don't judge me if you don't know me!
Jelas harga diri saya sudah entah melayang kemana. Setiap apa yang sudah saya perjuangkan tidak ingin kuhitung kembali . Namun kini saya rasakan hati lemah tidak berdaya menghadapi cacian dan makian serta cercaan yang datang bertubi-tubi dari mulut mereka yang tidak benar-benar mengenal siapa saya, sekalipun mereka disebut keluarga.

I Wish for
Beribupun salah mereka, saya coba memaklumi karena saya sadar betul keluarga adalah tempat berlindung paling aman. Sekalipun keluarga adalah tempat yang paling tidak sempurna karena disana terkuak semua kelemahan, namun bisakah keluarga menjadi tempat dimana saya dibentuk menjadi semakin sempurna dan dewasa dari hari ke hari? Saya harapkan keluarga bisa menerima diri saya apa adanya serta menyediakan lingkungan yang kondusif tempat saya belajar. Sesuatu yang tidak saya dapatkan dari dulu.

Self Defense
Batin saya meronta dan jiwa ingin berontak. Saya sungguh tidak tahan lagi. Namun, setiap hari saya mencoba melihat sisi lain dari kehidupan yang merupakan misteri yang ilahi. Kita tidak pernah dapat menebak apa yang dapat terjadi. Hanya saja, benih ilahi yang patut ditabur setiap hari. Tidak bisa saya terus menuntut orang lain sekalipun mereka adalah orang tua sendiri, orang yang saya pikir paling berkewajiban memenuhi kebutuhan saya, terutama secara mental. Saya tepis pikiran tersebut, saya hanya bisa mengandalkan self defense saya yang selama ini cukup tinggi. Namun harus saya akui, saya butuh tempat bersandar. Kadangkala saya dapat menjadi terlalu lelah. Apa ini semua hanya permainan pikiran belaka?

To be honest, this is my problem so far
Saya selalu bermain dengan logika. Saya ingin solusi dari apa yang kuanggap sebagai permasalahan. Tanpa disadari keinginan tersebut menjadi akar dari sikap-sikap saya yang belakangan menjadi emosional. Saya terlalu takut dan merasa tidak aman sehingga emosiku menjadi tameng dari smua ketakutan saya. Saya merasa tidak aman di keluarga yang penuh dengan intimidasi. Kurangnya dukungan dari kedua orang tua serta lingkungan yang mereka ciptakan di tengah keluarga membentuk saya menjadi pribadi yang takut terhadap ketidakpastian hari esok.

GOD always GOOD
Selama ini Tuhan sangat baik, selalu ada cara bagi Dia untuk menyelamatkan saya keluar dari berbagai situasi yang saya tidak inginkan. Termasuk kali ini, saya harus mempercayai Dia terlebih lagi. Rasanya takut sekali menghadapi hari esok. Mood papa yang tidak pasti, perkataan papa yang seringkali menyakitiku, 1001 alasan bagiku untuk membela diri dan mengasihani diri. Tapi saya tau semua itu tidak akan pernah menyelamatkan saya. Hanya kasih dan pengharapan Tuhanlah yang menjadi tempat yang aman bagi saya untuk berlindung. Kini saya percaya saya tidak takut lagi, masa depan saya terjamin dan indah, saya memiliki kehidupan yang luar biasa, lapangan tempat Tuhan membentuk saya sedemikian rupa sehingga saya siap menghadapi perkara-perkara yang lebih besar. Suatu hari saya akan mampu menjadi saksi dari setiap pengalaman-pengalaman orang lain yang sebelumnya sudah pernah saya lalui bersama dengan Tuhan.
Saya harus belajar menaruh gengsi saya di chart terakhir dari prioritas kehidupan saya. Tidak menjadi soal hinaan dan cercaan yang saya terima dari sesama saya, mereka yang memposisikan diri mereka di atas orang lain sehingga mereka merasa sah-sah saja menginjak-injak orang lain. Baik, saya putuskan saya akan menjadi orang yang jauh lebih baik. Untuk dunia yang lebih baik!


Say to Me
Saya kuat dan saya pasti bisa. Meski saya kurang suka jika saya selalu harus kuat dan menanggung semua hal yang rasanya ingin saya bagi tapi entah pada siapa dan kemana. Kembali lagi ke soal mengasihani diri. Saya putuskan saya harus mengambil tanggung jawab terhadap hal-hal yang memang masih bisa saya pikul, jika patut bandingkan dengan apa yang telah juru slamat saya lakukan bagi saya dan seluruh dunia.

Pelangi Setelah Hujan
Thanks God buat adik saya, Julyssa yang telah membukakan pikiran saya dan bersyukur juga untuk kesempatan hari ini. Lewat peristiwa yang terjadi, saya dapat lebih mengenal apa yang ada di pemikiran adik saya dan bukan apa yang selama ini saya pikirkan mengenai dia dengan pikiran saya yang terbatas.

