Opini saya mengenai Indonesia adalah negara yang menjajah bangsanya sendiri. Melihat berbagai peristiwa sederhana yang terjadi di lingkungan masyarakat, baik pengalaman saya sendiri maupun lewat pengamatan saya pada peristiwa yang dialami orang lain. Sayapun dapat merasakan perbedaan SARA yang secara sengaja ditonjolkan oleh sebagian besar orang. Perbedaan kepentingan menjadi alasan mengapa bangsa ini tidak dapat bersatu.
Lantas, siapa yang bertanggung jawab dalam mensejahterakan suatu bangsa? Jika saya dan anda orangnya, jadi mengapa masih menonjolkan perbedaan?
Ada Apa Dengan Negara Ini?
Kisah Sedih Saya
Aku dan rasaku . . .
Hari ini adalah salah satu hari tersedih dalam hidup saya dan semua berhubungan dengan papa. Ada seribu alasan bagiku untuk mengasihani diri saya sendiri. Semua yang saya lakukan adalah untuk keluarga, saya bahkan rela berkorban apa saja demi mereka. Namun, sebaliknya yang hampir-hampir selalu saya rasakan dari keluarga saya terhadap saya dimasa-masa kelam saya. Tidak adakah yang ingin mengerti dan memaklumi?
Papa, ku hanya manusia biasa
Terbiasakah aku memaklumi dan cepat melupakan luka yang diukirkan orang lain di hatiku namun sudah menjadi suatu kebiasaankah untuk mereka tetap menyakitiku dengan sikap mereka? Semua yang aku lakukan selalu salah dimata papa. Selalu ada alasan bagi papa untuk mengomentari dengan negative semua lakuku yang jelas tidak sempurna karna aku hanya tulang balut kulit, makan nasi dan kadang dikendalikan emosi, seperti manusia biasa. Lantas di dunia yang belakangan kusadari begitu keras dan kejam menghadapiku, seakan aku yang menjadi diriku apa adanya tidak diterima. Papa yang baik dimata orang-orang, termasuk teman-teman dekatku. Papa tidak jahat, hanya saja dia bukan sosok papa yang diidam-idamkan. Tentu aku bersyukur karna aku selalu membandingkannya dengan yang lebih buruk. Paling tidak aku masih ingat untuk terus beryukur dan menyangkal diriku sendiri.
Don't judge me if you don't know me!
Jelas harga diri saya sudah entah melayang kemana. Setiap apa yang sudah saya perjuangkan tidak ingin kuhitung kembali . Namun kini saya rasakan hati lemah tidak berdaya menghadapi cacian dan makian serta cercaan yang datang bertubi-tubi dari mulut mereka yang tidak benar-benar mengenal siapa saya, sekalipun mereka disebut keluarga.
I Wish for
Beribupun salah mereka, saya coba memaklumi karena saya sadar betul keluarga adalah tempat berlindung paling aman. Sekalipun keluarga adalah tempat yang paling tidak sempurna karena disana terkuak semua kelemahan, namun bisakah keluarga menjadi tempat dimana saya dibentuk menjadi semakin sempurna dan dewasa dari hari ke hari? Saya harapkan keluarga bisa menerima diri saya apa adanya serta menyediakan lingkungan yang kondusif tempat saya belajar. Sesuatu yang tidak saya dapatkan dari dulu.
Self Defense
Batin saya meronta dan jiwa ingin berontak. Saya sungguh tidak tahan lagi. Namun, setiap hari saya mencoba melihat sisi lain dari kehidupan yang merupakan misteri yang ilahi. Kita tidak pernah dapat menebak apa yang dapat terjadi. Hanya saja, benih ilahi yang patut ditabur setiap hari. Tidak bisa saya terus menuntut orang lain sekalipun mereka adalah orang tua sendiri, orang yang saya pikir paling berkewajiban memenuhi kebutuhan saya, terutama secara mental. Saya tepis pikiran tersebut, saya hanya bisa mengandalkan self defense saya yang selama ini cukup tinggi. Namun harus saya akui, saya butuh tempat bersandar. Kadangkala saya dapat menjadi terlalu lelah. Apa ini semua hanya permainan pikiran belaka?
To be honest, this is my problem so far
Saya selalu bermain dengan logika. Saya ingin solusi dari apa yang kuanggap sebagai permasalahan. Tanpa disadari keinginan tersebut menjadi akar dari sikap-sikap saya yang belakangan menjadi emosional. Saya terlalu takut dan merasa tidak aman sehingga emosiku menjadi tameng dari smua ketakutan saya. Saya merasa tidak aman di keluarga yang penuh dengan intimidasi. Kurangnya dukungan dari kedua orang tua serta lingkungan yang mereka ciptakan di tengah keluarga membentuk saya menjadi pribadi yang takut terhadap ketidakpastian hari esok.
