Love....

Saya pikir, banyak definisi cinta. Darimana asalnya? Tentu saja pandangan masing-masing orang didasarkan pada pengalaman pribadinya masing-masing. Pengalaman dapat membentuk suatu kepercayaan.

Saya, orang yang pernah merasakan pahitnya dikhianati oleh yang saya percayai. Saya juga pernah merasakan indahnya membuka pintu hati untuk memberi maaf pada orang yang saya pikir bersalah, namun sebaliknya; saya yang meminta maaf. Tidak mudah. Saya pernah merasakan begitu dicintai namun pada suatu ketika yang lain saya merasakan kehilangan cinta yang seperti itu. Saya lantas bertanya-tanya apakah cinta itu tidak abadi?

Saya percaya cinta abadi!

Karna saya percaya bahwa cinta itu bukan ketika kita memberi karna kita diberi.
Bukan juga ketika kita mengambil karna kita telah diambil.

Love is not when we give cos we've given.
Love is not when we take cos we've taken.


Firman yang saya renungkan mengajarkan saya untuk mengasihi orang lain melebihi saya mengasihi diri saya sendiri dan untuk memperlakukan orang lain sebagaimana saya ingin diperlakukan. Saya belajar. Saya terpukau atas pengajaran tersebut karna saya tau bahwa manusia seperti saya memiliki keterbatasan. Namun, teladan yang luar biasa dari sang Juru Slamat menguatkan saya setiap kali saya merasa tidak mampu.

Cinta itu adalah memberi yang terbaik dari apa yang dapat saya beri, bukan memaksakan diri untuk memberi di kala kemampuan memberi saya tidak sebesar harapan orang lain. Cinta itu memberi apa adanya tapi tidak ala kadarnya. Cinta itu waktu saya komitmen untuk berjuang bersama-sama dengan orang lain. Waktu saya ada di saat dia susah maupun senang. Cinta itu waktu saya memikirkan cara untuk menjadi jawaban bagi orang lain, daripada menuntut orang lain menjadi jawaban bagi saya. And i think the hardest part is...

When others don't give enough to me, i'm stop to give.

But now i know...
Love is all about giving. It does not make me look like a stupid person cos when i'm giving, i build myself.

Happy Valentines Day friends...
Have a cheerful and fabulous Day!

If you have someone who trust u :)

Jika saja saya memiliki orang yang mempercayai saya sepenuhnya meski saya seringkali gagal dan mengecewakan maka pasti orang itu adalah Tuhan. Saya lahir dari latar belakang keluarga yang saya pikir terlalu menonjolkan jika saya membuat sesuatu yang mereka anggap sebagai suatu kesalahan. Saya ingat betul saya merasa begitu tidak dihargai sehingga suatu waktu di puncak kemarahan saya, saya memutuskan meninggalkan rumah. Singkat cerita, malam itu saya kembali pulang atas dorongan seorang teman yang memberikan saya beberapa kalimat penguatan yang mengubahkan dorongan hari saya seketika itu juga. Inti dari apa yang ia bagikan adalah seperti permainan game yang akan terus naik level yang lebih tinggi begitu kita berhasil memecahkan level yang lebih rendah. Seperti kehidupan yang memberikan kita masalah-masalah untuk ditaklukkan sehingga kita menjadi seseorang yang lebih baik :)

Sejak saat itu saya memandang kehidupan dari sisi yang lain, dimana semua celotehan keluarga saya menjadi dorongan saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak untuk membuktikan diri namun lebih kepada aktualisasi diri karna saya berhasil mengembangkan diri menjadi seseorang yang lebih baik dengan menjadikan keadaan negatif sebagai sebuah dorongan dibanding mengasihani diri saya ataupun merasa pahit hati.

Pengalaman saya membuat saya menjadi orang yang anti self pity dan pro motivasi. Saya menjadi orang yang tidak menyukai orang yang tidak mau menolong dirinya sendiri, namun mengerahkan kemampuan terbaik saya untuk memberi dukungan bagi mereka yang mau menolong dirinya.

Saya percaya bahwa yang terbaik ada di dalam diri seseorang, namun jika orang itu tidak mau berhenti melihat apa yang buruk dan mulai berfokus pada apa yang baik maka mungkin tidak ada yang mampu menolong orang tersebut.

Jika saya beruntung memiliki seseorang yang mempercayai saya, maka saya pasti akan menjadi kebanggan orang tersebut. Jika di dunia ini tidak seorangpun mempercayai saya, maka saya cukup bangga karna saya berdiri mewakili pencipta saya.