[Febryna Halim]

Wisdom iN LiFe Part 2

The beginning of Wisdom is: get Wisdom (skillful and godly Wisdom)! [For skillful and godly Wisdom is the principal thing.] And with all you have gotten, get understanding (discernment, comprehension, and interpretation).

GET IT!
Get = Gain = Grab = mengambil = butuh usaha/tindakan meraih.
Contoh : ambil gelas waktu mau minum. Kita tidak dapat menunggu gelas datang pada kita ketika kita membutuhkan gelas. Tapi kita tau kita butuh wadah untuk menampung air jika kita ingin minum sehingga kita harus mengeluarkan effort untuk ambil gelas sehingga bisa minum. Begitu juga dengan hikmat, pasti kita peroleh jika kita berusaha mau tau apa sih hikmat itu? Bisa dikatakan berhikmat kalo saya ambil keputusan yang seperti apa? Cari! Butuh waktu, butuh proses, tidak terburu-buru, lambat asal selamat :P

KIND OF WISDOM?
Cakap dan hikmat yang datangnya dari Tuhan adalah hal yang prinsip! Hikmat itu bukan prinsip yang kita anut yang seringkali kita bakukan sebagai aturan atau our state of mind. Benar atau salah? Sulit ditafsirkan. Maka dari hikmat yang datangnya dari Tuhanlah kita bisa tau jelas yang benar yang mana, yang semestinya yang seperti apa.

DON'T STOP
Kita bisa tau semestinya gimana, yang benernya gimana. Tapiii, Wisdom jadi sempurna when we get understanding. Kita ngak bisa pake pengertian kita sendiri untuk mendapatkan pengertian. What we have to do is ask God an ability to understand, minta Tuhan berikan kita ketajaman/kepekaan untuk dapat mengerti. Itu kenapa saya ngak pernah percaya satu solusi untuk sebuah persoalan pada setiap waktu, karna akan slalu ada pengertian yang baru dari kondisi yang berbeda-beda sekalipun masalahnya adalah sama. Kadangkala kita menerapkan solusi kemarin untuk kondisi hari ini. That's why oftenly kita musti pusink karna it donesn't work anymore! =) Mungkinkah kita berpikir bahwa "God want to teach us a new thing!" =) Saya percaya dan yakin ketika kita mendapatkan pemahaman, maka kita akan yakin terhadap jalan yang akan kita tempuh.

[Febryna Halim]

Wisdom iN LiFe Part 1

Ams 3 : 1-26

Hikmat adalah kemampuan untuk mengerti maksud dan kehendak Tuhan dalam kehidupan.

Hikmat dapat diperoleh dari pengabdian kepada Tuhan.

We gain wisdom by devoted to God

Mentaati Tuhan
Seseorang dikatakan taat jika ia mendengar dan mematuhi. Banyak orang seringkali terjebak. Mereka merasa sudah menjalani kehidupan rohani mereka dengan pergi ke gereja setiap minggu, bergabung dalam kelompok/persekutuan, melayani di gereja, membaca firman Tuhan tapi ngak ada yang berubah dalam kehidupan mereka. And now, what's the problem? The problem is... Kita terlalu banyak tahu namun kita jarang sekali melakukan apa yang sudah kita tahu. Alhasil, kita jadi orang yang banjir pengetahuan namun minim pengalaman. Hidup seperti itu membuat Tuhan seakan-akan tidak nyata dalam kehidupan kita. Pernah ngalamin koq rasanya Tuhan jauh bangetttt yaaa?? Padahal, Tuhan kita adalah Tuhan yang dekat. Tuhan bilang "Tetap disana, biar Aku yang menghampirimu." Cos He know we need Him. And it's okay, no matter who take the first step to get closer. His Love is always there for us. The real christianity is all about Listen and Obey. Bagi saya, kehidupan adalah rangkaian pengalaman setiap hari berjalan bersama dengan Tuhan.

Do not rely on your own insight or understanding!
God is in control but He doesn't take control. We take the control! We decide. But oftenly, kita decide dengan bersandar pada pengertian kita sendiri yang ngak tau asalnya darimana.

TRUST GOD!
Ngak jarang saya jumpai, bahwa kehendak Tuhan merupakan sesuatu yang lebih tinggi dari standar yang saya tetapkan. Saya sering ngak habis pikir gimana bisa Tuhan suruh kita berbuat baik pada yang jahat? Gimana bisa kita going extra miles kalo tuh orang not deserve any? Gimana kita bisa bersyukur disaat keadaan jauh dari baik? Butttt, dalam kehidupan pribadi saya, saya seringkali diasah oleh Tuhan melalui kejadian demi kejadian yang bagi saya tidak enak. Hanya dua respon, respon manusiawi saya atau respon ilahi yang berasal dari kepercayaan diri penuh karna saya mempercayai Tuhan dengan segenap hati saya. Guess what? Saya jauh merasa lebih baik jika saya menekan respon manusiawi saya dan memutuskan untuk meresponi secara ilahi.