GOD always GOOD
Selama ini Tuhan sangat baik, selalu ada cara bagi Dia untuk menyelamatkan saya keluar dari berbagai situasi yang saya tidak inginkan. Termasuk kali ini, saya harus mempercayai Dia terlebih lagi. Rasanya takut sekali menghadapi hari esok. Mood papa yang tidak pasti, perkataan papa yang seringkali menyakitiku, 1001 alasan bagiku untuk membela diri dan mengasihani diri. Tapi saya tau semua itu tidak akan pernah menyelamatkan saya. Hanya kasih dan pengharapan Tuhanlah yang menjadi tempat yang aman bagi saya untuk berlindung. Kini saya percaya saya tidak takut lagi, masa depan saya terjamin dan indah, saya memiliki kehidupan yang luar biasa, lapangan tempat Tuhan membentuk saya sedemikian rupa sehingga saya siap menghadapi perkara-perkara yang lebih besar. Suatu hari saya akan mampu menjadi saksi dari setiap pengalaman-pengalaman orang lain yang sebelumnya sudah pernah saya lalui bersama dengan Tuhan.
Saya harus belajar menaruh gengsi saya di chart terakhir dari prioritas kehidupan saya. Tidak menjadi soal hinaan dan cercaan yang saya terima dari sesama saya, mereka yang memposisikan diri mereka di atas orang lain sehingga mereka merasa sah-sah saja menginjak-injak orang lain. Baik, saya putuskan saya akan menjadi orang yang jauh lebih baik. Untuk dunia yang lebih baik!
Say to Me
Saya kuat dan saya pasti bisa. Meski saya kurang suka jika saya selalu harus kuat dan menanggung semua hal yang rasanya ingin saya bagi tapi entah pada siapa dan kemana. Kembali lagi ke soal mengasihani diri. Saya putuskan saya harus mengambil tanggung jawab terhadap hal-hal yang memang masih bisa saya pikul, jika patut bandingkan dengan apa yang telah juru slamat saya lakukan bagi saya dan seluruh dunia.
Pelangi Setelah Hujan
Thanks God buat adik saya, Julyssa yang telah membukakan pikiran saya dan bersyukur juga untuk kesempatan hari ini. Lewat peristiwa yang terjadi, saya dapat lebih mengenal apa yang ada di pemikiran adik saya dan bukan apa yang selama ini saya pikirkan mengenai dia dengan pikiran saya yang terbatas.
[Febryna Halim]
New Way to Go . . .
Wahh sudah lama banget nga posting, kesibukan ini itu membuat jadwalku ngak karuan :P~ Jadi ngak terpegang dan jadi kurang mantaf begituh. Tapi udah membuat komitmen sama diriku untuk menata ulang semuanya dan mulai dari Nol lagi. Gimana coba? AmburaduL begini, he7. Banyak banget yang diurusin dan dipusingkan. Masalah ini dan itu, semua berhubungan dengan orang terdekat. Blum lagi kehidupanku secara pribadi. Ehem... Life is tough, right?
Udah berlama² bergumul ini dan itu, sendirian. Karna tidak ingin mempengaruhi orang lain dengan pikiran yang berkecamuk dan pembicaraan² yang muter sini muter sana. Mikir mikir, lambat laun makin kusut :P~ Aku harus memutuskan yang terbaik untuk sementara... Untuk apa yang harus kuprioritaskan terlebih dahulu :) Harus kembali fokus n tetap terkendali. Maklum, terlahir dengan pikiran yang liar, belum lagi ambisius nan mudah curious. Apa saja dihajar blegh ;)
Hmm, kesedihan atas apa yang terjadi selama ini. Jauh dalam hati sedih namun dekat di otak nyut² dipikir trusss. Malah tambah pusink, he7. Sekarang tenangkan diri, duduk nyaman² deket kaki Bapa lagi dan belajar dengerin Dia. Yah, aku harus sadar juga kalo qta ngak pernah punya kuasa untuk ubah apapun selain diri qta sendiri. Tapi sering banget aku juga ngak tahannnn sama hal² "tertentu" yang ngak bangett gitu. Jadi bahan pemikiran yang ngak karu²an. Sampe hari ini aku sampai pada kesimpulan, yahhh diri aku yang harus diubah. Dalam segala hal, hati, pikiran, semua harus diperbaharui dan di up grade ulang^.^Puji Tuhan banget Tuhan ingatkan ini itu yang ngak perlu terlalu banyak dibahas tapi dipraktekin aja dehh. Benar² mau berubah totally n ngak mau ordinary :P Malasss, wasting time.
