Bagaimana Aku Harus Hidup?


Kita diajarkan untuk berdoa
Kita diajarkan untuk memiliki iman dan untuk tinggal di dalam pengharapan
Bagaimana jika kita sudah berdoa
Bagaimana jika kita sudah berharap
Bagaimana jika kita sudah melaksanakan ibadah kita
Namun mengapa doa-doa kita belum dijawab oleh Tuhan?

Mungkin kita sudah berhenti berdoa
Mungkin kita sudah tidak berani berharap
Mungkin ibadah kita sudah menjadi sebuah rutinitas
Dalam hati kecil kita mungkin bertanya-tanya apakah Tuhan itu sungguh ada?



Tentu saja dalam keadaan baik dengan mudahnya kita dapat menceritakan kisah yang indah untuk didengar telinga dan mengucapkan pujian dengan mulusnya dari bibir kita. Suasana hati sedang baik. Bagaimana jika hal yang buruk menimpa kita? Bagaimana dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan? Bagaimana jika ujian demi ujian bertubi-tubi datang dalam kehidupan? Apakah Tuhan masih baik?

Saya pernah ada dalam kondisi berhenti mempercayai yang lebih besar dan hanya menjalani rutinitas sambil sedikit berharap suatu ketika keadaan akan berubah. Tampaknya tidak ada hal yang salah dari menjalani kehidupan dengan cara demikian. Ada pepatah lama yang mengatakan bahwa kehidupan itu seperti roda yang berputar, kadang kita di atas, kadang kita di bawah. Mungkin bagi sebagian orang, tidak ada salahnya dengan menjalani kehidupan sewajarnya tanpa harapan akan sesuatu yang lebih besar. Sayapun kadang tergoda untuk menjalaninya demikian.

Suatu ketika, ada suatu hal yang mendesak hati saya yang membuat saya tidak tenang. Saya tau bahwa jauh di dalam hati saya, saya tidak ingin menjalani kehidupan yang demikian!

Saya selalu percaya bahwa kehidupan diciptakan untuk sebuah tujuan yang mulia yang lebih daripada hanya untuk menjalani hari demi hari dengan melihat kemana hidup akan membawa kita pergi.

Seringkali kehidupan berbalik melawan kita sehingga membuat asa kita terpendam dan memaksa kita hidup dengan cara yang lebih mudah seperti yang ditempuh kebanyakan orang. Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk dapat menjalani kehidupan yang lebih dari sekedar menjalani rutinitas?

Kenalilah kekuatan anda
Saya percaya tidak ada satupun orang yang mencapai hal besar tanpa keyakinan yang kuat akan kemampuan dirinya sendiri. Untuk dapat mengenali kekuatan kita, kita harus berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain dan berhenti melihat kepada apa yang kita tidak punya. Fokus terhadap kemampuan terbaik anda. Jika anda belum menemukan apa yang menjadi kekuatan anda, percayalah bahwa itu bukan berarti anda tidak punya.

You are very extraordinary, unique person.


Miliki perspektif yang benar
Untuk dapat bangkit dan berdiri menjadi pemenang dalam kehidupan, saya percaya diperlukan sebuah perspektif yang benar. Anda tidak bisa maju berperang dengan mental sudah pasti kalah. Kehendak dan keyakinan anda harus berjalan selaras. Anda juga perlu menjaga perspektif anda jika anda harus kalah dalam suatu waktu. Anda harus tau bahwa kekalahan bukanlah akhir dari kisah kehidupan anda. Anda harus melihat hal tersebut seperti current score dalam sebuah pertandingan. Andalah pemenangnya! Saya akan berbagi cara untuk menjaga perspektif yang benar pada tulisan yang lain.

The greatest setbacks in our life for actually the greatest setups in our life


Melangkah maju
Anda perlu melangkah untuk dapat melihat apa yang anda harapkan terjadi benar-benar terjadi. Jika tidak, harapan anda akan menjadi semu. Anda harus rela membayar harga yang diperlukan karena tidak ada segala sesuatu yang dapat terjadi dengan sendirinya. Ada sesuatu yang perlu anda usahakan dan hasil akhirnya dapat berbeda-beda tergantung berapa harga yang anda berani bayar. Anda tidak mungkin mendapat berlian jika anda hanya membayar harga untuk perak, demikian aturan mainnya.

Saya percaya, setiap dari anda dapat mencapai hal-hal yang hebat. Saya mendorong anda semua untuk hidup lebih dari sekedarnya dan mulai menghidupi suatu kehidupan yang bermakna.

May God help all of us to be a miracle even we can’t see the miracle

Siapkah Anda Memulai Terlebih Dahulu?

Di dalam kehidupan, kita akan menjumpai seringkali orang lain memperlakukan kita dengan cara yang kurang hormat. Secara umum, kita akan memperlakukan orang lain minimal sama dengan cara orang tersebut memperlakukan kita atau bahkan lebih buruk lagi.

Beberapa waktu yang lalu saya diperhadapkan dengan situasi di atas. Mungkin sebenarnya bukan maksud orang-orang yang saya temui untuk bersikap demikian, namun itulah yang saya rasakan. Saya sampai pada kesimpulan yang menjadi bahan tulisan saya hari ini. Memang wajar jika sayapun memperlakukan mereka sama seperti cara mereka memperlakukan saya. Jika orang tersebut tidak ramah, saya tidak perlu mencoba untuk bersikap ramah. Jika orang tersebut tidak bersahabat, saya tidak perlu mencoba untuk bersikap bersahabat. Itu benar jika saya ingin menjadi sama dengan mayoritas. Masalahnya, saya ingin menjadi seseorang yang berbeda. Saya perlu merubah sudut pandang saya.

Saya harus menyadari bahwa setiap orang memiliki area pergumulannya masing-masing dan hal tersebut sebenarnya tidak ada hubungannya dengan saya. Kadangkala kita mengalami hari yang begitu buruk sehingga sikap kita menjadi begitu buruk, padahal bukan maksud kita untuk bersikap seperti itu. Setiap kita bisa saja kehilangan kontrol.

Saya menarik kesimpulan demikian sehingga saya mengambil keputusan bahwa saya tidak ingin menjadi seseorang yang meresponi hal yang buruk dengan sikap yang salah. Ketika saya melihat wajah satpam penjaga yang musam, saya menyapanya dengan ramah disertai senyuman yang tulus. Hal ini tidak dapat saya lakukan pertama kali ketika mendapatkan perlakuan seperti itu, butuh waktu bagi saya untuk menentukan sikap saya sebelum akhirnya menjadi sebuah kebiasaan karena saya terlebih dahulu merubah sudut pandang saya.

Lewat kejadian yang saya alami, saya belajar untuk menjadi seorang agen perubahan dimana saya ingin melihat perubahan. Saya juga belajar bahwa saya tidak memiliki kendali atas sikap dan tindakan orang lain, namun saya memiliki kendali atas sikap saya sendiri. Ketika saya belajar mengubah sudut pandang dan tindakan saya, sikap satpam yang saya ceritakan menjadi berubah. Kami menjadi saling menyapa dengan ramah dan senyuman yang tulus.

Saya selalu percaya bahwa satu keputusan sederhana kita dapat mengubahkan kehidupan orang lain ke arah yang lebih baik. Permasalahnnya, siapkah anda untuk memulai terlebih dahulu?