In all your ways know, recognize, and acknowledge Him, and He will direct and make straight and plain your paths.
Kenapa bisa saya merasa lebih baik ketika saya meresponi secara ilahi? Cmonnn guys, kita sudah ditebus dengan darah yang mahal dan dibeli dengan kasih yang tidak terbatas. Hidup dalam kesia-siaan bukanlah suatu tujuan dari kehidupan. I know, we know God redeems us for abundant life! That's why kita selalu merasa going down whenever we choose to ignore God :) Inversely, kita selalu merasa going up whenever we choose to trust Him. Yeahhhhhh, don't u realize?

GOODNESS
Dengan hikmat kita mengetahui bahwa segala sesuatu terjadi oleh karna maksud baik daripada Tuhan bagi kehidupan kita. Dengan hikmat juga kita mengetahui bahwa tidak ada satupun yang gagal dimata Tuhan. Dengan hikmat kita dapat merasakan kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita. Dengan hikmat kita dapat bersukacita di saat keadaan tidak memungkinkan untuknya.

Selalu ada reward bagi kita yang memilih untuk memiliki hikmat. We live by faith and not by sight. Di dalam dunia nyata kita mungkin tidak dapat melihat bahwa Tuhan bekerja tapi percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang setia kepada Dia. Dikatakan bahwa hikmat lebih berharga daripada perak dan emas. Artinya, bersama dengan Tuhan kita dapat memiliki jauh lebih banyak dari apa yang dapat kita usahakan sendiri secara manusia.

Listen & Obey. Trust God & experience His goodness in LiFe.

[Febryna Halim]

Who i am

Kita sering mendengar bahwa terbentuknya karakter atau perilaku sesorang sangat ditentukan dari pola asuh yang diterapkan keluarga anak tersebut. Tidak jarang ketika seorang anak beranjak dewasa dan diperhadapkan dengan kenyataan hidup, mereka tidak siap. Dengan cara belajar masing-masing orang yang juga berbeda-beda menyebabkan satu orang dengan orang lainnya memiliki waktu bertumbuh yang berbeda-beda. Tumbuh secara fisik tentu, karna kita tidak mungkin lupa makan. Tapi seringkali kita lupa mengurus bagian dalam dari diri kita yang sadar atau tidak sangat berpengaruh thd cara kita meresponi sesuatu & tumbuh sebagai seorang pribadi yang lebih dewasa.

Suatu waktu saya pernah berpikir seringkali banyak orang menolak untuk bertanggung jawab & enggan mengambil bagian untuk tumbuh lebih besar tanpa mereka sadari. Saya pernah menjadi salah satunya atau mungkin suatu saat saya akan kembali menjadi salah satu dari mereka. Selama hidup, tentu pertumbuhan merupakan suatu tujuan, kecuali kita ingin hidup bantet. Namun untuk bertumbuh, kita tentu perlu mengusahakan sesuatu. Kita perlu mengambil tanggung jawab lebih dari hari ini untuk lebih bertumbuh dari hari ini. Hal ini sama sekali tidak berhubungan dengan di keluarga mana kita diasuh. Pola asuh dari orang tua kita sama sekali tidak boleh dijadikan tameng atau alasan untuk tidak mengambil tanggung jawab secara pribadi. Kenyataannya saya lebih suka tidak diusik dari zona nyaman saya. Mungkin ya saya tau saya harus bertumbuh, saya tau saya harus bertanggung jawab tapi koq rasanya berat banget yah. Sehingga lagi-lagi banyak orang milih aman aja, nyerah aja. Lebih gampang.

Ya, menyerah emank lebih gampang. Kita terbiasa melihat sesuatu yang belum berhasil sebagai suatu ketidakbisaan, lebih kerennya "Emank gue bukan orang yang begitu. Emank gue orang yang begini." Beberapa waktu yang lalu saya menyadari bahwa saya mudah kehilangan kesabaran saya, tolak ukur saya dalam memperlakukan orang lain tergantung dari cara mereka memperlakukan saya. Nilai atau prinsip yang saya miliki justru membuat saya merendahkan orang lain. Sama sekali bertolak belakang dengan cara Tuhan mengasihi saya. Saya sadar saya harus berubah dan saya butuh pertolongan Tuhan. Saya mencari referensi ayat yang mengubahkan pemikiran saya & membacanya setiap hari. Keesokannya saya diperhadapkan dengan situasi dimana saya harus memilih sikap. Sikap lama saya atau sikap baru saya. Saya gagal lagi karna kecenderungan alami saya adalah kasar jika ada yang kasar, marah jika ada yang marah, bicara lebih keras kalau ada yang bicara keras. Saya tergoda untuk menyerah...