Ngak nyangka dan tidak duga lowh kalo aku yang sekarang n yang dulu bedaaa banget :P~ Buktinya tepat kemarin aku berani ambil keputusan yang menurut aku cukup besar di sepanjang sejarah hidupku =) Sudah kupikirkan dengan masak dan matang. Ini hidupku (diluar konteks bahwa hidup ini milik Tuhan) n aku harus ambil keputusan yang aku yakini terbaik. Hidup ibarat permainan, ada waktu dimana qta kalah dan ada waktu dimana qta menang. Tapi bukan berarti aku mau main² sama hidupku. Nga sama sekali. Justru karna aku mau serius aku ambil keputusan ini =) Ngak jarang juga merasa salah sudah ambil keputusan ini, ngak aku banget gituhh :P~ Tapi selama ini hal tersebut menjadi beban buat aku. Apa yang aku jadikan beban, itu yang kubuang. Tapi mestinya aku yang harus ubah yach cara pandang ku kepada beban itu. Wkwkwkwk, pucink muter². Karna itu aku udah ambil keputusan yang sekarang buat aku bener² lega, feel freee.. Tapi tetapppp semangat juang ku ngak pernah padam :) Kali ini, with different way =) Extraordinary way... Ke depannya masih menjadi misteri. Tapi aku tetap percaya koq Tuhan yang memegang kendali atas kehidupanku.
Banyak orang mendengungkan perihal kehendak Tuhan. Yah, qta harus mencari kehendak Tuhan tapi Tuhan juga memberi qta akal^.-Kadang suka keserimpet penggunaannya. Make it simple. Aku percayaa kLo Tuhan tetap pegang kendali =)
Sejauh ini benar² bersyukur sama Tuhan. Tetap buat kasih setianya untuk aku bisa melewati semua ini sampai dengan hari ini. Di tengah ke confuse an ku aku tau TUhan itu ada :) Aku malah belajar gitu ngak usah terlalu pengen orang tuch berubahhh sehingga mereka ngak tertiban masalah yang juga aku kena imbasnya. jadinya maksa n ngak ngerti kalo prosesnya Tuhan buat stiap orang itu beda. Malahan my mom yang menginatkan ku di suatu pagi kalo kebijaksanaan setiap orang tuch beda² :P~ Alamakkk, tepok jidat! Kayak digampar kiri kanan :P~ ( Lebaii dikit ).
Balik lagi ke bersyukur, selain sama Tuhan juga sama smua sahabat² terbaik yang support. Meski berulang kali mereka bilang aku tuch berprinsip, keras kepala n kalo ambil keputusan ngak mungkin ngak ada dasar sehingga mereka ngak ganggu gugat n ngak capek juga advice² n mendengarkan keluh kesah. Tetap support meski jalan yang ditempuh tuch beda. Bersyukurrr banget! Di tengah situasi ini udah siap sedia andai nanti muncul banyak kecaman, dati ahli taurat atau orang² Farisi. Dari sekarang sudah siap² senjata, firman Tuhan. Biar hati ini dijaga dari setiap apapun yang akan dituai dikemudian hari. Termasuk perkataan atau mungkin hujatan orang yang tidak ngerti apa² tapi banyak ngomong ajaa =) Ampuni juga deh Tuhan jangan sampe aku jadi orang yang menghakimi orang lain, tapi detik ini aku belajar aku ubah perspektifku dan pandanganku. Amin. Aku janji koq =)
Ho7, senang cerita panjang lebar gini. Sempet sakit, kata nya aku terlalu banyak pikiran. Hmmm, gimana coba??? Wkwkwkwk, katanya kalo ada apa² diluapkan jangan dipendam. Bagaimana yach? Kan orang baik² yang ngak suka meledak². For what?? :P~ Jadi sekarang curhat di blog saja dan benar² rajin membuang semua sampah di pikiran :D
Cek tensi, hari ini rendah banget... Hiksss :( sedih banget kalo ngak fit. Benerrr deh ngak semangat jadinya kalo fisiknya ngak oke :( Aku mau sehat >.< Sekarang rest duluwww. Nti kacaw pula kLo kurang bo².
Hari ini belajar dari sekitar kalo ngak boleh sombonggg, ngak boleh menghakimi...
Semua oarng itu bedaaaa!!!
Jangan banyak ngomong kalo ngak perlu n ngak usah komentar kalo ngak tau apa². Jangan gosip kalo belum ngomong secara pribadi sama yang bersangkutan.





