Nikmat yang Dia beri

Di sela² perbincangan, banyak orang bertanya apakah aku puas dengan kehidupan yang aku jalani saat ini. Akupun merenung. . .

Sesungguhnya tidak karna aku ingin kehidupan yang lebih baik ( dan dalam hal ini aku tau ingin saja tidak cukup untuk membawaku ke "sana" ), aku belum puas dan aku tidak akan pernah puas. Masih ada begitu banyak hal yang harus digapai.

Sesungguhnyapun iya. Karna aku menikmati kehidupanku dan mensyukuri kehidupanku. Belajar dari kehidupan milik orang lain dimana setiap masing² dari qta diberi anugrah dan kesempatan dengan cara yang tidak sama. Betapa kreatifnya Dia. Itu membuatku menyadari bahwa tidak ada kehidupan milik orang lain yang sama seperti kehidupan yang kujalani saat ini.

Menutup malam, ku tersenyum puas atas berkatNya hari ini dan ku kembali tidur untuk memimpikan hal² baru bagi keesokan hari.

Puas Tidak Puas kan?
Met Malam

Putus Asa

Kemarin malam aku stress di depan komputer. Jujur, beberapa waktu belakangan pikiranku diliputi oleh pemikiran² negatif tentang diriku sendiri. Aku merasa diriku sebagai orang yang gagal dan bahkan tidak dapat melakukan apapun untuk membuat semuanya jadi lebih baik. Kemarin aku salah pencet² di blog jadinya blog ku amburadul tampilannya. Nyeremin, ungu smua boo... Hehehe. Akhirnya setelah beraktifitas, aku benahin blogku di malam hari. Koq aku ngak ngerti gimana caranya. Sedih rasanya. Padahal udah baca semua petunjuknya tapi lagi² mentok. Hiks gregetan jadinya n jadi mikir koq aku ngak bisa >.

Bersyukur banget Tuhan itu memang baik! Akhirnya 1 teman baru mengajariku dengan sabarnya dan jadilah blogku yang sekarang =) Hohohoho. Belakangan aku sadar diriku itu mudah menyerah, ketemu tantangan dan aku pikir aku ngak bisa dan karna itu aku berhenti. Ketidakadaan pengalaman membuatku berpikir memang aku tidak bisa. Yah, ternyata aku masih perlu banyak belajar. Ngak enak banget dikuasai keputusasaan. Koq kesannya qta ngak bisa ngapa²in tapi malam itu selain sedih juga dapet teguran bahwa memang belum bisa dan ngak bisa memiliki perbedaan yang sangat jauh.

Malam itu aku belajar bagaimana memiliki dua hal. Keteguhan dan ketekunan. Malam itu aku hampir memutuskan menyerah. Namun aku ngak mau. Mau sampai kapan aku mundur dan ngak bergerak, pikirku.

Kemampuan menganalisa, kemampuan menginovasi, semua datang dari adanya pengalaman.

Kehancuran dimulai dari keputusasaan dan kepercayaan seseorang bahwa dirinya telah gagal.