Suatu malam saya ingat saya begitu putus asa. Rasanya sia-sia yah saya baca firman. Rasanya saya ingin berhenti berusaha mengembangkan kesabaran dan biarkan saja semua berjalan apa adanya. Tapi kok nyerah itu ngak keren yah. Saya ngak mau ngak keren, soalnya saya punya Tuhan dan anak Tuhan pasti keren. Saya dikuatkan bahwa Tuhan mengenal kita & Tuhan ngak pernah putus asa di dalam kita karna Dia melihat potensi yang ada di dalam diri kita. But oftentimes, we have to choose to wear our old man or our new man :) Saya diteguhkan bahwa setiap kita adalah ciptaan baru di dalam Tuhan, yang lama sudah berlalu dan yang baru akan datang. Dengan mengetahui siapa saya di dalam Tuhan membuat saya memiliki pengharapan dan alasan untuk bangkit kembali setiap kali saya gagal.

Kini saya mengerti bahwa seringkali Tuhan memandang kita berbeda bahkan dari cara kita memandang diri kita sendiri. Dia begitu penuh kasih. Kita yang berdosalah yang menjadi alasan untuk Dia datang & mengorbankan diriNya. Saya selalu ingat bahwa Tuhan adalah Tuhan yang adil. Cara kita berpikir sama sekali bertolak belakang dari caranya Tuhan. Kita seringkali pikir seberapa sering kita gagal & jatuh, pengorbananNya kita abaikan karna kita berpikir adalah suatu kemustahilan seseorang rela mati hanya untuk ketidaksempurnaan seorang manusia. Tapi kini saya menerima penebusan tsb sebagai suatu kebenaran yang memerdekan saya hari ini dan seterusnya, serta menjadikan alasan bagi saya untuk tidak hidup dalam kesia-siaan. Saya tau betapa berartinya hidup saya bagi Dia yang menebus kehidupan saya. Saya yakin saya dapat bertumbuh lebih lagi dengan kasih karunia Tuhan.

Saya berdoa agar setiap kita tau betul siapa kita di mata Tuhan sehingga setiap kita dapat segera bangkit setiap kali kita terjatuh dalam kesia-siaan =) We're all a new creation in Him and we need to change by Him.

[Febryna HaLim]

Confidence, The Power Within You

Once, a motivator said that "No matter what the problem is, u could overcome every impossible thing with self confidence." Yes, he is true. But how we have a tenacious confidence? Because when we get into the higher level, we facing the higher problem. We absolutely will defeated by the problem if we don't have a tenacious confidence. So many people depend on the others, circumstance,

So now, how we have a tenacious confidence?
1. GreatLy rejoices
Number one habit is stay happy =) I always Love this passage " A happy heart is good medicine and a cheerful mind works healing, but a broken spirit dries up the bones." It's important to set our heart free from worries. Set our mind free from negatives thought because our negative thought can be an obstruction from hearing God's voice. Focus on God and He'll set us free. The problem is still as long as we live in this world, but God is still good all the time =) Keep praising Him whenever, wherever! When we keep praising Him, we change our focus from us to Him who is an almighty God.

2. Lean on the Lord.
I abhor those who pay regard to vain idols; but I trust in, rely on, and confidently lean on the Lord.
Psalm 31 : 6. In my Life, whenever im feel like giving up; i always remind my self that i need God. U need God. All of us need God. But sometimes we stand before God, so He can't do anything. We can have our own principle, we can have our own thought, we can have our own culture but all are vain if the truth is not the source of all. The truth is always give us freedom, the wrong belief will be destroyed us.

Now on, we can sing "God is my refuge and im not forsaken. God is my stronghold and im not defeated.

=)
[Febryna HaLim]

Fear of God

The fear of the LORD is the beginning of knowledge, but fools despise wisdom and discipline [Proverb]

Membaca firman adalah suatu kebiasaan yang harus kita lakukan untuk dapat mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Namun, untuk menjadikan firman itu menjadi powerful dalam kehidupan kita dibutuhkan sebuah sikap yaitu takut akan Tuhan. Firman ngak akan jadi sesuatu yang membosankan!

Bagaimana firman dapat menjadi begitu powerfuL dalam hidup kita?

Menerima firman tsb dalam kehidupan kita.
Artinya menerima apa yang Tuhan katakan di dalam hati kita tanpa TAPI.
Contoh : kita menerima firman tentang mengasihi, pas sekali kita diperhadapkan dengan manusia yang menyebalkan kita membuat sejuta alasan untuk menolak firman. Tapi dia nyebelin banget, rese banget blablabla n bla :)hati kita jadi ngak damai sejahtera. Berbeda keadaannya kaLo kita merendahkan hati kita dan menerima firman tsb masuk dalam hati kita dan kita bertindak sesuai dengan apa yang Tuhan tlah katakan dalam hati kita, maka hidup kita akan dipenuhi oleh damai sejahtera.

Ingat, fokus kita adalah takut akan Tuhan. Jika kita hidup dengan takut akan Tuhan maka firman akan menjadi sesuatu yang sangat powerfuL dalam kehidupan qta dan tentu saja....

Kita akan menjadi anak-anak yang hidup di dalam nilai ilahi :)

Bersembunyi

Zaman sekarang manusia suka ngacak-ngacak, membolak-balikkan sesuatu. Sudah tidak ada kebenarankah dimuka bumi ini? Hehe, lebai dikitttt ;p

Apa yang Tuhan suruh lakukan dengan sembunyi-sembunyi kita lakukan terang-terangan, apa yang Tuhan suruh jangan lakukan eh kita sembunyi-sembunyi lakukan. Manusia tidak punya mata selain mata jasmani mereka, mereka hanya percaya apa yang mereka lihat tapi berbeda dengan Tuhan kita. Serammmm =D

Jadi sadar diri selama ini suka menonjolkan apa yang baik di hadapan orang lain, bicara lebih banyak, menjelaskan lebih banyak, berharap orang bisa mengerti maksud yang sesungguhnya namun ternyata tidak dan kena batunya sendiri. Salah diri sendiri tidak bijaksana. Tapi ngak salah yah ngak pengalaman. Orang bijak yah orang yang selalu bisa belajar dari kesalahannya ( ternyata ada bijaknya juga, hehehe ). Cucol sedikit disini n back to topic perenungan tentang melakukan yang benar.

Nyinggung sedikit motivasi kita dalam melakukan sesuatu dari holy bible.


Giving to the Needy

1 "Be careful not to do your 'acts of righteousness' before men, to be seen by them. If you do, you will have no reward from your Father in heaven.

2 "So when you give to the needy, do not announce it with trumpets, as the hypocrites do in the synagogues and on the streets, to be honored by men. I tell you the truth, they have received their reward in full.

3 But when you give to the needy, do not let your left hand know what your right hand is doing,

4 so that your giving may be in secret. Then your Father, who sees what is done in secret, will reward you.
Prayer

5 "And when you pray, do not be like the hypocrites, for they love to pray standing in the synagogues and on the street corners to be seen by men. I tell you the truth, they have received their reward in full.

6 But when you pray, go into your room, close the door and pray to your Father, who is unseen. Then your Father, who sees what is done in secret, will reward you.

7 And when you pray, do not keep on babbling like pagans, for they think they will be heard because of their many words.

8 Do not be like them, for your Father knows what you need before you ask him.

16 "When you fast, do not look somber as the hypocrites do, for they disfigure their faces to show men they are fasting. I tell you the truth, they have received their reward in full. 17But when you fast, put oil on your head and wash your face, 18so that it will not be obvious to men that you are fasting, but only to your Father, who is unseen; and your Father, who sees what is done in secret, will reward you.

Happy Birthday Jesus

Asikkk, natallll^^
Beberapa hari ini terus terang ngak dapet sama sekali suasana natalnya. Sempat berbagi bersama beberapa teman yang lain. Merekapun merasakan hal yang sama. Ngak dapet gitu loch ;p Tapi tepat di hari natal ini sendiri aku dapet makna tersendiri mengenai natal. I won't miss this Christmas with nothing^^In this giving season, let me share it with u...

Seperti yang qta semua udah tau, natal itu saat qta merayakan ulang tahun sang Juru Selamat qta, tapi jika qta renungkan secara mendalam...Natal itu bisa jadi momentum dimana komitmen qta di dalam Dia diperbaharui. Seperti yang aku alami hari ini =)

Natal bukanLah sekedar perayaan
Yesus datang dengan cara yang sederhana namun Dia membawa misi yang luar biasa. Bertolak belakang dengan cara qta merayakan natal dari tahun ke tahun yang penuh kegemerlapan yang sesungguhnya nga menjamin qta mendapatkan makna natal itu sendiri. Di hari natal ini aku mengundang kembali pribadiNya masuk ke dalam hatiku, memperbaharui hatiku. Karna natal bukanlah natal tanpa Kristus. Natal tetaplah natal tanpa perayaan yang meriah karna Yesuspun lahir dalam kesederhanaan. Tapi natal mengingatkan qta untuk memahami bahwa Dia lahir dengan sebuah misi untuk dilakukan. Demikianlah dalam stiap qta, hendaknya pribadiNya terlahir kembali dalam hati qta sehingga apa yang menjadi misi Tuhan datang ke dunia menjadi misi qta sebagai umat yang ada di dalam Dia. Mari rayakan natal dengan penuh sukacita, undang Yesus masuk kembali ke dalam hatimu.

Natal adaLah permuLaan dari kelimpahan
Ku renungkan gimana Dia lahir ke dunia ini untuk setiap qta baik yang berdosa maupun tidak berdosa. Dia lahir ke dunia untuk menyelamatkan setiap dari qta. Betapa luar biasa =) Di hari natal ini aku kembali menerima kuasa kelepasan dari Dia. Aku terima penerimaan yang luar biasa dari pribadiNya yang penuh kasih, aku terima janji yang luar biasa dari pribadiNya yang penuh pengharapan, aku terima kelimpahan dari pribadiNya yang kaya akan segaLa sesuatu, aku terima kuasa dari pribadiNya yang penuh dengan keLuarbiasaan, aku terima kemenangan dari pribadiNya yang berpihak kepadaku. DemikianLah hendaknya stiap qta tinggal dalam freedom atau kebebasan yang Tuhan limpahkan, anugrahkan kepada qta =)

Merry Christmas everyone =)

Fungsi?

Habis baca novel. Di novel itu tokoh utama cowonya tuch sopan sekali. Tau bagaimana cara memperlakukan wanita. Aku mendengus tak puas. Kenapa juga tokoh begitu hanya ada dalam cerita fiktif. Lantas aku berpikir “Yah, yang menulis cerita seperti novel yang kubaca tadi kebanyakan adalah wanita.” Tentu saja mereka jelas tau bagaimana mereka ingin diperlakukan. Legi² aku mendengussss..... Tidak puassss^.-

Kembali di kehidupan nyata yang tentu aja ngak seindah di novel. Jadi merenungkan kalo sebenarnya Tuhan udah ciptain kita dengan tujuannya. Tapi seringkali kita ngak hidup sesuai dengan tujuan semula Dia ciptain kita. Misalkan, fungsi penghapus untuk menghapus tapi sering kan manusia itu kreatif. Penghapus untuk menulis dan pensil untuk menghapus. Kedengaran aneh?? Yah, emang seaneh itulah yang seringkali kita lakukan. Yayayayaya, semangat lagi untuk benar² jadi ciptaan yang berfungsi sehingga bisa berguna. Semangat. Semangat smua^.^

Kekuatan di Tempat Perhentian

Di suatu malam aku temukan diriku tidak berdaya. Seiring dengan badai persoalan yang menerpa perjalananku kehidupanku, kutemui kakiku yang ternyata hanya kulangkahkan perlahan. Dengan sisa kekuatan yang kumiliki, ku coba mencari sebuah tempat perhentian.

Dengan sisa kekuatanku ku rindu temukan tempat tuk bersandar, berpegang dan berharap.

Seringkali aku seperti gelas beling yang hampir pecah, namun kembali dengan sisa kekuatanku ku coba temukan tempatku bersandar, berpegang dan berharap.

Di tempat perhentianku, ku temukan kasih yang sejati. Pengorbanan yang mulia memberikanku apa yang sebelumnya tidak kukenal. Sesuatu yang mulia dan berharga, yang dinamakan anugerah. Di tempat perhentianku, ku tinggalkan hati yang dipenuhi dengan kekhawatiran dan kesedihan yang mendalam. Ku mulai terdorong untuk berjalan lebih cepat dan ketika ku mencoba menoleh ke belakang hanya sekedar ingin mengucapkan selamat tinggal, kekhawatiran dan kesedihan telah sirna. Digantikan dengan kayu salibNya.

Hari ini sungguh hatiku dilimpahi dengan syukur karna pribadiNya yang begitu luar biasa. Bukan kharismanya membuatku terpesona namun sungguh bukti nyata kasihNya membuatku menghargai arti dari sebuah kehidupan yang telah dipercayakannya.

Lewat badai persoalan, aku belajar lebih lagi untuk mengenal pribadiNya yang penuh dengan kasih dan mempercayai rencanaNya yang tidak pernah gagal. Begitu juga dalam hidupmu =)

Pertolongan kami datang dariMu ya Bapa. Kaulah satu²nya sumber pengharapan kami. Sungguh . . .

God's Way



Seperti apakah jalan Tuhan itu? Bukan apa yang aku pandang "ketika itu" namun apa yang Dia lihat jauh.

Mencari dan berharap menemukan jalan Tuhan . . .

Sedikit petunjuk mengenai jalan Tuhan. Pada masa aku mencarinya, dia tidak panjang, cenderung pendek dan sempit betapa samanya dengan pikiranku pada waktu itu. Ketika aku menemukannya, dia cenderung panjang dan tidak pendek betapa indahnya seperti yang pernah kurenungkan dalam firmanNya. Namun tepat di saat itu aku merasa diriku begitu kecil, sangat berbeda dengan saat dimana aku mencarinya untuk pertama kalinya tampaknya kemanusiaanku kembali berbicara. Namun betapa luar biasanya ketika ternyata kutemukan kembali dalam firmanNya bahwa cukuplah aku bagiNya karna Dia menerima seseorang sepertiku apa adanya. Ketika aku mulai berjalan di jalanNya, jalan itu menanjak dan kadang terdapat lembah yang begitu curam. PeringatanNya membuatku berhati² namun tidak jarang aku terjatuh. Tentu aku bangkit lagi segera. Sampai suatu ketika, kutemukan jalan yang mendadak sempit dan sangat sedikit orang yang melaluinya. Ku menoleh ke belakang. Ternyata satu per satu mulai berguguran. Kulihat sekelilingku, tiada alasan untuk meneruskan perjalanan. Keadaan terlalu gelap dan tampaknya berbahaya untuk meneruskan perjalanan, buktinya...banyak yang sudah tidak berdaya hanya karna memutuskan untuk memulai jalan ini. Tiba² setitik cahaya di depan menyadarkanku. Apa yang menjadi alasanku memilih jalan yang ini diantara sekian banyak jalan yang lainnya. Alasan yang sama membuatku terus berlari sampai dengan hari ini, alasan yang sama dengan alasan dimana aku memutuskan untuk berlari.

Bagian tersulid dalam menemukan jalanNya adalah ketika kehidupan qta sedang diterjang badai dan ketika memakai kecenderungan manusia qta untuk menemukan jalanNya. Namun ketika qta menjadikan firman sebagai penuntun arahnya, alhasil qta kan menemukannya.

Ku menjadi kuat ketika ku mengetahui bahwa Kau Yesus yang memikul kelemahan kami dan Engkaulah yang menanggung penyakit kami. Sungguh yang kami alami tiada artinya karna Kaulah yang telah menggantikan kami. Terima kasih Yesus =)

MiracLe HappeN

Hari ini sembari menunggu waktu, aku search² di google tentang penyakit mama. Jadi kemarin itu dokter bilang kalo penyakitnya ada tiga :
1.Batu dg diameter 9mm di Empedu.
2.Batu² kecil di saluran empedu.
3.Masa ( bacanya begini, ngak tau tulisannya ) yang dicurigai merupakan tumor atau kanker.

Begitu denger gitu sich aku percaya ngak ada penyakit yang ngak bisa diobatin, dunia ini dah canggih booo. Cuma, setelah search di google aku malah dibuatnya stress dan takut. Aku memupuk iman di dalam diriku meski aku tau realitanya, aku tau aku ngak bisa andelin realita untuk memiliki iman =)

Aku benci semua tafsiran n firasat manusia. Dd ku dodoLllllllllllllllllll. Barusan kirim sms kalo firasat dia selalu bener, n dia bbrp hari ini ngerasa kalo mamaku tuh ngak bisa lama lagi. Grrrr.. Ngomong kayak ngk pake jidat. Hikssss...........

Tapi malam ini Tuhan aku percaya mukjizatmu itu ada dan nyata. Aku percaya tanpa situasi yang sulit ngak akan pernah ada manusia yang hebat dan ngak akan pernah kemuliaanMu nyata. FirmanMu akan nyata dan terjadi di dalam kehidupanku.

Meski sangat sulit di kondisi seperti ini untuk ngak negatif tapi aku terus mengisi pikiranku dengan firman. Aku percaya Dia berkuasa atas segalanya. Aku percaya ada rencanaNya yang luar biasa. Bahkan tadi aku bilang ke mama kalo di alkitab ada cerita tentang perempuan yang sakit pendarahan tapi bisa sembuh. Dia cuma bilang "Kalo ngak sembuh dia ngak bakal masuk alkitab." ;p Hahahaha. Aku harus bagiin kata² positif untuk membangkitkan iman bukan cuma mama tapi juga seluruh keluargaku. Aku percaya bahwa di akhir kisah ini, surga akan bersorak sorai. Saat ini Tuhan kirimkan bala bantuan. Hohohoho.

Mohon doanya semuanya. Saat² ini aku butuh banget dukungan doa =) Aku sangat percaya ngak ada yang mustahil.

Khawatir

Sejujurnya beberapa hari ini aku sedang khawatir. Kondisi badan nge droppun buat aku jadi agag ngak bisa berpikir dengan jernih. Jadi inget bacaan kesayanganku yang tertulis Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!. Dikatakan "SENANTIASA" Kenapa begitu sulit untuk ber =) waktu sedang sakit dan sebagainya? Karna tanpa disadari, aku tidak tenang pada waktu itu. Aku terlalu dipanikkan oleh segala sesuatu yang tidak terprediksi. Aku mulai takut terhadap hal² yang tidak terprediksi tersebut. Harusnya aku mampu menari dengan indah di atasnya ;p

Hari ini belajar pelajaran penting tentang kekhawatiran yang dapat dirangkum dalam kalimat yang kurang lebih begini. Ngapain juga khawatir, kalo hal yang kamu khawatirkan itu ngak terjadi kamu malah lakuin hal yang sia². Kalopun hal yang kamu khawatirkan itu terjadi, kamu juga capek banget pasti khawatir sampe dua kali (sebelum dan sesudah terjadi). Karna itu enjoy aja =) Dalam sebuah kebaktian yang aku hadiri, pembawa firmannya ngomong gini "Kalo khawatir itu bisa merubah hidup kamu, khawatir ajah banyak². Saya nyaranin kamu khawatir terus kalo emank itu bisa ubah hidup kamu."

Buat temen² yang lagi khawatir, sama deh. Namanya juga hidup ;p tapi aku mau share bahwa bener sekali kalo kekhawatiran itu ngak membuat kita lebih oke. Ya kan?

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Ngapain juga khawatir? Kalimat ini menantang kita, kalo bahasa premannya "Khawatir aja kalo berani mati!" ;p Huaha.

Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Kalo dari penggalan kalimat ini mendadak *tuing* Ngeh gitu kalo ternyata dengan mencari kebesaran Tuhan dan memahami apa yang Dia katakan membuat qta dicukupkan dalam segala hal sehingga ngak ada kekhawatiran yang berkembang dan beranak di dalam hidup qta.


Huah, dear Jesus hari ini dapet pelajaran berharga. Lagi² Kamu buktiin emank Kamu itu super duper dasyat en Luar Biasa.

R u Ready to growing up?

Bandingkan

Matius 25:21
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Matius 25:26
Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?


Kegagalan dalam sbuah bisnis dapat diakibatkan karena kegagalan/kelemahan management. Begitu juga dengan hidup kita. Tuhan akan gagal memakai kita jika kita tidak bertindak sebagai orang kepercayaan yang mengatur & mengelola setiap talenta yang udah Tuhan percayakan. Bukan tentang berapa banyak talenta yang kita miliki namun tetang bagaimana kita setia sehingga kita melihat pelipatgandaan terjadi. Tadaaa.... Pelipatgandaan, banyak, banyak dan makin banyak :)

Be an extraordinary manager for your Life =) Success in every aspect in your life^o~Be ready!

Ketika Kau hampiriku

Ketika ku tak sanggup lagi berdiri
Menghadapi apa yang kan terjadi
Ketika ku tak percaya lagi akan rancangan yang Kau beri
Ketika tiada satupun yang kumiliki
Kau hampiriku dan brikan smua yang terbaik

Dunia tak sanggup brikan
Kasih yang Kau tawarkan
Dunia tak mampu selami
KasihMu yang begitu besar
Namun anugrahMu pulangkanku ke pangkuanMu

Ku takkan lepaskan hadirMu
Kan ku genggam erat kataMu
Ku pasti lakukan firmanMu

Kaulah penopangku
Pencipta dan sahabatku

Langit Biru_Masih Ada!



Disaat hujan turun membasahi
Dan badai datang untuk membanjiri
Ku aman berada di sisi-Mu
Meski pun kutahu s'mua kan berlalu
Disaat ku terapung di lautan
Kau yakinkan ku kita tak berpisah
Ku tau Engkaulah sahabatku
Walaupun waktu pun kan melaju

Reff.
Ku memandang ke awan
Kuyakin kau bersamaku
Dan tak pernah tinggalkanku
Walau kutersesat
Kuyakin Kau menuntunku
S'lama masih ada langit biru

S'tiap kata yang tak pernah terucap
Dan penyesalan yang tak pernah berubah
Ku bawa saat kubentang sayapku
Menatap hidup yang ada depanku

By : Sidney Mohede ( album : Ada Langit Biru )



Ayu nyanyi sama² ^o^ Lagu ini jadi lagu pilihan di bulan ini.

Bernostalgia tentang waktu yang lalu dimana Dia menemaniku mengarungi badai, menenangkan hatiku. Aduh bener² thank you God banget and menyadari bahwa Dia itu sungguh ada. Idup tanpa diterpa "badai" itu hampir² Impossible. Tapi inget beberapa waktu yang lalu kenapa koq aku merasa kejepit banget sama semua yang terjadi. Mendadak aku ngerasa kesakitan. Hidup penuh dengan keluhan dan kebutekan (halah, bahasa apa pula ini, dibaca bersuara jadi jelas ;) ). Tapi beruntung sekali Dia menyelamatkanku entah untuk yang keberapa kalinya. Dia memang baik yah =)

Meski jatuh dan bangun berulang kali terhadap hal yang sama. Meski ngak lulus² di level yang baru. Meski bahkan aku sendiri sudah putus asa terhadap diriku sendiri. Seperti ada suara yang menguatkan aku dan bilang bahwa Dia percaya sama aku bahwa aku mampu dan aku bisa. Senang sekali tau kalo ada seseorang yang percaya sama qta diwaktu qta sendiri ngak bisa percaya =) Hari ini aku yakin aku udah naik 1 level lagi² karna anugrahNya. His abundant grace. Aku pengen banget bagiin kebaikanNya. Bukan karna keadaan sudah aman terkendali namun karna aku mendapatkan kekuatan di dalam Dia.

Lewat tulisan sederhana ini, sangat pengen nguatin temen² smua dimanapun berada. Apapun yang sedang qta alami, yuks kita mau tetap dan terus menerus mengucap syukur. Dia yang kan temani kita mengarungi badai kehidupan. Dia kan temani kita selama²nya.

Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"apun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"


Seperti Yesus yang ada di dalam perahu yang adalah kehidupan kita, mengapa kita harus takut ketika badai itu datang? Bukankah yang berkuasa ada di dalam kita? Kita lebih kuat dari yang kita pikir dan kita percayai karna ada Dia di dalam kita. Yu percaya sama Dia =) Luv u everybody.

Believe in yourself, trust in Jesus yaw